Air mata buaya (atau simpati buatan) adalah emosi palsu pada seorang munafik 
yang pura-pura bersedih dan mengeluarkan air mata palsu. Ekspresi ini berasal 
dari anekdot kuno bahwa buaya menangis untuk menarik perhatian mangsanya atau 
menangis untuk mangsa yang mereka terkam.
 https://id.wikipedia.org/wiki/Air_mata_buaya 
https://id.wikipedia.org/wiki/Air_mata_buaya


---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Hahahahaha buaya bisa nangis ya?
 Wangsitnya dari mana?
  
 Mestinya kalau masalah menangis harusnya orang2 yang mengaku dirinya humanis. 
 Koq orang jahat kaya’ ane dibilang suka nangis?
 Gimana logikanya? Logika dengkul!
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 11:46 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks


  
  
 

 air mata buaya

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :



 Emangnya salah kalau ngomong mikirin rakyat?

 Oh ente pikir ente saja yg mikirin rakyat mentang2 humanis?

 Jadi kalau ada orang dibunuh mati, yg bunuh tidak mikirin rakyat?

 Begitu juga kalau rakyatnya salah menduduki tanah orang lain, digusur juga 
nggak boleh krn tidak mikir rakyat?

 Gimana kalau ada radikal Islam mau merubah Pancasila menjadi negara syariah, 
ente ngomong apa? diem ‘kan karena ente yg agamais ndak setuju.

 Mana berani ente bilang harus dibela radikal Islam ini krn mereka rakyat?

 Ayo kita bikin tambah rumit lagi: kalau radikal Islam ini enggak bayar pajak 
krn miskin gimana? Ente belah ndak? Tapi hati2 loh kalau dibela, mereka2 ini 
akan gantung ente2 yg bukan Islam loh nantinya.

 Hehehehehe

  

 Seenak udelnya menduduki tanah orang, minta ganti rugi! Kalo ane yg punya 
tanah, malahan ane mau minta biaya sewa tanah yg sdh sekian lama tidak pernah 
dibayar. Hehehehehehehe.

  

 Nesare

  

  

 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 11:17 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks



  

  

  


 ngomongnya mikiran rakyat tapi rakyat miskin melarat digusurin tanpa ganti 
rugi di cap penyerobot tanah negara bilangnya manis banget direlokasi dari 
tempat kumuh ke rusun yg layak tapi giliran mau diusir gak bisa bayar sewa 
ngomongnya sewa ya mesti bayar, mana ada omongan pemimpin yg dibetulin yg 
keluar justru his master's voice.


  


 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :





 Ya itu bagus sekali kalau mikirin nya rakyat. Semua negara itu ada tujuannya 
buat rakyat. Kalau diselewengkan oleh pemimpinnya, ya pemimpinnya yg harus 
dibetulin bukan negaranya. Caranya macem2 utk betulin rakyat ini bisa 
kapitalisme, sosialisme atau campuran keduanya. Kan tujuannya rakyat bukan 
penerpan isme2 itu?! Bukannya negaranya disuruh pecah kaya’ usulannya jonathan 
dll yg keblinger.


 Ngapain ngurusin isme2 itu kalau tidak bisa ngurusin rakyat?


  


 Susi itu tetap kapitalis walaupun mikir rakyat.


 Dan susi itu adalah pemerintah juga.


  


 Nesare


  


  


 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 5:18 AM
To: NESARE <nesare1@... mailto:nesare1@...>; Yahoogroups 
<[email protected] mailto:[email protected]>; DISKUSI FORUM 
HLD <diskusiforum@... mailto:diskusiforum@...>; GELORA_In 
<[email protected] mailto:[email protected]>; Daeng 
<menakjinggo@... mailto:menakjinggo@...>; Gol <gogol.r@... mailto:gogol.r@...>; 
Roeslan <roeslan12@... mailto:roeslan12@...>; Mitri <scorpio2001id@... 
mailto:scorpio2001id@...>; Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@... 
mailto:nc-hadisora@...>; Harry Singgih <harrysinggih@... 
mailto:harrysinggih@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...>; Lingkar Sitompul <lingkarsitompul@... 
mailto:lingkarsitompul@...>; Ronggo A. <ronggo303@... mailto:ronggo303@...>; 
Ajeg <ajegilelu@... mailto:ajegilelu@...>
Subject: Re: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks




  


  


 Tambahan



 Soal Iphone, TV dll, saya anggap bukan prioritas sekarang. Jadi bukan soal 
import dan export yang prioritas. Yang seharusnya diprioritaskan sekarang di 
Indonesia adalah masalah tanah, masalah reforma agraria sejati, masalah 
kedaulatan pangan, masalah hak-hak demokratis rakyat, masalah buruh murah, 
masalah perlindungan kepada buruh migran, masalah melindungi sumber daya alam 
dan lingkungan, masalah kekerasan terhadap kaum perempuan, masalah militerisasi 
dan kekerasan aparat negara, kriminalisasi terhadap kegiatan rakyat yang 
membela hak-haknya, masalah membangun industri NASIONAL Terus terang saya 
berpihak kepada kaum tani, kaum buruh, kaum miskin kota, kaum nelayan, penduduk 
suku bangsa, kelas menengah KEBAWAH, pengusaha kecil dan menengah yang 
perkembangannya susah karena harus berkompetisi dengan multinasional Saya tidak 
berdiri bersama dengan kelas menengah atas, apalagi dengan kaum kabir dan 
komprador dan kaum penguasa!! Uh...haram buat saya. Hanya pemerintah yang bisa 
membantu mendorong pengusaha nasional, industri nasional melalui 
PROTEKSIONISME. Bukan saya! Emangnya saya ini siapa? He...he..he Wong bu 
Menteri Susi yang pernah usul supaya Indonesia keluar dari G20, juga dikentutin 
aja oleh pemerintahnya!!!



  



 On Tuesday, November 29, 2016 2:37 AM, Chan CT <sadar@... mailto:sadar@...> 
wrote:



  


  



  



 From: nesare1@... mailto:nesare1@... [GELORA45]



 Sent: Tuesday, November 29, 2016 4:37 AM



 To: [email protected] mailto:[email protected]



 Subject: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks





  




  


 Ada.



 Starbucks bukan menjajah. Starbucks melakukan bisnis diseluruh dunia termasuk 
Indonesia.



 Penjajahan itu jelek kan?



 Apakah starbucks masuk Indonesia itu jelek?



 Kalau jelek, berarti bung juga harus setuju dengan semua produk asing adalah 
jelek termasuk: iphone, tv Samsung, cangkul RRT, tractor kumatsu dari jepang, 
alat berat caterpillar dll.



 Begitu juga hasil eksport Indonesia keluar negeri itu juga jelek karena 
menjajah negara lain.



 Seharusnya kan mikirnya supaya kopi yg diproduksi diindonesia bisa menjadi 
tuan dirumahnya sendiri. bisnis kopi dikembangkan utk kemakmuran Indonesia.



 Ini masalah Indonesia. Kalau Indonesia belum mampu utk mengembangkan industry 
kopinya, ya jangan salahkan starbucks yang lebih pintar dalam memanfaatkan kopi 
produksi Indonesia. Indonesia harus bercermin apa salahnya? Kenapa tidak bisa 
membuka gerai2 model kopitiam yg dulu banyak diindonesia dan belakangan malahan 
diperkenalkan lagi di singapura, Malaysia dll. Baru2 belakangan ini Indonesia 
kopitiam ini diperkenalkan lagi tetapi itu mengikuti singapura dan Malaysia.



 Tolong dibantu bagaimana Indonesia dapat memajukan industry kopinya.



 Jangan ditertawakan apalagi dicemoh karena ada starbucks di Indonesia.



 Nesare



 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 28, 2016 2:59 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>; 
DISKUSI FORUM HLD <diskusiforum@... mailto:diskusiforum@...>; GELORA_In 
<[email protected] mailto:[email protected]>
Cc: Lusi.D <lusi_d@... mailto:lusi_d@...>; Roeslan <roeslan12@... 
mailto:roeslan12@...>; Daeng <menakjinggo@... mailto:menakjinggo@...>; Gol 
<gogol.r@... mailto:gogol.r@...>; Mitri <scorpio2001id@... 
mailto:scorpio2001id@...>; Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@... 
mailto:nc-hadisora@...>; Harry Singgih <harrysinggih@... 
mailto:harrysinggih@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...>; Lingkar Sitompul <lingkarsitompul@... 
mailto:lingkarsitompul@...>; Ronggo A. <ronggo303@... mailto:ronggo303@...>; 
Ajeg <ajegilelu@... mailto:ajegilelu@...>; Mang Broto <alimoerti@... 
mailto:alimoerti@...>; Marsiswo Dirgantoro <mdirgantoro@... 
mailto:mdirgantoro@...>; Farida Ishaja <farida.ishaja@... 
mailto:farida.ishaja@...>; writejohan@... mailto:writejohan@...; Billy Gunadi 
<billygunadie@... mailto:billygunadie@...>; denise_zaitun@... 
mailto:denise_zaitun@...; indo1@... mailto:indo1@...; octaviasyafarwati@... 
mailto:octaviasyafarwati@...; c.manuputty7@... mailto:c.manuputty7@...; Karma I 
Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] <inengahk@... mailto:inengahk@...>
Subject: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks





  



 Ada yang bisa menjelaskan alasan untuk menerima "penjajahan" Starbucks, 
padahal bahan bakunya dari Indonesia sendiri? Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku 
Utama Gerai Starbucks 




 




 SUDAH menjadi rahasia umum, gerai kopi yang terkenal di dunia seperti 
Starbucks tetap menggunakan bahan baku biji kopi Gayo dari Aceh untuk memuaskan 
pelanggan atau konsumennya.




 Bukan hanya itu, biji kopi dari Kintamani asal Bali pun juga menjadi pilihan 
bagi Starbucks sebagai bentuk kombinasi untuk mengolah sumber bahan baku kopi 
perusahaan AS tersebut.




 Inovasi dari Starbucks ini memang mempunyai nilai history panjang dengan 
negara Indonesia terkait aturan yang dibuat oleh pemerintah, walaupun Aceh 
sudah lebih dulu mengekspor biji kopi ke pelabuhan Seattle sebelum 
didistriubusikan ke berbagai gerai Starbucks.




 Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebelum Starbucks masuk ke 
Indonesia, Starbucks mengimpor kopi. Namun pemerintah mengeluarkan ketentuan 
soal kandungan lokal sehingg Starbuck mulai mengkombinasikan kopi lokal dan 
impor.




 “Itu dari Indonesia, tadinya pas mau masuk dia impor semua kan terus diberikan 
ketentuan, akhirnya dia gabung juga dengan lokal,” kata MS Hidayat di Jakarta, 
Selasa (25/6/2013).




 Sementara itu Dirjen Industri Kementerian Perindustrian Agro Benny Wahyudi 
menambahkan pembuatan kopi memang selalu tidak berasal dari satu sumber. Begitu 
juga dengan kopi gerai sekelas Starbucks. “Kalau namanya kopi, itu selalu 
blending (campur),” ujar Benny.




 Namun begitu, Starbucks tetap mempunyai lahan tersendiri untuk kebun kopi di 
Amerika Tengah dan Peru seluas 240 hektar yang mereka sulap juga menjadi pusat 
riset dan pengembangan agronomi. Berbagai inovasi bisnis, mulai dari racikan, 
fasilitas dan teknologi tidak pernah surut diperhatikan oleh perusahaan yang 
dipimpin oleh Howard Schultz ini.




 Dengan menggadangkan slogan “Great coffee everywhere 
http://www.adweek.com/news/advertising-branding/why-starbucks-rebranded-seattles-best-102328”
 tentu saja penikmat kopi Starbucks pun akan merasakan sensasi beda disaat 
menikmati kopi Aceh di tempat aslinya. Sama-sama biji kopi dari satu sumber, 
yang tentunya beda harga. Tapi lewat inovasi, Starbucks telah berhasil 
melangkah jauh ke depan dan pastinya kopi di Aceh pun bisa lebih dari itu.
















  



















  

  

  



 






  

Kirim email ke