Ya itu bagus sekali kalau mikirin nya rakyat. Semua negara itu ada tujuannya buat rakyat. Kalau diselewengkan oleh pemimpinnya, ya pemimpinnya yg harus dibetulin bukan negaranya. Caranya macem2 utk betulin rakyat ini bisa kapitalisme, sosialisme atau campuran keduanya. Kan tujuannya rakyat bukan penerpan isme2 itu?! Bukannya negaranya disuruh pecah kaya’ usulannya jonathan dll yg keblinger.
Ngapain ngurusin isme2 itu kalau tidak bisa ngurusin rakyat? Susi itu tetap kapitalis walaupun mikir rakyat. Dan susi itu adalah pemerintah juga. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, November 29, 2016 5:18 AM To: NESARE <[email protected]>; Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Roeslan <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Harry Singgih <[email protected]>; Jonathan Goeij <[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks Tambahan Soal Iphone, TV dll, saya anggap bukan prioritas sekarang. Jadi bukan soal import dan export yang prioritas. Yang seharusnya diprioritaskan sekarang di Indonesia adalah masalah tanah, masalah reforma agraria sejati, masalah kedaulatan pangan, masalah hak-hak demokratis rakyat, masalah buruh murah, masalah perlindungan kepada buruh migran, masalah melindungi sumber daya alam dan lingkungan, masalah kekerasan terhadap kaum perempuan, masalah militerisasi dan kekerasan aparat negara, kriminalisasi terhadap kegiatan rakyat yang membela hak-haknya, masalah membangun industri NASIONAL Terus terang saya berpihak kepada kaum tani, kaum buruh, kaum miskin kota, kaum nelayan, penduduk suku bangsa, kelas menengah KEBAWAH, pengusaha kecil dan menengah yang perkembangannya susah karena harus berkompetisi dengan multinasional Saya tidak berdiri bersama dengan kelas menengah atas, apalagi dengan kaum kabir dan komprador dan kaum penguasa!! Uh...haram buat saya. Hanya pemerintah yang bisa membantu mendorong pengusaha nasional, industri nasional melalui PROTEKSIONISME. Bukan saya! Emangnya saya ini siapa? He...he..he Wong bu Menteri Susi yang pernah usul supaya Indonesia keluar dari G20, juga dikentutin aja oleh pemerintahnya!!! On Tuesday, November 29, 2016 2:37 AM, Chan CT <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: From: [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] Sent: Tuesday, November 29, 2016 4:37 AM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks Ada. Starbucks bukan menjajah. Starbucks melakukan bisnis diseluruh dunia termasuk Indonesia. Penjajahan itu jelek kan? Apakah starbucks masuk Indonesia itu jelek? Kalau jelek, berarti bung juga harus setuju dengan semua produk asing adalah jelek termasuk: iphone, tv Samsung, cangkul RRT, tractor kumatsu dari jepang, alat berat caterpillar dll. Begitu juga hasil eksport Indonesia keluar negeri itu juga jelek karena menjajah negara lain. Seharusnya kan mikirnya supaya kopi yg diproduksi diindonesia bisa menjadi tuan dirumahnya sendiri. bisnis kopi dikembangkan utk kemakmuran Indonesia. Ini masalah Indonesia. Kalau Indonesia belum mampu utk mengembangkan industry kopinya, ya jangan salahkan starbucks yang lebih pintar dalam memanfaatkan kopi produksi Indonesia. Indonesia harus bercermin apa salahnya? Kenapa tidak bisa membuka gerai2 model kopitiam yg dulu banyak diindonesia dan belakangan malahan diperkenalkan lagi di singapura, Malaysia dll. Baru2 belakangan ini Indonesia kopitiam ini diperkenalkan lagi tetapi itu mengikuti singapura dan Malaysia. Tolong dibantu bagaimana Indonesia dapat memajukan industry kopinya. Jangan ditertawakan apalagi dicemoh karena ada starbucks di Indonesia. Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Monday, November 28, 2016 2:59 PM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >; DISKUSI FORUM HLD <[email protected] <mailto:[email protected]> >; GELORA_In <[email protected] <mailto:[email protected]> > Cc: Lusi.D <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Roeslan <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Daeng <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Gol <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Mitri <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Harry Singgih <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Jonathan Goeij <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lingkar Sitompul <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ronggo A. <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ajeg <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Mang Broto <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Marsiswo Dirgantoro <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Farida Ishaja <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Billy Gunadi <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks Ada yang bisa menjelaskan alasan untuk menerima "penjajahan" Starbucks, padahal bahan bakunya dari Indonesia sendiri? Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks <http://atjeh.biz/wp-content/uploads/2013/06/Starbucks_kopi-aceh.jpg> <http://i291.photobucket.com/albums/ll301/setempos/setarbak/head08.png> SUDAH menjadi rahasia umum, gerai kopi yang terkenal di dunia seperti Starbucks tetap menggunakan bahan baku biji kopi Gayo dari Aceh untuk memuaskan pelanggan atau konsumennya. Bukan hanya itu, biji kopi dari Kintamani asal Bali pun juga menjadi pilihan bagi Starbucks sebagai bentuk kombinasi untuk mengolah sumber bahan baku kopi perusahaan AS tersebut. Inovasi dari Starbucks ini memang mempunyai nilai history panjang dengan negara Indonesia terkait aturan yang dibuat oleh pemerintah, walaupun Aceh sudah lebih dulu mengekspor biji kopi ke pelabuhan Seattle sebelum didistriubusikan ke berbagai gerai Starbucks. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebelum Starbucks masuk ke Indonesia, Starbucks mengimpor kopi. Namun pemerintah mengeluarkan ketentuan soal kandungan lokal sehingg Starbuck mulai mengkombinasikan kopi lokal dan impor. “Itu dari Indonesia, tadinya pas mau masuk dia impor semua kan terus diberikan ketentuan, akhirnya dia gabung juga dengan lokal,” kata MS Hidayat di Jakarta, Selasa (25/6/2013). Sementara itu Dirjen Industri Kementerian Perindustrian Agro Benny Wahyudi menambahkan pembuatan kopi memang selalu tidak berasal dari satu sumber. Begitu juga dengan kopi gerai sekelas Starbucks. “Kalau namanya kopi, itu selalu blending (campur),” ujar Benny. Namun begitu, Starbucks tetap mempunyai lahan tersendiri untuk kebun kopi di Amerika Tengah dan Peru seluas 240 hektar yang mereka sulap juga menjadi pusat riset dan pengembangan agronomi. Berbagai inovasi bisnis, mulai dari racikan, fasilitas dan teknologi tidak pernah surut diperhatikan oleh perusahaan yang dipimpin oleh Howard Schultz ini. Dengan menggadangkan slogan “ <http://www.adweek.com/news/advertising-branding/why-starbucks-rebranded-seattles-best-102328> Great coffee everywhere” tentu saja penikmat kopi Starbucks pun akan merasakan sensasi beda disaat menikmati kopi Aceh di tempat aslinya. Sama-sama biji kopi dari satu sumber, yang tentunya beda harga. Tapi lewat inovasi, Starbucks telah berhasil melangkah jauh ke depan dan pastinya kopi di Aceh pun bisa lebih dari itu.
