Sayangnya lupa disebut si Ahok juga menggusur tanpa ganti rugi. --- "Jadi Ahok itu sebenarnya kaum sosialis. Kan Ahok itu menjadi Robin Hood. Tapi bedanya Robin Hood merampok, ini (Ahok) mengambil dari orang kaya, melalui sistem perpajakan, sistem perekonomian Jakarta, lalu mendistribusikannya lewat pelayanan publik. Ya itu Robin Hood," jelas Arbi.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Pernyataan Pengamat Politik Ini Skak-Mat Orang-Orang Yang Suka "Ngatain" Ahok Pro-Pengembang http://www.heronesia.com/2016/11/pernyataan-pengamat-politik-ini-skak.html http://www.heronesia.com/2016/11/pernyataan-pengamat-politik-ini-skak.html https://3.bp.blogspot.com/-5fY99Ks5Pdo/V3crLCSuqLI/AAAAAAAAA78/j9i9YHv7XHszPauiIcoK_G_ZT0sMh-hdQCPcB/s1600/Ahok.jpg Heronesia.com - Selama ini, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kerap dituding pro-pengembang. Atas tudingan-tudingan itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit pun memberikan tanggapan. Menurut Arbi, banyak orang munafik yang kerap menyalahkan dan anti terhadap pengembang, padahal hidupnya juga bergantung kepada para pengembang atau pemodal. "Campur tangan pengembang untuk pembangunan sangat dibutuhkan. Jangan omong kosong lah, jangan munafik, anti pengembang dan pemodal, tapi membeli barang yang dihasilkan pengembang dan pemodal," kata Arbi. "Kalau pemodal membayar pajak, membagi keuntungannya dengan benar, mempekerjakan orang yang gak mampu, bantu pendidikan mereka, apa salahnya?," sambung Arbi. Menurut Arbi, bukanlah sesuatu yang salah saat Ahok bekerja sama dengan pengembang. Apalagi kerja sama itu untuk mensejahterakan rakyat lewat tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) para pengembang. "Apa yang dilakukan Ahok benar dong. Ahok mengambil dari orang kaya dan memberikannya melalui program-program kepada orang miskin, lewat rumah susun, taman, perbaikan jalan, jalan layang, bus, dan sebagainya," ungkapnya. "Bekerja sama dengan pengembang bukan berarti dia ditunggangi pengembang. Dia bekerja sama dengan pengembang, ia memberi kesempatan kepada pengembang untuk membangun, tetapi harus membagi kekayaannya kepada rakyat melalui program yang ditawarkan Ahok," jelasnya. Justru apa yang dilakukan Ahok dengan mengambil keuntungan dari pengembang demi menyejahterakan rakyat, Arbi menyebutnya mirip dengan tokoh dalam cerita rakyat Inggris, Robin Hood. Bedanya, Robin Hood mencuri sedangkan Ahok meminta dengan aturan yang jelas. "Jadi Ahok itu sebenarnya kaum sosialis. Kan Ahok itu menjadi Robin Hood. Tapi bedanya Robin Hood merampok, ini (Ahok) mengambil dari orang kaya, melalui sistem perpajakan, sistem perekonomian Jakarta, lalu mendistribusikannya lewat pelayanan publik. Ya itu Robin Hood," jelas Arbi.
