Barangkali tidak mau kalah dengan si komandan pemuda pancasila
kalajengking. Atau sekedar mengayun-ayunkan pedang Don Quichotte?
Heheheh


Am Thu,
18 May 2017 15:55:26 +0000 (UTC) schrieb "ajeg [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>:

> Memang aneh, kenapa contoh yang disebut Jokowi untuk digebuk 
> malah PKI yang sudah marhum, bukan HTI yang masih segar bugar 
> dan baru mau dibubarkan karena katanya anti Pancasila. Kenapa 
> yang dicontohkan sebagai musuh masyarakat itu komunis? Ini mah 
> musuh dari sudut pandangnya kapitalis / nekolim.
> 
> Jadi, kelihatannya proyek balkanisasi terhadap Indonesia yang 
> dilancarkan nekolim saat reformasi (dimulai dengan lepasnya Timtim; 
> konflik berdarah di Sampit / Kalbar; Perang Ambon yang merembet 
> ke Poso; hingga Bom Bali) yang sempat dihadang Gus Dur - sampai 
> beliau dijungkalkan - masih berlangsung. 
> 
> Sekarang, nekolim seperti mendapatkan boneka yang pas untuk 
> ditokohkan sebagai kunci penuntasan balkanisasi. 
> 
> 
> 
>    --- roeslan12@... wrote:
> Betul Bung Ajeg,yang digebuk Jokowi  sekang ini justru elemen-elemen
> yang  menuntut kembsli keUUD 45 dan PANCASILA  1 Juni 1945, dengan
> tuduhan makar. Tapi yang benar-benar mempersiapkan makar seperti FPI
> yang sudah siapmau mengganti NKRI dengan pemerintahan Kekalifahan
> dengan Habib Rizieq sebagai presidennya malah terkesan dilindungi,
> dengan caramembuat isu-isu  yang bernasa kebencian, misalnya seruan
> bahwa PKI hidup lagi, danharus digebuk, padahal tidak ada faktanya.
>  Jadi sungguh relevan jika kita melontarkan  pernyataan bahwa rezim
> Jokowi telah mengindap Paranoidsyndrome.    Roeslan. 

Von: ajeg 

> Yang pasti, mereka yang meminta kembali ke UUD'45 (Rachmawati
> cs) justru ditangkap saat Aksi 212 dengan tuduhan makar.
> 
> --- roeslan12@... wrote:  
> Refleksi :Sampai sekarang tidak ada gejala-gejala PKI muncul
> kembali, Biasanya yang berteriak-teriak PKImuncul kemnbali itu MUI
> dan FPI, dan sebangsanya,  yang hanya teriakan untuk menakut-nakuti
> Rakyat,dalam konteks ini Polri-pun belum bisa membuktikan  adanya
> gerakaan Penghidupan kembnali PKI. Jadi dalam konteks ini,
> nampaknyaJokowi latah, menirukan teriakan-teriakan FPI yang tanpa
> bukti-bukti.  Gerakan yang muncul sekarang ini yang membahayakan
> keutuhan bangsa dan NKRI adalah HTI, FPI dan MUI, yang secara lantang
> menentang Pancasila 1 Juni 1945. initercermin dalam teriakan ketum
> FPI Habib Rizieq Shap yang menghina ideologi negara yaituPancasila
> yang disamakan dengan Pancagila, tapi tidak diambil tindakan apapun,
> malahdibiarkanbebaskabur keluarnegeri. Penomena apa ini ??? Jika
> Jokowi memang Jujur dan Iklas hendak membela keutuhan NKRI,Pancasila
> 1Juni 1945 danUUD 1945, seharusnya Jokowi secara terus terang harus
> berani mengatakan bahwaMUI dan FPI dan sebangsaya-lah yang harus
> digebuk. Ironinya Jokowi masih takut-takutsecara terus terang melawan
> MUI dan FPI yang adalah terlibat dalam jarinfan HTI,yang anti
> Pancasila, maka harus digebuk, Jokowi berani terus terang mengatakan
> akan gebukPKI, ya memang sekarang ini sudah tidak ada PKI, jadi
> tiadak ada resikonyabeteriak-teriak mau gebuk PKI, jadi teriakan
> Jokowi gebuk PKI mengandung maksudyang tidak baik bagi dirinya
> sendiri (an sich), ditinjau dari sudap pandang moral ( secaea
> filsafat), kerenaucapan itu mengandung pamrih agar supaya didukung
> dan polulerdikalangn HTI, MU; FPI dan elemen-elemen orde baru yang
> kini sedang mempersiapkan diri mengahapi pemilu 2019.Ini tercermin
> dalam penomena PILKADA Jakarta 2017.    Roeslan. 

Von: Lusi D Kutipan:
> <>Presiden tidak secara khusus mengatakan organisasi mana yangia
> maksud tetapi mengatakan hal ini termasuk PKI. "Kalau PKI muncul
> gebug saja," Jokowi menegaskan.<> Itu lagaknya si krempeng aja supaya
> dianggap keker deh.
> 
> Lho PKI itu sejak lahir sudah sering digebug. Oleh kolonial Belanda,
> oleh fasis Jepang. Eh jaman permulaan RI muncul lagi dan laskar
> rakyatnya berani mempertahankan RI di garis depan di sepanjang
> demarkasi atau wilayah perbatasan RI ketika melawan agresi Belanda
> ke-1 dan ke-2. Ah, waktu itu si Jokowi belum lahir. 
> 
> Nah waktu Sidang MPR di Bandung memutuskan Pancasila sebagai dasar
> negara apa Jokowi belum bisa baca koran? Kok sampai sekarang tidak
> mengerti kalau PKI itu termasuk yang membela Pancasila. Atau yang
> dimaksud Jokowi itu "pancasila"-nya Harto keok itu?
> 
> Nah yang sekarang kapan muncul lagi? Emangnya ada yang sukarela
> digebug? hehehe
> 
> Am Thu, 18 May 2017 11:17:51 +0200
> schrieb j.gedearka :
> 
> > http://www.antaranews.com/berita/629767/presiden-akan-gebug-organisasi-anti-pancasila?
> > 
> > utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
> > 
> > 
> > *Presiden akan "gebug" organisasi anti-Pancasila*
> > 
> > Rabu, 17 Mei 2017 17:23 WIB | 8.208 Views
> > Pewarta: Meidyatama Suryodiningrat
> > Presiden akan
> > Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Mensesneg Pratikno 
> > (keempat kanan) menyampaikan arahan saat pertemuan dengan pemimpin 
> > redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu
> > (17/5/2017). Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Kapolri
> > bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika ada
> > pihak-pihak yang memecah belah masyarakat, mengancam negara dengan
> > paham yang bertentangan dengan hukum dan dasar negara.
> > (ANTARA /Puspa Perwitasar)
> > 
> > Saya katakan kepada Kapolri jangan terpengaruh pakai
> > hitung-hitungan yang lain. Kalau ada bukti silahkan ditindak. Kalau
> > gebug, ya gebug saja! Jangan sampai ragu-ragu...." 
> > 
> > Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo berjanji akan
> > bertindak tegas secara hukum kepada kelompok-kelompok dan
> > organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
> > 
> > Presiden dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media
> > nasional, di Jakarta, Rabu, mengatakan telah meminta Kapolri untuk
> > bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika ada
> > pihak-pihak yang memecah belah masyarakat, mengancam negara dengan
> > paham yang bertentangan dengan hukum, dasar negara, termasuk
> > gerakan PKI.
> > 
> > "Saya katakan kepada Kapolri jangan terpengaruh pakai
> > hitung-hitungan yang lain. Kalau ada bukti silahkan ditindak. Kalau
> > gebug, ya gebug saja! Jangan sampai ragu-ragu. Organisasi yang
> > sudah jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 45 dan hukum harus
> > ditindak," kata Presiden di Istana Merdeka.
> > 
> > Presiden mengingatkan bahwa dia dipilih oleh rakyat, dan dilantik 
> > sebagai presiden harus berpegangan dan menjaga konstitusi.
> > 
> > Presiden tidak secara khusus mengatakan organisasi mana yang ia
> > maksud tetapi mengatakan hal ini termasuk PKI. "Kalau PKI muncul
> > gebug saja," Jokowi menegaskan.
> > 
> > Presiden juga mengatakan bahwa ia menghargai hak mengeluarkan
> > pendapat dan berdemokrasi, tapi Indonesia juga negara yang berdasar
> > hukum yang harus ditaati dan ditegakkan.
> > 
> > Saat ditanya oleh mengapa ia menggunakan istilah 'gebug' dan bukan
> > yang lain seperti 'jewer', Presiden mengatakan bahwa ia ingin
> > menunjukkan ketegasan.
> > 
> > "Istilah yang paling cocok itu 'gebug', kalau saya pakai istilah
> > 'jewer' nanti dianggap tidak tegas," ujar Presiden.
> > 
> > Editor: B Kunto Wibisono
> > 
> > COPYRIGHT © ANTARA 2017
> > 
> > 
> > 
> >   
> 
>    

Kirim email ke