air mata buaya
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Emangnya salah kalau ngomong mikirin rakyat?Oh ente pikir ente saja yg mikirin 
rakyat mentang2 humanis?Jadi kalau ada orang dibunuh mati, yg bunuh tidak 
mikirin rakyat?Begitu juga kalau rakyatnya salah menduduki tanah orang lain, 
digusur juga nggak boleh krn tidak mikir rakyat?Gimana kalau ada radikal Islam 
mau merubah Pancasila menjadi negara syariah, ente ngomong apa? diem ‘kan 
karena ente yg agamais ndak setuju.Mana berani ente bilang harus dibela radikal 
Islam ini krn mereka rakyat?Ayo kita bikin tambah rumit lagi: kalau radikal 
Islam ini enggak bayar pajak krn miskin gimana? Ente belah ndak? Tapi hati2 loh 
kalau dibela, mereka2 ini akan gantung ente2 yg bukan Islam loh 
nantinya.Hehehehehe Seenak udelnya menduduki tanah orang, minta ganti rugi! 
Kalo ane yg punya tanah, malahan ane mau minta biaya sewa tanah yg sdh sekian 
lama tidak pernah dibayar. Hehehehehehehe. Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, November 29, 2016 11:17 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks   
ngomongnya mikiran rakyat tapi rakyat miskin melarat digusurin tanpa ganti rugi 
di cap penyerobot tanah negara bilangnya manis banget direlokasi dari tempat 
kumuh ke rusun yg layak tapi giliran mau diusir gak bisa bayar sewa ngomongnya 
sewa ya mesti bayar, mana ada omongan pemimpin yg dibetulin yg keluar justru 
his master's voice. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Ya itu bagus sekali kalau mikirin nya rakyat. Semua negara itu ada tujuannya 
buat rakyat. Kalau diselewengkan oleh pemimpinnya, ya pemimpinnya yg harus 
dibetulin bukan negaranya. Caranya macem2 utk betulin rakyat ini bisa 
kapitalisme, sosialisme atau campuran keduanya. Kan tujuannya rakyat bukan 
penerpan isme2 itu?! Bukannya negaranya disuruh pecah kaya’ usulannya jonathan 
dll yg keblinger.Ngapain ngurusin isme2 itu kalau tidak bisa ngurusin rakyat? 
Susi itu tetap kapitalis walaupun mikir rakyat.Dan susi itu adalah pemerintah 
juga. Nesare  From: [email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Tuesday, November 29, 2016 5:18 AM
To: NESARE <nesare1@...>; Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI 
FORUM HLD <diskusiforum@...>; GELORA_In <[email protected]>; Daeng 
<menakjinggo@...>; Gol <gogol.r@...>; Roeslan <roeslan12@...>; Mitri 
<scorpio2001id@...>; Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Harry Singgih 
<harrysinggih@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; Lingkar Sitompul 
<lingkarsitompul@...>; Ronggo A. <ronggo303@...>; Ajeg <ajegilelu@...>
Subject: Re: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks  
TambahanSoal Iphone, TV dll, saya anggap bukan prioritas sekarang. Jadi bukan 
soal import dan export yang prioritas. Yang seharusnya diprioritaskan sekarang 
di Indonesia adalah masalah tanah, masalah reforma agraria sejati, masalah 
kedaulatan pangan, masalah hak-hak demokratis rakyat, masalah buruh murah, 
masalah perlindungan kepada buruh migran, masalah melindungi sumber daya alam 
dan lingkungan, masalah kekerasan terhadap kaum perempuan, masalah militerisasi 
dan kekerasan aparat negara, kriminalisasi terhadap kegiatan rakyat yang 
membela hak-haknya, masalah membangun industri NASIONAL Terus terang saya 
berpihak kepada kaum tani, kaum buruh, kaum miskin kota, kaum nelayan, penduduk 
suku bangsa, kelas menengah KEBAWAH, pengusaha kecil dan menengah yang 
perkembangannya susah karena harus berkompetisi dengan multinasional Saya tidak 
berdiri bersama dengan kelas menengah atas, apalagi dengan kaum kabir dan 
komprador dan kaum penguasa!! Uh...haram buat saya. Hanya pemerintah yang bisa 
membantu mendorong pengusaha nasional, industri nasional melalui 
PROTEKSIONISME. Bukan saya! Emangnya saya ini siapa? He...he..he Wong bu 
Menteri Susi yang pernah usul supaya Indonesia keluar dari G20, juga dikentutin 
aja oleh pemerintahnya!!! On Tuesday, November 29, 2016 2:37 AM, Chan CT 
<sadar@...> wrote:   From: nesare1@... [GELORA45]Sent: Tuesday, November 29, 
2016 4:37 AMTo: [email protected]: RE: [GELORA45] Kopi Gayo dari 
Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks  Ada.Starbucks bukan menjajah. Starbucks 
melakukan bisnis diseluruh dunia termasuk Indonesia.Penjajahan itu jelek 
kan?Apakah starbucks masuk Indonesia itu jelek?Kalau jelek, berarti bung juga 
harus setuju dengan semua produk asing adalah jelek termasuk: iphone, tv 
Samsung, cangkul RRT, tractor kumatsu dari jepang, alat berat caterpillar 
dll.Begitu juga hasil eksport Indonesia keluar negeri itu juga jelek karena 
menjajah negara lain.Seharusnya kan mikirnya supaya kopi yg diproduksi 
diindonesia bisa menjadi tuan dirumahnya sendiri. bisnis kopi dikembangkan utk 
kemakmuran Indonesia.Ini masalah Indonesia. Kalau Indonesia belum mampu utk 
mengembangkan industry kopinya, ya jangan salahkan starbucks yang lebih pintar 
dalam memanfaatkan kopi produksi Indonesia. Indonesia harus bercermin apa 
salahnya? Kenapa tidak bisa membuka gerai2 model kopitiam yg dulu banyak 
diindonesia dan belakangan malahan diperkenalkan lagi di singapura, Malaysia 
dll. Baru2 belakangan ini Indonesia kopitiam ini diperkenalkan lagi tetapi itu 
mengikuti singapura dan Malaysia.Tolong dibantu bagaimana Indonesia dapat 
memajukan industry kopinya.Jangan ditertawakan apalagi dicemoh karena ada 
starbucks di Indonesia.NesareFrom: [email protected] 
[mailto:[email protected]
Sent: Monday, November 28, 2016 2:59 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD 
<diskusiforum@...>; GELORA_In <[email protected]>
Cc: Lusi.D <lusi_d@...>; Roeslan <roeslan12@...>; Daeng <menakjinggo@...>; Gol 
<gogol.r@...>; Mitri <scorpio2001id@...>; Rachmat Hadi-Soetjipto 
<nc-hadisora@...>; Harry Singgih <harrysinggih@...>; Jonathan Goeij 
<jonathangoeij@...>; Lingkar Sitompul <lingkarsitompul@...>; Ronggo A. 
<ronggo303@...>; Ajeg <ajegilelu@...>; Mang Broto <alimoerti@...>; Marsiswo 
Dirgantoro <mdirgantoro@...>; Farida Ishaja <farida.ishaja@...>; 
writejohan@...; Billy Gunadi <billygunadie@...>; denise_zaitun@...; indo1@...; 
octaviasyafarwati@...; c.manuputty7@...; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic 
Service Indonesia] <inengahk@...>
Subject: [GELORA45] Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks 
Ada yang bisa menjelaskan alasan untuk menerima "penjajahan" Starbucks, padahal 
bahan bakunya dari Indonesia sendiri?

Kopi Gayo dari Aceh Bahan Baku Utama Gerai Starbucks
SUDAH menjadi rahasia umum, gerai kopi yang terkenal di dunia seperti Starbucks 
tetap menggunakan bahan baku biji kopi Gayo dari Aceh untuk memuaskan pelanggan 
atau konsumennya.Bukan hanya itu, biji kopi dari Kintamani asal Bali pun juga 
menjadi pilihan bagi Starbucks sebagai bentuk kombinasi untuk mengolah sumber 
bahan baku kopi perusahaan AS tersebut.Inovasi dari Starbucks ini memang 
mempunyai nilai history panjang dengan negara Indonesia terkait aturan yang 
dibuat oleh pemerintah, walaupun Aceh sudah lebih dulu mengekspor biji kopi ke 
pelabuhan Seattle sebelum didistriubusikan ke berbagai gerai Starbucks.Menteri 
Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebelum Starbucks masuk ke Indonesia, 
Starbucks mengimpor kopi. Namun pemerintah mengeluarkan ketentuan soal 
kandungan lokal sehingg Starbuck mulai mengkombinasikan kopi lokal dan 
impor.“Itu dari Indonesia, tadinya pas mau masuk dia impor semua kan terus 
diberikan ketentuan, akhirnya dia gabung juga dengan lokal,” kata MS Hidayat di 
Jakarta, Selasa (25/6/2013).Sementara itu Dirjen Industri Kementerian 
Perindustrian Agro Benny Wahyudi menambahkan pembuatan kopi memang selalu tidak 
berasal dari satu sumber. Begitu juga dengan kopi gerai sekelas Starbucks. 
“Kalau namanya kopi, itu selalu blending (campur),” ujar Benny.Namun begitu, 
Starbucks tetap mempunyai lahan tersendiri untuk kebun kopi di Amerika Tengah 
dan Peru seluas 240 hektar yang mereka sulap juga menjadi pusat riset dan 
pengembangan agronomi. Berbagai inovasi bisnis, mulai dari racikan, fasilitas 
dan teknologi tidak pernah surut diperhatikan oleh perusahaan yang dipimpin 
oleh Howard Schultz ini.Dengan menggadangkan slogan “Great coffee everywhere” 
tentu saja penikmat kopi Starbucks pun akan merasakan sensasi beda disaat 
menikmati kopi Aceh di tempat aslinya. Sama-sama biji kopi dari satu sumber, 
yang tentunya beda harga. Tapi lewat inovasi, Starbucks telah berhasil 
melangkah jauh ke depan dan pastinya kopi di Aceh pun bisa lebih dari itu. 


Kirim email ke