Kemakmuran dan kesejahteraan rakyat baru dapat mulai direalisasi kalau konflik-konflik tanah ini diselesaikan dengan adil. Mereka yang percaya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dapat dicapai melalui penanaman modal asing dan Pembangunan yang menerapkan Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sebenarnya tidak mengakui bahwa kontradiksi pokok yang harus diselesaikan adalah masalah agraria, masalah kepemilikan tanah. Sejak Suharto berkuasa tahun 1966, kebijakan ekonomi dan pembangunan PADA POKOKNYA tidak berubah....Selalu bersandar pada penanaman modal asing, selalu dengan urbanisasi.... Mengapa sudah berlalu lebih setengah abad, kemakmuran dan kesejahteraan semakin jauh?? Masih belum mengerti apa arti kekayaan 4 orang terkaya melebihi apa yang dimilik 100 juta rakyat Indonesia???? PIkirlah dari perspektif rakyat bukan dari perspektif konglomerat!!!
[GELORA45] 5 Provinsi dengan Konflik Agraria Terbanyak
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Wed, 01 Mar 2017 04:54:25 -0800
- [GELORA45] 5 Provinsi de... Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
- RE: [GELORA45] 5 Pr... [email protected] [GELORA45]
- Re: [GELORA45] ... Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
- RE: [GELORA... [email protected] [GELORA45]
- Re: [GE... Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
- RE... [email protected] [GELORA45]
- ... [email protected] [GELORA45]
- ... Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
- ... [email protected] [GELORA45]
- Re: [GELORA45] ... Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
- RE: [GELORA... [email protected] [GELORA45]
