menerbangkan nkri, jangan menebang nkri.......

2017-03-13 15:15 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Sayangnya tidak terjadi kan?!!
>
> Rakyat masih memberi dukungan kepada partai politik. Kenapa? Karena partai
> politik itu adalah instrument dalam menjalankan politik bernegara.
>
>
>
> Kalau orangnya yang gak bener, ya partai politiknya yang diberangus.
> Orangnya saja yang diralat.
>
> Ini saran orang gak bener saja.
>
>
>
> Emangnya ente2 ada ide untuk menerbangkan NKRI?
>
>
>
> Kalau idenya seperti yusril mahendra ya saya gak belilah. Moso’ partai
> politik disuruh ditutup kalau anggotanya korupsi. Ya tutup semua partai
> politik di NKRI.
>
> Lalu gimana NKRI bisa terbang? Terbang kelaut tenggelam didasar laut atau
> terbang keudara alias menguap dan sirna?
>
>
>
> Nesare
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Monday, March 13, 2017 5:00 AM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [GELORA45] Haris Azhar: Korupsi E-KTP
> Perlihatkan,Ribut-ribut Pilkada Cuma "Dagelan"
>
>
>
>
>
> Harusnya sejak 2004 partai-partai dihukum dengan tidak diberi suara
> dukungan. Dan terus tekan seperti itu sampai mereka menunjukkan tanda
> berobah dari geng perampok / pembajak negara menjadi partai politik betulan.
>
>
>
> Karena parpol-parpol itu terbukti tidak mampu memberikan pendidikan
> politik yang baik maka Rakyat, orangtua kandung seluruh lembaga negara,
> terpaksa harus mendidik mereka dengan benar; jangan beri mereka kesempatan
> memasuki "cockpit" lalu menerbangkan pesawat NKRI seenak udelnya.
>
>
>
>
>
> Benar sekali,  Haris Azhar! Gesekan dan kontradiksi di kalangan elit
> penguasa adalah hal yang normal. Bukan saja mereka bersatu dalam merampok
> uang rakyat tapi juga bersatu dalam menghadapi perlawanan rakyat. Sayangnya
> masih terus saja ada orang kiri yang terpikat dengan mesem-mesemnya Jokowi
> dan menganggap dia "orang baik". "Orang baik" itu sudah mengeluarkan
> peraturan yang terus mempertahankan upah murah buruh tapi memberi tax
> holiday dan tax amnesty justru kepada para konglomerat dan modal asing,
> mempermudah eksplotasi kekayaan tambang rakyat untuk keuntungan para
> pemodal asing, ribuan konflik tanah sama sekali tidak mendapat perhatian,
> pembangunan mega proyek infrastruktur yang terus merampas tanah rakyat,
> tuntutan hak-hak buruh migran belum/tidak diperhatikan. reform agraria yang
> justru akan mempermudah pemasaran tanah.... Tapi semua ini dilupakan oleh
> para pendukung Jokowi.. , senyum-senyumnya dan pembangunan neo-liberal yang
> hanya menguntungkan pengusaha dan kelas menengah keatas , itu terus
> mengikat para pendukung butanya.
>
>
>
> On Monday, March 13, 2017 9:03 AM, j.gedearka wrote:
>
>
>
> http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16472591/haris.azhar.
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16472591/haris.azhar.korupsi.e-ktp.perlihatkan.ribut-ribut.pilkada.cuma.dagelan>
>
> korupsi.e-ktp.perlihatkan.ribut-ribut.pilkada.cuma.dagelan
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16472591/haris.azhar.korupsi.e-ktp.perlihatkan.ribut-ribut.pilkada.cuma.dagelan>
> .
> Haris Azhar: Korupsi E-KTP Perlihatkan Ribut-ribut Pilkada Cuma "Dagelan"
>
> Minggu, 12 Maret 2017 | 16:47 WIB
>
> 1557
>
> Shares
>
> [image: alt]KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Sejumlah aktivis antikorupsi
> mendesak agar pihak-pihak yang disebut dalam dakwaan kasus e-KTP segera
> dinonaktifkan, Minggu (12/3/2017).
> Terkait
>
>    - Ombudsman Diminta Turun Tangan Soal Dampak Korupsi E-KTP
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16161811/ombudsman.diminta.turun.tangan.soal.dampak.korupsi.e-ktp>
>    - "Alasan Blanko Habis, Faktanya Banyak Pejabat Terindikasi Korupsi
>    E-KTP"
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/16142161/.alasan.blanko.habis.faktanya.banyak.pejabat.terindikasi.korupsi.e-ktp.>
>    - Aktivis Minta Pejabat yang Disebut dalam Dakwaan E-KTP Dinonaktifkan
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/15135791/aktivis.minta.pejabat.yang.disebut.dalam.dakwaan.e-ktp.dinonaktifkan>
>    - Curigai Pengusutan Kasus Korupsi E-KTP, Fahri Hamzah Usulkan Angket
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/12433801/curigai.pengusutan.kasus.korupsi.e-ktp.fahri.hamzah.usulkan.angket>
>    - Tangani Korupsi E-KTP, KPK Diminta Tak Terpengaruh Situasi Politik
>    
> <http://regional.kompas.com/read/2017/03/12/10150561/tangani.korupsi.e-ktp.kpk.diminta.tak.terpengaruh.situasi.politik>
>    - Hindari Kesan Politis dalam Kasus E-KTP, Ini Saran untuk KPK
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/07181521/hindari.kesan.politis.dalam.kasus.e-ktp.ini.saran.untuk.kpk>
>    - Fadli Zon Nilai Nama yang Terseret Kasus E-KTP Baru Keterangan
>    Sepihak
>    
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/03/12/06562321/fadli.zon.nilai.nama.yang.terseret.kasus.e-ktp.baru.keterangan.sepihak>
>
> *JAKARTA, KOMPAS.com* - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
> Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar
> <http://indeks.kompas.com/tag/haris.azhar> berpendapat, disebutnya
> sejumlah nama anggota DPR dan pejabat pemerintah yang diduga terlibat kasus
> korupsi e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/e-ktp> memperlihatkan bahwa
> partai politik belum sepenuhnya mewakili aspirasi masyarakat.
>
> "Hampir semua partai di sana. Semua anggota atau pejabat partai sama-sama
> maling. Dan ini jadi mengonfirmasi kebencian publik terhadap politik buruk
> yang dipraktikan partai politik," kata Haris di gedung KPK
> <http://indeks.kompas.com/tag/kpk>, Jakarta, Minggu (12/3/2017).
>
> Hal ini juga, menurut Haris, memperlihatkan bahwa keributan antarpartai
> dalam pelaksanaan Pilkada 2017 hanya *dagelan*. Sebab, meskipun saat ini
> partai-partai saling bertentangan dalam mengusung calon kepala daerah,
> namun di lain hal, partai-partai tersebut justru bersekongkol mencuri uang
> rakyat.
>
> "Kalau lihat dari partai-partai yang ada dibelakang korupsi ini
> mengonfirmasi bahwa ribut-ribut pilkada cuma *dagelan* saja," kata dia.
>
> Menurut Haris, para pejabat publik yang diduga terlibat dalam kasus ini
> sedianya dinonaktifkan terlebih dahulu agar pengusutan kasusnya berjalan
> lancar.
>
> "Jadi sebaiknya Presiden harus gerak cepat untuk mengambil tindakan cepat
> bertahap, yang progesif bagi KPK <http://indeks.kompas.com/tag/kpk>,
> supaya KPK <http://indeks.kompas.com/tag/kpk> bisa cepat (mengusut
> tuntas), karena masyarakat menunggu dan mengawasi," kata Haris.
>
> Kompas TV Bukti aliran dana akan menjadi penentu, apakah kasus korupsi
> KTP elektronik akan menambah daftar panjang pihak yang akan terjerat hukum.
>
>
> Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
>
>    - Dugaan Korupsi Proyek E-KTP
>    
> <http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3058/1/dugaan.korupsi.proyek.e-ktp>
>
> Penulis
>
> : Fachri Fachrudin
>
> Editor
>
> : Ana Shofiana Syatiri
>
> TAG:
>
>    - korupsi e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/korupsi.e-KTP>
>    - kasus e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/kasus.e-KTP>
>    - proyek e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/proyek.e-KTP>
>    - e-ktp <http://indeks.kompas.com/tag/e-ktp>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke