Inilah suara seorang pengamat politik yang sudah menjadi his-meister-voice-nya pengembang. Nah jangan mau kalah bung Chan. Hehehe
Am Sat, 26 Nov 2016 20:25:30 +0800 schrieb "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Pernyataan Pengamat Politik Ini Skak-Mat Orang-Orang Yang Suka > "Ngatain" Ahok Pro-Pengembang > http://www.heronesia.com/2016/11/pernyataan-pengamat-politik-ini-skak.html > > > > Heronesia.com - Selama ini, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki > Tjahaja Purnama (Ahok) kerap dituding pro-pengembang. Atas > tudingan-tudingan itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia > Arbi Sanit pun memberikan tanggapan. > > > Menurut Arbi, banyak orang munafik yang kerap menyalahkan dan anti > terhadap pengembang, padahal hidupnya juga bergantung kepada para > pengembang atau pemodal. > > > "Campur tangan pengembang untuk pembangunan sangat dibutuhkan. Jangan > omong kosong lah, jangan munafik, anti pengembang dan pemodal, tapi > membeli barang yang dihasilkan pengembang dan pemodal," kata Arbi. > > > "Kalau pemodal membayar pajak, membagi keuntungannya dengan benar, > mempekerjakan orang yang gak mampu, bantu pendidikan mereka, apa > salahnya?," sambung Arbi. > > > Menurut Arbi, bukanlah sesuatu yang salah saat Ahok bekerja sama > dengan pengembang. Apalagi kerja sama itu untuk mensejahterakan > rakyat lewat tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social > responsibility (CSR) para pengembang. > > > "Apa yang dilakukan Ahok benar dong. Ahok mengambil dari orang kaya > dan memberikannya melalui program-program kepada orang miskin, lewat > rumah susun, taman, perbaikan jalan, jalan layang, bus, dan > sebagainya," ungkapnya. > > > "Bekerja sama dengan pengembang bukan berarti dia ditunggangi > pengembang. Dia bekerja sama dengan pengembang, ia memberi kesempatan > kepada pengembang untuk membangun, tetapi harus membagi kekayaannya > kepada rakyat melalui program yang ditawarkan Ahok," jelasnya. > > > Justru apa yang dilakukan Ahok dengan mengambil keuntungan dari > pengembang demi menyejahterakan rakyat, Arbi menyebutnya mirip dengan > tokoh dalam cerita rakyat Inggris, Robin Hood. Bedanya, Robin Hood > mencuri sedangkan Ahok meminta dengan aturan yang jelas. > > > "Jadi Ahok itu sebenarnya kaum sosialis. Kan Ahok itu menjadi Robin > Hood. Tapi bedanya Robin Hood merampok, ini (Ahok) mengambil dari > orang kaya, melalui sistem perpajakan, sistem perekonomian Jakarta, > lalu mendistribusikannya lewat pelayanan publik. Ya itu Robin Hood," > jelas Arbi. >
