Yang saya tahu memang ahok itu mengakomodasikan kepentingan pengembang. Ini 
bukan pro pengembang. Ahok dekat dengan pengembang karena ahok perlu bantuan 
pengembang untuk membangun. 

 

Tujuan ahok sebetulnya: mengembangkan DKI bukan mengembangkan pengembang.

 

Saya tidak bisa tidak juga melihat ada keberpihakan ahok dengan pengembang 
tetapi lingkupnya masih dalam ruang hukum yang berlaku.

Silahkan mengartikan “keberpihakan ahok dengan pengembang” ini tetapi jauh 
kalau ingin mengatakan ahok seorang sosialis. Ahok jelas adalah kapitalis 
seperti semua manusia yang mengaku dirinya adalah sosialis.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, November 30, 2016 2:51 PM
To: [email protected]; GELORA_In <[email protected]>
Cc: DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>; Roeslan 
<[email protected]>; Lusi.D <[email protected]>; Daeng 
<[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri 
<[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; 
Harry Singgih <[email protected]>; Jonathan Goeij 
<[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Ronggo 
A. <[email protected]>; Ajeg <[email protected]>; Mang Broto 
<[email protected]>; Marsiswo Dirgantoro <[email protected]>; Billy 
Gunadi <[email protected]>; [email protected]; Karma I Nengah [PT. 
Altus Logistic Service Indonesia] <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Ahok Pro-Pengembang?

 

  

Wow, Ahok seorang sosialis!!!Pakai definisi dan pengertian sosialis yang 
dikembangkan kaum revisionis Tkk??? Tidak bisa lain kecuali pakai definisi yang 
sudah direvisi....Seperti penghisapan manusia oleh manusia diperlukan untuk 
membangun sosialisme..Pendeknya kalau pakai "teori" yang dikembangkan kaum 
revisionis, kapitalis bisa jadi komunis, kabir dan komprador bisa jadi 
sosialis, campur aduklah!!

Di samping itu, pengamat politik ini buta dan tuli! Tidak melihat  tentara dan 
buldozer dan alat berat lainnya menggusur penduduk kampung-kampung yang harus 
rata dan tidak mendengar tangis dan jerit para perempuan dan anak-anak yang 
trauma melihat rumah dan sekolahnya dirubuhkan dan diratakan.... Tidak melihat 
dan mendengar penyewa rusun yang tidak bisa bayar sewanya karena penghasilannya 
menyusut atau hilang sama sekali...Bisakah mereka menikmati taman-taman yang 
bersih dan cantik, jalan layang, dan lain sebagainya sedangkan mata 
pencahariannya hilang?? Pengamat politik tapi berpikirnya pakai dengkul! 
Logikanyapun terbalik karena keberpihakannya juga terbalik, bukan kepada mereka 
yang dimarjinalkan, tapi kepada para penguasa!!!

 

On Saturday, November 26, 2016 1:25 PM, "'Chan CT' [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [temu_eropa]" <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > wrote:

 

  


Pernyataan Pengamat Politik Ini Skak-Mat Orang-Orang Yang Suka "Ngatain" Ahok 
Pro-Pengembang


http://www.heronesia.com/2016/11/pernyataan-pengamat-politik-ini-skak.html

 
<https://3.bp.blogspot.com/-5fY99Ks5Pdo/V3crLCSuqLI/AAAAAAAAA78/j9i9YHv7XHszPauiIcoK_G_ZT0sMh-hdQCPcB/s1600/Ahok.jpg>
 

 

Heronesia.com - Selama ini, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok) kerap dituding pro-pengembang. Atas tudingan-tudingan itu, 
pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit pun memberikan 
tanggapan. 





Menurut Arbi, banyak orang munafik yang kerap menyalahkan dan anti terhadap 
pengembang, padahal hidupnya juga bergantung kepada para pengembang atau 
pemodal.





"Campur tangan pengembang untuk pembangunan sangat dibutuhkan. Jangan omong 
kosong lah, jangan munafik, anti pengembang dan pemodal, tapi membeli barang 
yang dihasilkan pengembang dan pemodal," kata Arbi.





"Kalau pemodal membayar pajak, membagi keuntungannya dengan benar, 
mempekerjakan orang yang gak mampu, bantu pendidikan mereka, apa salahnya?," 
sambung Arbi.





Menurut Arbi, bukanlah sesuatu yang salah saat Ahok bekerja sama dengan 
pengembang. Apalagi kerja sama itu untuk mensejahterakan rakyat lewat tanggung 
jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) para 
pengembang.





"Apa yang dilakukan Ahok benar dong. Ahok mengambil dari orang kaya dan 
memberikannya melalui program-program kepada orang miskin, lewat rumah susun, 
taman, perbaikan jalan, jalan layang, bus, dan sebagainya," ungkapnya.





"Bekerja sama dengan pengembang bukan berarti dia ditunggangi pengembang. Dia 
bekerja sama dengan pengembang, ia memberi kesempatan kepada pengembang untuk 
membangun, tetapi harus membagi kekayaannya kepada rakyat melalui program yang 
ditawarkan Ahok," jelasnya.





Justru apa yang dilakukan Ahok dengan mengambil keuntungan dari pengembang demi 
menyejahterakan rakyat, Arbi menyebutnya mirip dengan tokoh dalam cerita rakyat 
Inggris, Robin Hood. Bedanya, Robin Hood mencuri sedangkan Ahok meminta dengan 
aturan yang jelas.





"Jadi Ahok itu sebenarnya kaum sosialis. Kan Ahok itu menjadi Robin Hood. Tapi 
bedanya Robin Hood merampok, ini (Ahok) mengambil dari orang kaya, melalui 
sistem perpajakan, sistem perekonomian Jakarta, lalu mendistribusikannya lewat 
pelayanan publik. Ya itu Robin Hood," jelas Arbi.

 

 



Kirim email ke