Selasa, 3 Januari 2017 – 20:10 wib Jokowi: KalauPerlu Perusahaan BUMN Dipimpin 
Bule antJurnalis JAKARTA - PresidenJoko Widodo ( Jokowi) menegaskan, para 
pimpinan perusahaan badan usaha miliknegara (BUMN) harus memiliki semangat 
kompetisi yang kuat dan sehat agar BUMNdapat terus maju dan berkembang secara 
optimal. "Saya bahkan ingin ada tiga atau empat buleprofesional yang memimpin 
perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar sertatermotivasi dan berkompetisi 
dengan adanya orang-orang asing itu," katanyapada jamuan santap siang dengan 
para pemimpin redaksi media massa nasional diIstana Merdeka Jakarta, Selasa 
(3/1/2017). Terkait kehadiran bule profesional diperusahaan-perusahaan milik 
negara, Presiden menyatakan Indonesia perlu belajardari kemajuan 
perusahaan-perusahaan milik negara di Uni Emirat Arab (UEA). 
Perusahaan-perusahaan BUMN di negara itu pada awalnyadipimpin oleh orang-orang 
Eropa, karena fakta menunjukkan orang-orang kulitputih itu sudah lama memahami 
dan menguasai dunia bisnis secara modern. Namun sejak 1975, secara bertahap 
CEOperusahaan-perusahaan itu dipegang oleh orang-orang UEA yang belajar 
dariorang-orang asing tersebut atau yang telah belajar di luar negeri, 
sehinggakemudian perusahaan-perusahaan milik negara mengalami kemajuan pesat.  
"Saya mendapatkan penjelasanini secara langsung dari Syeikh Muhammad di Uni 
Emirat Arab beberapa waktulalu," kata Presiden Jokowi yang didampingi Menteri 
Sekretaris NegaraPratikno dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi 
SP.  Menurut Presiden, pola yang samajuga diterapkan di Singapura, bahkan 
sekolah-sekolah di negara itu pada awalnyadipimpin oleh orang-orang asing, 
sejak dari taman kanak-kanak hingga perguruantinggi.  "Jadi, intinya, bisa 
sajaorang-orang bule untuk sementara memimpin dan mengelola beberapa 
perusahaanBUMN agar perusahaan-perusahaan itu mengalami kemajuan secara pesat, 
tapikepemilikannya tetap. Perusahaan-perusahaan BUMN harus tetap milik 
negara,"katanya.  Tetapi Jokowi memuji kemajuan yangdicapai oleh 
perusahaan-perusahaan BUMN secara umum serta mendukung terwujudnyabeberapa 
penggabungan usaha (holding) BUMN, sebab holding menjadi kunci untukmenjadikan 
BUMN lebih kuat dan lincah.  Presiden pada pertemuan dengan parapemimpin 
redaksi media massa nasional juga menjelaskan upaya-upaya pemerintahpada 2017 
bagi tercapainya pemerataan ekonomi, terutama melalui redistribusiasset dan 
kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Pada bagian lain, 
Presidenmenyatakan prihatin dengan berkembangnya isu-isu yang tidak jelas 
melalui mediasosial, termasuk adanya buku "Jokowi Undercover" yang berisi 
fitnahdan tidak berdasarkan fakta sama sekali. Ia juga menyayangkan 
adanyamedia-media "mainstream" yang juga turut menyiarkan isu tidak 
jelassetelah isu dimaksud menjadi "trending topic". (rai)

Kirim email ke