Sayangnya tidak terjadi kan?!!

Rakyat masih memberi dukungan kepada partai politik. Kenapa? Karena partai 
politik itu adalah instrument dalam menjalankan politik bernegara.

 

Kalau orangnya yang gak bener, ya partai politiknya yang diberangus. Orangnya 
saja yang diralat.

Ini saran orang gak bener saja.

 

Emangnya ente2 ada ide untuk menerbangkan NKRI?

 

Kalau idenya seperti yusril mahendra ya saya gak belilah. Moso’ partai politik 
disuruh ditutup kalau anggotanya korupsi. Ya tutup semua partai politik di NKRI.

Lalu gimana NKRI bisa terbang? Terbang kelaut tenggelam didasar laut atau 
terbang keudara alias menguap dan sirna?

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, March 13, 2017 5:00 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Haris Azhar: Korupsi E-KTP Perlihatkan,Ribut-ribut 
Pilkada Cuma "Dagelan"

 

  

Harusnya sejak 2004 partai-partai dihukum dengan tidak diberi suara dukungan. 
Dan terus tekan seperti itu sampai mereka menunjukkan tanda berobah dari geng 
perampok / pembajak negara menjadi partai politik betulan.





Karena parpol-parpol itu terbukti tidak mampu memberikan pendidikan politik 
yang baik maka Rakyat, orangtua kandung seluruh lembaga negara, terpaksa harus 
mendidik mereka dengan benar; jangan beri mereka kesempatan memasuki "cockpit" 
lalu menerbangkan pesawat NKRI seenak udelnya.

 

  

Benar sekali,  Haris Azhar! Gesekan dan kontradiksi di kalangan elit penguasa 
adalah hal yang normal. Bukan saja mereka bersatu dalam merampok uang rakyat 
tapi juga bersatu dalam menghadapi perlawanan rakyat. Sayangnya masih terus 
saja ada orang kiri yang terpikat dengan mesem-mesemnya Jokowi dan menganggap 
dia "orang baik". "Orang baik" itu sudah mengeluarkan peraturan yang terus 
mempertahankan upah murah buruh tapi memberi tax holiday dan tax amnesty justru 
kepada para konglomerat dan modal asing, mempermudah eksplotasi kekayaan 
tambang rakyat untuk keuntungan para pemodal asing, ribuan konflik tanah sama 
sekali tidak mendapat perhatian, pembangunan mega proyek infrastruktur yang 
terus merampas tanah rakyat, tuntutan hak-hak buruh migran belum/tidak 
diperhatikan. reform agraria yang justru akan mempermudah pemasaran tanah.... 
Tapi semua ini dilupakan oleh para pendukung Jokowi.. , senyum-senyumnya dan 
pembangunan neo-liberal yang hanya menguntungkan pengusaha dan kelas menengah 
keatas , itu terus mengikat para pendukung butanya.

 

On Monday, March 13, 2017 9:03 AM, j.gedearka wrote:

 

http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16472591/haris.azhar. 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16472591/haris.azhar.korupsi.e-ktp.perlihatkan.ribut-ribut.pilkada.cuma.dagelan>
 

korupsi.e-ktp.perlihatkan.ribut-ribut.pilkada.cuma.dagelan 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16472591/haris.azhar.korupsi.e-ktp.perlihatkan.ribut-ribut.pilkada.cuma.dagelan>
 .


Haris Azhar: Korupsi E-KTP Perlihatkan 


Ribut-ribut Pilkada Cuma "Dagelan" 


Minggu, 12 Maret 2017 | 16:47 WIB

1557

Shares

KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Sejumlah aktivis antikorupsi mendesak agar 
pihak-pihak yang disebut dalam dakwaan kasus e-KTP segera dinonaktifkan, Minggu 
(12/3/2017).


Terkait


*       Ombudsman Diminta Turun Tangan Soal Dampak Korupsi E-KTP 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16161811/ombudsman.diminta.turun.tangan.soal.dampak.korupsi.e-ktp>
  
*        
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16142161/.alasan.blanko.habis.faktanya.banyak.pejabat.terindikasi.korupsi.e-ktp.>
 "Alasan Blanko Habis, Faktanya Banyak Pejabat Terindikasi Korupsi E-KTP" 
*       Aktivis Minta Pejabat yang Disebut dalam Dakwaan E-KTP Dinonaktifkan 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/15135791/aktivis.minta.pejabat.yang.disebut.dalam.dakwaan.e-ktp.dinonaktifkan>
  
*       Curigai Pengusutan Kasus Korupsi E-KTP, Fahri Hamzah Usulkan Angket 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/12433801/curigai.pengusutan.kasus.korupsi.e-ktp.fahri.hamzah.usulkan.angket>
  
*       Tangani Korupsi E-KTP, KPK Diminta Tak Terpengaruh Situasi Politik 
<http://regional.kompas.com/read/2017/03/12/10150561/tangani.korupsi.e-ktp.kpk.diminta.tak.terpengaruh.situasi.politik>
  
*       Hindari Kesan Politis dalam Kasus E-KTP, Ini Saran untuk KPK 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/07181521/hindari.kesan.politis.dalam.kasus.e-ktp.ini.saran.untuk.kpk>
  
*       Fadli Zon Nilai Nama yang Terseret Kasus E-KTP Baru Keterangan Sepihak 
<http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/06562321/fadli.zon.nilai.nama.yang.terseret.kasus.e-ktp.baru.keterangan.sepihak>
  

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak 
Kekerasan (Kontras)  <http://indeks.kompas.com/tag/haris.azhar> Haris Azhar 
berpendapat, disebutnya sejumlah nama anggota DPR dan pejabat pemerintah yang 
diduga terlibat kasus korupsi  <http://indeks.kompas.com/tag/e-ktp> e-KTP 
memperlihatkan bahwa partai politik belum sepenuhnya mewakili aspirasi 
masyarakat.

"Hampir semua partai di sana. Semua anggota atau pejabat partai sama-sama 
maling. Dan ini jadi mengonfirmasi kebencian publik terhadap politik buruk yang 
dipraktikan partai politik," kata Haris di gedung  
<http://indeks.kompas.com/tag/kpk> KPK, Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Hal ini juga, menurut Haris, memperlihatkan bahwa keributan antarpartai dalam 
pelaksanaan Pilkada 2017 hanya dagelan. Sebab, meskipun saat ini partai-partai 
saling bertentangan dalam mengusung calon kepala daerah, namun di lain hal, 
partai-partai tersebut justru bersekongkol mencuri uang rakyat.

"Kalau lihat dari partai-partai yang ada dibelakang korupsi ini mengonfirmasi 
bahwa ribut-ribut pilkada cuma dagelan saja," kata dia.

Menurut Haris, para pejabat publik yang diduga terlibat dalam kasus ini 
sedianya dinonaktifkan terlebih dahulu agar pengusutan kasusnya berjalan lancar.

"Jadi sebaiknya Presiden harus gerak cepat untuk mengambil tindakan cepat 
bertahap, yang progesif bagi  <http://indeks.kompas.com/tag/kpk> KPK, supaya  
<http://indeks.kompas.com/tag/kpk> KPK bisa cepat (mengusut tuntas), karena 
masyarakat menunggu dan mengawasi," kata Haris.

Kompas TV Bukti aliran dana akan menjadi penentu, apakah kasus korupsi KTP 
elektronik akan menambah daftar panjang pihak yang akan terjerat hukum.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:


*       Dugaan Korupsi Proyek E-KTP 
<http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3058/1/dugaan.korupsi.proyek.e-ktp> 


Penulis

: Fachri Fachrudin


Editor

: Ana Shofiana Syatiri

TAG:

*       korupsi e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/korupsi.e-KTP>  
*       kasus e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/kasus.e-KTP>  
*       proyek e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/proyek.e-KTP>  
*       e-ktp <http://indeks.kompas.com/tag/e-ktp>  

 



Kirim email ke