TambahanSoal Iphone, TV dll, saya anggap bukan prioritas sekarang. Jadi bukan
soal import dan export yang prioritas. Yang seharusnya diprioritaskan sekarang
di Indonesia adalah masalah tanah, masalah reforma agraria sejati, masalah
kedaulatan pangan, masalah hak-hak demokratis rakyat, masalah buruh murah,
masalah perlindungan kepada buruh migran, masalah melindungi sumber daya alam
dan lingkungan, masalah kekerasan terhadap kaum perempuan, masalah militerisasi
dan kekerasan aparat negara, kriminalisasi terhadap kegiatan rakyat yang
membela hak-haknya, masalah membangun industri NASIONAL Terus terang saya
berpihak kepada kaum tani, kaum buruh, kaum miskin kota, kaum nelayan, penduduk
suku bangsa, kelas menengah KEBAWAH, pengusaha kecil dan menengah yang
perkembangannya susah karena harus berkompetisi dengan multinasional Saya tidak
berdiri bersama dengan kelas menengah atas, apalagi dengan kaum kabir dan
komprador dan kaum penguasa!! Uh...haram buat saya. Hanya pemerintah yang bisa
membantu mendorong pengusaha nasional, industri nasional melalui
PROTEKSIONISME. Bukan saya! Emangnya saya ini siapa? He...he..he Wong bu
Menteri Susi yang pernah usul supaya Indonesia keluar dari G20, juga dikentutin
aja oleh pemerintahnya!!!
On Tuesday, November 29, 2016 2:37 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:
From: [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, November 29, 2016 4:37
AMTo: [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh
Bahan Baku Utama Gerai Starbucks Ada. Starbucks bukan menjajah. Starbucks
melakukan bisnis diseluruh dunia termasuk Indonesia. Penjajahan itu jelek kan?
Apakah starbucks masuk Indonesia itu jelek? Kalau jelek, berarti bung juga
harus setuju dengan semua produk asing adalah jelek termasuk: iphone, tv
Samsung, cangkul RRT, tractor kumatsu dari jepang, alat berat caterpillar dll.
Begitu juga hasil eksport Indonesia keluar negeri itu juga jelek karena
menjajah negara lain. Seharusnya kan mikirnya supaya kopi yg diproduksi
diindonesia bisa menjadi tuan dirumahnya sendiri. bisnis kopi dikembangkan utk
kemakmuran Indonesia. Ini masalah Indonesia. Kalau Indonesia belum mampu utk
mengembangkan industry kopinya, ya jangan salahkan starbucks yang lebih pintar
dalam memanfaatkan kopi produksi Indonesia. Indonesia harus bercermin apa
salahnya? Kenapa tidak bisa membuka gerai2 model kopitiam yg dulu banyak
diindonesia dan belakangan malahan diperkenalkan lagi di singapura, Malaysia
dll. Baru2 belakangan ini Indonesia kopitiam ini diperkenalkan lagi tetapi itu
mengikuti singapura dan Malaysia. Tolong dibantu bagaimana Indonesia dapat
memajukan industry kopinya. Jangan ditertawakan apalagi dicemoh karena ada
starbucks di Indonesia. Nesare From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
Sent: Monday, November 28, 2016 2:59 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD
<[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>
Cc: Lusi.D <[email protected]>; Roeslan <[email protected]>; Daeng
<[email protected]>; Gol <[email protected]>; Mitri
<[email protected]>; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected]>;
Harry Singgih <[email protected]>; Jonathan Goeij
<[email protected]>; Lingkar Sitompul <[email protected]>; Ronggo
A. <[email protected]>; Ajeg <[email protected]>; Mang Broto
<[email protected]>; Marsiswo Dirgantoro <[email protected]>; Farida
Ishaja <[email protected]>; [email protected]; Billy Gunadi
<[email protected]>; [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]; Karma I Nengah [PT. Altus
Logistic Service Indonesia] <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks
Ada yang bisa menjelaskan alasan untuk menerima "penjajahan" Starbucks, padahal
bahan bakunya dari Indonesia sendiri?
Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks
SUDAH menjadi rahasia umum, gerai kopi yang terkenal di dunia seperti
Starbucks tetap menggunakan bahan baku biji kopi Gayo dari Aceh untuk memuaskan
pelanggan atau konsumennya. Bukan hanya itu, biji kopi dari Kintamani asal Bali
pun juga menjadi pilihan bagi Starbucks sebagai bentuk kombinasi untuk mengolah
sumber bahan baku kopi perusahaan AS tersebut. Inovasi dari Starbucks ini
memang mempunyai nilai history panjang dengan negara Indonesia terkait aturan
yang dibuat oleh pemerintah, walaupun Aceh sudah lebih dulu mengekspor biji
kopi ke pelabuhan Seattle sebelum didistriubusikan ke berbagai gerai Starbucks.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebelum Starbucks masuk ke
Indonesia, Starbucks mengimpor kopi. Namun pemerintah mengeluarkan ketentuan
soal kandungan lokal sehingg Starbuck mulai mengkombinasikan kopi lokal dan
impor. “Itu dari Indonesia, tadinya pas mau masuk dia impor semua kan terus
diberikan ketentuan, akhirnya dia gabung juga dengan lokal,” kata MS Hidayat di
Jakarta, Selasa (25/6/2013). Sementara itu Dirjen Industri Kementerian
Perindustrian Agro Benny Wahyudi menambahkan pembuatan kopi memang selalu tidak
berasal dari satu sumber. Begitu juga dengan kopi gerai sekelas Starbucks.
“Kalau namanya kopi, itu selalu blending (campur),” ujar Benny. Namun begitu,
Starbucks tetap mempunyai lahan tersendiri untuk kebun kopi di Amerika Tengah
dan Peru seluas 240 hektar yang mereka sulap juga menjadi pusat riset dan
pengembangan agronomi. Berbagai inovasi bisnis, mulai dari racikan, fasilitas
dan teknologi tidak pernah surut diperhatikan oleh perusahaan yang dipimpin
oleh Howard Schultz ini. Dengan menggadangkan slogan “Great coffee everywhere”
tentu saja penikmat kopi Starbucks pun akan merasakan sensasi beda disaat
menikmati kopi Aceh di tempat aslinya. Sama-sama biji kopi dari satu sumber,
yang tentunya beda harga. Tapi lewat inovasi, Starbucks telah berhasil
melangkah jauh ke depan dan pastinya kopi di Aceh pun bisa lebih dari itu.
#yiv5914611712 #yiv5914611712 -- #yiv5914611712ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-mkp #yiv5914611712hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mkp #yiv5914611712ads
{margin-bottom:10px;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mkp .yiv5914611712ad
{padding:0 0;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mkp .yiv5914611712ad p
{margin:0;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mkp .yiv5914611712ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-sponsor
#yiv5914611712ygrp-lc {font-family:arial;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-sponsor #yiv5914611712ygrp-lc #yiv5914611712hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-sponsor #yiv5914611712ygrp-lc .yiv5914611712ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5914611712 #yiv5914611712actions
{font-family:verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5914611712
#yiv5914611712activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5914611712
#yiv5914611712activity span {font-weight:700;}#yiv5914611712
#yiv5914611712activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv5914611712 #yiv5914611712activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5914611712 #yiv5914611712activity span
span {color:#ff7900;}#yiv5914611712 #yiv5914611712activity span
.yiv5914611712underline {text-decoration:underline;}#yiv5914611712
.yiv5914611712attach
{clear:both;display:table;font-family:arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv5914611712 .yiv5914611712attach div a
{text-decoration:none;}#yiv5914611712 .yiv5914611712attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5914611712 .yiv5914611712attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5914611712 .yiv5914611712attach label a
{text-decoration:none;}#yiv5914611712 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv5914611712 .yiv5914611712bold
{font-family:arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5914611712
.yiv5914611712bold a {text-decoration:none;}#yiv5914611712 dd.yiv5914611712last
p a {font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv5914611712 dd.yiv5914611712last p
span {margin-right:10px;font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv5914611712
dd.yiv5914611712last p span.yiv5914611712yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv5914611712 div.yiv5914611712attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv5914611712 div.yiv5914611712attach-table
{width:400px;}#yiv5914611712 div.yiv5914611712file-title a, #yiv5914611712
div.yiv5914611712file-title a:active, #yiv5914611712
div.yiv5914611712file-title a:hover, #yiv5914611712 div.yiv5914611712file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5914611712 div.yiv5914611712photo-title a,
#yiv5914611712 div.yiv5914611712photo-title a:active, #yiv5914611712
div.yiv5914611712photo-title a:hover, #yiv5914611712
div.yiv5914611712photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5914611712
div#yiv5914611712ygrp-mlmsg #yiv5914611712ygrp-msg p a
span.yiv5914611712yshortcuts
{font-family:verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5914611712
.yiv5914611712green {color:#628c2a;}#yiv5914611712 .yiv5914611712msonormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv5914611712 o {font-size:0;}#yiv5914611712
#yiv5914611712photos div {float:left;width:72px;}#yiv5914611712
#yiv5914611712photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5914611712
#yiv5914611712photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5914611712
#yiv5914611712reco-category {font-size:77%;}#yiv5914611712
#yiv5914611712reco-desc {font-size:77%;}#yiv5914611712 .yiv5914611712replbq
{margin:4px;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-mlmsg select, #yiv5914611712 input, #yiv5914611712 textarea
{font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-mlmsg pre, #yiv5914611712 code {font:115%
monospace;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-mlmsg #yiv5914611712logo
{padding-bottom:10px;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-msg p a
{font-family:verdana;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-msg
p#yiv5914611712attach-count span {color:#1e66ae;font-weight:700;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-reco #yiv5914611712reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-sponsor
#yiv5914611712ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-sponsor #yiv5914611712ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-sponsor #yiv5914611712ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-text
{font-family:georgia;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv5914611712 #yiv5914611712ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5914611712
#yiv5914611712ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv5914611712