Oh jadi yang diserang sekarang pribadinya arbi ya? Hehehehehe.

Karena arbi pro ini pro itu lalu disalahkan ya? Hehehehehe.

Karena arbi memuji SBY lalu disalahkan ya? Hehehehehe.

 

Oh ya sudah baca pendapat arbi ini ttg SBY? Gimana kalau pendapatnya arbi yg 
tidak percaya sama SBY lagi ini?

 

http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/34609/arbi.sanit.dulu.saya.anggap.sby.pemimpin.terbaik..tapi.sekarang

Arbi menyesal pernah mengagumi dan mengganggap SBY sebagai salah satu pemimpin 
terbaik. Beberapa alasan yang mendasari Arbi mengagumi SBY, di antaranya soal 
demokrasi, stabilitas politik, dan pertumbuhan ekonomi.

"Jadi begini, sebelum sampai sejauh ini saya menganggap SBY itu salah satu 
pemimpin atau presiden terbaik," kata Arbi kepada Netralnews.com, Senin 
(7/11/2016).

"Bagi saya dia udah gak ada apa-apanya lagi. Leadership-nya dia sudah hancur. 
Saya aja sebelumnya secara saintifik membuktikan dia terbaik, sekarang secara 
saintifik juga saya bisa membuktikan dia sama aja kayak yang lain. Gak ada 
istimewanya lagi," tutup Arbi.

 

 

Apakah ente tidak mengerti persoalannya atau ente subjektif? Hehehehehe.

Pake’ istilah subjektif segala! Lucu akh!

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, November 27, 2016 11:06 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Ahok Pro-Pengembang?

 

  

Dalam membaca situasi di luar kelas Arbi ini cukup

memprihatinkan. Sebagai akademisi pendapatnya 



sering subyektif. Saat reformasi lebih terlihat sebagai 



seminaris ketimbang kumpul dengan kaum reformis.



Makanya orang senyam-senyum waktu dia rajin memuji 



SBY.

 

--- lusi_d@... wrote:

 

Inilah suara seorang pengamat politik yang sudah menjadi

his-meister-voice-nya pengembang.
Nah jangan mau kalah bung Chan. Hehehe

Am Sat, 26 Nov 2016 20:25:30 +0800 schrieb Chan CT :

> Pernyataan Pengamat Politik Ini Skak-Mat Orang-Orang Yang Suka
> "Ngatain" Ahok Pro-Pengembang
> http://www.heronesia.com/2016/11/pernyataan-pengamat-politik-ini-skak.html
> 
> Heronesia.com - Selama ini, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki
> Tjahaja Purnama (Ahok) kerap dituding pro-pengembang. Atas
> tudingan-tudingan itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia
> Arbi Sanit pun memberikan tanggapan. 
> 
> Menurut Arbi, banyak orang munafik yang kerap menyalahkan dan anti
> terhadap pengembang, padahal hidupnya juga bergantung kepada para
> pengembang atau pemodal.
> 
> "Campur tangan pengembang untuk pembangunan sangat dibutuhkan. Jangan
> omong kosong lah, jangan munafik, anti pengembang dan pemodal, tapi
> membeli barang yang dihasilkan pengembang dan pemodal," kata Arbi.
> 
> "Kalau pemodal membayar pajak, membagi keuntungannya dengan benar,
> mempekerjakan orang yang gak mampu, bantu pendidikan mereka, apa
> salahnya?," sambung Arbi.
> 
> Menurut Arbi, bukanlah sesuatu yang salah saat Ahok bekerja sama
> dengan pengembang. Apalagi kerja sama itu untuk mensejahterakan
> rakyat lewat tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social
> responsibility (CSR) para pengembang.
> 
> "Apa yang dilakukan Ahok benar dong. Ahok mengambil dari orang kaya
> dan memberikannya melalui program-program kepada orang miskin, lewat
> rumah susun, taman, perbaikan jalan, jalan layang, bus, dan
> sebagainya," ungkapnya.
> 
> "Bekerja sama dengan pengembang bukan berarti dia ditunggangi
> pengembang. Dia bekerja sama dengan pengembang, ia memberi kesempatan
> kepada pengembang untuk membangun, tetapi harus membagi kekayaannya
> kepada rakyat melalui program yang ditawarkan Ahok," jelasnya.
> 
> Justru apa yang dilakukan Ahok dengan mengambil keuntungan dari
> pengembang demi menyejahterakan rakyat, Arbi menyebutnya mirip dengan
> tokoh dalam cerita rakyat Inggris, Robin Hood. Bedanya, Robin Hood
> mencuri sedangkan Ahok meminta dengan aturan yang jelas.
> 
> "Jadi Ahok itu sebenarnya kaum sosialis. Kan Ahok itu menjadi Robin
> Hood. Tapi bedanya Robin Hood merampok, ini (Ahok) mengambil dari
> orang kaya, melalui sistem perpajakan, sistem perekonomian Jakarta,
> lalu mendistribusikannya lewat pelayanan publik. Ya itu Robin Hood,"
> jelas Arbi.
> 

 



Kirim email ke