Ya, terutama yang sudah go public.
--- ambon@... wrote:
Apakah BUMN mengeluarkan laporan tahun untuk umum?

From: ajeg
Itu dia.Faktanya, bule ada yang tukang meramp.k tanah
sampai nyol.ng sepeda.
Trisakti cuma dijadikan gombalan k.mp.nye.
--- inengahk@... wrote:
Kalau menurut saya sangat setuju perusahaan BU…di pimpin orang professional, 
untuk memajukan perusahaan plat m… ini.Pengalaman dari awal merdeka, perusahaan 
ini sering jadi atm part… Pol… Kalau bisnis jangan dicampur adukan dengan suku 
ras dan golongan, kalau mau maju, india saja bisa maju karena banyak belajar 
dari negara 2 eropa.Cina juga pernah saya baca masih banyak belajar bisnis ke 
AS dan inggris.Sebab dinegara 2 ini dari 1600-1700 sudah ada peruhasaan bisnis

From: ajeg
 Selasa, 3 Januari 2017 – 20:10 wib Jokowi: Kalau Perlu Perusahaan BUMN 
Dipimpin Bule antJurnalis JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menegaskan, 
para pimpinan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) harus memiliki 
semangat kompetisi yang kuat dan sehat agar BUMN dapat terus maju dan 
berkembang secara optimal. "Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule 
profesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar serta 
termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu," katanya pada 
jamuan santap siang dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di Istana 
Merdeka Jakarta, Selasa (3/1/2017). Terkait kehadiran bule profesional di 
perusahaan-perusahaan milik negara, Presiden menyatakan Indonesia perlu belajar 
dari kemajuan perusahaan-perusahaan milik negara di Uni Emirat Arab (UEA). 
Perusahaan-perusahaan BUMN di negara itu pada awalnya dipimpin oleh orang-orang 
Eropa, karena fakta menunjukkan orang-orang kulit putih itu sudah lama memahami 
dan menguasai dunia bisnis secara modern. Namun sejak 1975, secara bertahap CEO 
perusahaan-perusahaan itu dipegang oleh orang-orang UEA yang belajar dari 
orang-orang asing tersebut atau yang telah belajar di luar negeri, sehingga 
kemudian perusahaan-perusahaan milik negara mengalami kemajuan pesat.  "Saya 
mendapatkan penjelasan ini secara langsung dari Syeikh Muhammad di Uni Emirat 
Arab beberapa waktu lalu," kata Presiden Jokowi yang didampingi Menteri 
Sekretaris Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan 
Budi SP.  Menurut Presiden, pola yang sama juga diterapkan di Singapura, bahkan 
sekolah-sekolah di negara itu pada awalnya dipimpin oleh orang-orang asing, 
sejak dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.  "Jadi, intinya, bisa 
saja orang-orang bule untuk sementara memimpin dan mengelola beberapa 
perusahaan BUMN agar perusahaan-perusahaan itu mengalami kemajuan secara pesat, 
tapi kepemilikannya tetap. Perusahaan-perusahaan BUMN harus tetap milik 
negara," katanya.  Tetapi Jokowi memuji kemajuan yang dicapai oleh 
perusahaan-perusahaan BUMN secara umum serta mendukung terwujudnya beberapa 
penggabungan usaha (holding) BUMN, sebab holding menjadi kunci untuk menjadikan 
BUMN lebih kuat dan lincah.  Presiden pada pertemuan dengan para pemimpin 
redaksi media massa nasional juga menjelaskan upaya-upaya pemerintah pada 2017 
bagi tercapainya pemerataan ekonomi, terutama melalui redistribusi asset dan 
kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Pada bagian lain, Presiden 
menyatakan prihatin dengan berkembangnya isu-isu yang tidak jelas melalui media 
sosial, termasuk adanya buku "Jokowi Undercover" yang berisi fitnah dan tidak 
berdasarkan fakta sama sekali. Ia juga menyayangkan adanya media-media 
"mainstream" yang juga turut menyiarkan isu tidak jelas setelah isu dimaksud 
menjadi "trending topic". (rai)

   

Kirim email ke