"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah,perjuanganmu lebih sulit 
karena melawan bangsamu sendiri" 

- BK
--- jetaimemucho1@... wrote:

Kenapa nggak serahkan saja kepada bule jabatan presiden??? Dari pada "tidak 
langsung" kolonisasinya.... Kalau "langsung" kolonisasinya, pekerjaan para 
aktivis rakyat lebih "gampang". Rakyat akan lebih cepat dan lebih jelas melihat 
siapa yang menguasai negara yang terus menerus membuat mereka menderita tak 
habis-habisnya. Jadi tidak ditutupi oleh wajah orang Jawa yang "sopan santun" 
dan selalu "cengengesan" tapi membuat kaum tani mati pelan-pelan melalui proses 
pemiskinan.    
 On Wednesday, January 4, 2017 2:54 AM, ajeg wrote:    Selasa, 3 Januari 2017 – 
20:10 wib Jokowi: KalauPerlu Perusahaan BUMN Dipimpin Bule antJurnalis JAKARTA 
- PresidenJoko Widodo ( Jokowi) menegaskan, para pimpinan perusahaan badan 
usaha miliknegara (BUMN) harus memiliki semangat kompetisi yang kuat dan sehat 
agar BUMNdapat terus maju dan berkembang secara optimal. "Saya bahkan ingin ada 
tiga atau empat buleprofesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang 
kita belajar sertatermotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing 
itu," katanyapada jamuan santap siang dengan para pemimpin redaksi media massa 
nasional diIstana Merdeka Jakarta, Selasa (3/1/2017). Terkait kehadiran bule 
profesional diperusahaan-perusahaan milik negara, Presiden menyatakan Indonesia 
perlu belajardari kemajuan perusahaan-perusahaan milik negara di Uni Emirat 
Arab (UEA). Perusahaan-perusahaan BUMN di negara itu pada awalnyadipimpin oleh 
orang-orang Eropa, karena fakta menunjukkan orang-orang kulitputih itu sudah 
lama memahami dan menguasai dunia bisnis secara modern. Namun sejak 1975, 
secara bertahap CEOperusahaan-perusahaan itu dipegang oleh orang-orang UEA yang 
belajar dariorang-orang asing tersebut atau yang telah belajar di luar negeri, 
sehinggakemudian perusahaan-perusahaan milik negara mengalami kemajuan pesat.  
"Saya mendapatkan penjelasanini secara langsung dari Syeikh Muhammad di Uni 
Emirat Arab beberapa waktulalu," kata Presiden Jokowi yang didampingi Menteri 
Sekretaris NegaraPratikno dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi 
SP.  Menurut Presiden, pola yang samajuga diterapkan di Singapura, bahkan 
sekolah-sekolah di negara itu pada awalnyadipimpin oleh orang-orang asing, 
sejak dari taman kanak-kanak hingga perguruantinggi.  "Jadi, intinya, bisa 
sajaorang-orang bule untuk sementara memimpin dan mengelola beberapa 
perusahaanBUMN agar perusahaan-perusahaan itu mengalami kemajuan secara pesat, 
tapikepemilikannya tetap. Perusahaan-perusahaan BUMN harus tetap milik 
negara,"katanya.  Tetapi Jokowi memuji kemajuan yangdicapai oleh 
perusahaan-perusahaan BUMN secara umum serta mendukung terwujudnyabeberapa 
penggabungan usaha (holding) BUMN, sebab holding menjadi kunci untukmenjadikan 
BUMN lebih kuat dan lincah.  Presiden pada pertemuan dengan parapemimpin 
redaksi media massa nasional juga menjelaskan upaya-upaya pemerintahpada 2017 
bagi tercapainya pemerataan ekonomi, terutama melalui redistribusiasset dan 
kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Pada bagian lain, 
Presidenmenyatakan prihatin dengan berkembangnya isu-isu yang tidak jelas 
melalui mediasosial, termasuk adanya buku "Jokowi Undercover" yang berisi 
fitnahdan tidak berdasarkan fakta sama sekali. Ia juga menyayangkan 
adanyamedia-media "mainstream" yang juga turut menyiarkan isu tidak 
jelassetelah isu dimaksud menjadi "trending topic". (rai)
   

Kirim email ke