*Apakah rezim Jokowi-Kalla pancasilais?* 2017-05-19 16:21 GMT+02:00 ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > Mengayun-ayunkan pedang sekaligus jadi kitiran itu sendiri. > > --- lusi_d@... wrote: > > Barangkali tidak mau kalah dengan si komandan pemuda pancasila > kalajengking. Atau sekedar mengayun-ayunkan pedang Don Quichotte? > Heheheh > > Am Thu, > > 18 May 2017 15:55:26 +0000 (UTC) schrieb ajeg : > > > Memang aneh, kenapa contoh yang disebut Jokowi untuk digebuk > > malah PKI yang sudah marhum, bukan HTI yang masih segar bugar > > dan baru mau dibubarkan karena katanya anti Pancasila. Kenapa > > yang dicontohkan sebagai musuh masyarakat itu komunis? Ini mah > > musuh dari sudut pandangnya kapitalis / nekolim. > > > > Jadi, kelihatannya proyek balkanisasi terhadap Indonesia yang > > dilancarkan nekolim saat reformasi (dimulai dengan lepasnya Timtim; > > konflik berdarah di Sampit / Kalbar; Perang Ambon yang merembet > > ke Poso; hingga Bom Bali) yang sempat dihadang Gus Dur - sampai > > beliau dijungkalkan - masih berlangsung. > > > > Sekarang, nekolim seperti mendapatkan boneka yang pas untuk > > ditokohkan sebagai kunci penuntasan balkanisasi. > > > > --- roeslan12@... wrote: > > Betul Bung Ajeg,yang digebuk Jokowi sekang ini justru elemen-elemen > > yang menuntut kembsli keUUD 45 dan PANCASILA 1 Juni 1945, dengan > > tuduhan makar. Tapi yang benar-benar mempersiapkan makar seperti FPI > > yang sudah siapmau mengganti NKRI dengan pemerintahan Kekalifahan > > dengan Habib Rizieq sebagai presidennya malah terkesan dilindungi, > > dengan caramembuat isu-isu yang bernasa kebencian, misalnya seruan > > bahwa PKI hidup lagi, danharus digebuk, padahal tidak ada faktanya. > > Jadi sungguh relevan jika kita melontarkan pernyataan bahwa rezim > > Jokowi telah mengindap Paranoidsyndrome. Roeslan. > > > > Von: ajeg > > > > Yang pasti, mereka yang meminta kembali ke UUD'45 (Rachmawati cs) > > justru ditangkap saat Aksi 212 dengan tuduhan makar. > > > > --- roeslan12@... wrote: > > Refleksi :Sampai sekarang tidak ada gejala-gejala PKI muncul > > kembali, Biasanya yang berteriak-teriak PKImuncul kemnbali itu MUI > > dan FPI, dan sebangsanya, yang hanya teriakan untuk menakut-nakuti > > Rakyat,dalam konteks ini Polri-pun belum bisa membuktikan adanya > > gerakaan Penghidupan kembnali PKI. Jadi dalam konteks ini, > > nampaknyaJokowi latah, menirukan teriakan-teriakan FPI yang tanpa > > bukti-bukti. Gerakan yang muncul sekarang ini yang membahayakan > > keutuhan bangsa dan NKRI adalah HTI, FPI dan MUI, yang secara lantang > > menentang Pancasila 1 Juni 1945. initercermin dalam teriakan ketum > > FPI Habib Rizieq Shap yang menghina ideologi negara yaituPancasila > > yang disamakan dengan Pancagila, tapi tidak diambil tindakan apapun, > > malahdibiarkanbebaskabur keluarnegeri. Penomena apa ini ??? Jika > > Jokowi memang Jujur dan Iklas hendak membela keutuhan NKRI,Pancasila > > 1Juni 1945 danUUD 1945, seharusnya Jokowi secara terus terang harus > > berani mengatakan bahwaMUI dan FPI dan sebangsaya-lah yang harus > > digebuk. Ironinya Jokowi masih takut-takutsecara terus terang melawan > > MUI dan FPI yang adalah terlibat dalam jarinfan HTI,yang anti > > Pancasila, maka harus digebuk, Jokowi berani terus terang mengatakan > > akan gebukPKI, ya memang sekarang ini sudah tidak ada PKI, jadi > > tiadak ada resikonyabeteriak-teriak mau gebuk PKI, jadi teriakan > > Jokowi gebuk PKI mengandung maksudyang tidak baik bagi dirinya > > sendiri (an sich), ditinjau dari sudap pandang moral ( secaea > > filsafat), kerenaucapan itu mengandung pamrih agar supaya didukung > > dan polulerdikalangn HTI, MU; FPI dan elemen-elemen orde baru yang > > kini sedang mempersiapkan diri mengahapi pemilu 2019.Ini tercermin > > dalam penomena PILKADA Jakarta 2017. Roeslan. > > Von: Lusi D Kutipan: > > <>Presiden tidak secara khusus mengatakan organisasi mana yangia > > maksud tetapi mengatakan hal ini termasuk PKI. "Kalau PKI muncul > > gebug saja," Jokowi menegaskan.<> Itu lagaknya si krempeng aja supaya > > dianggap keker deh. > > > > Lho PKI itu sejak lahir sudah sering digebug. Oleh kolonial Belanda, > > oleh fasis Jepang. Eh jaman permulaan RI muncul lagi dan laskar > > rakyatnya berani mempertahankan RI di garis depan di sepanjang > > demarkasi atau wilayah perbatasan RI ketika melawan agresi Belanda > > ke-1 dan ke-2. Ah, waktu itu si Jokowi belum lahir. > > > > Nah waktu Sidang MPR di Bandung memutuskan Pancasila sebagai dasar > > negara apa Jokowi belum bisa baca koran? Kok sampai sekarang tidak > > mengerti kalau PKI itu termasuk yang membela Pancasila. Atau yang > > dimaksud Jokowi itu "pancasila"-nya Harto keok itu? > > > > Nah yang sekarang kapan muncul lagi? Emangnya ada yang sukarela > > digebug? hehehe > > > > Am Thu, 18 May 2017 11:17:51 +0200 > > schrieb j.gedearka : > > > > > > http://www.antaranews.com/berita/629767/presiden-akan- > gebug-organisasi-anti-pancasila? > > > > > > utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news > > > > > > > > > *Presiden akan "gebug" organisasi anti-Pancasila* > > > > > > Rabu, 17 Mei 2017 17:23 WIB | 8.208 Views > > > Pewarta: Meidyatama Suryodiningrat > > > Presiden akan > > > Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Mensesneg Pratikno > > > (keempat kanan) menyampaikan arahan saat pertemuan dengan pemimpin > > > redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu > > > (17/5/2017). Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta Kapolri > > > bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika ada > > > pihak-pihak yang memecah belah masyarakat, mengancam negara dengan > > > paham yang bertentangan dengan hukum dan dasar negara. > > > (ANTARA /Puspa Perwitasar) > > > > > > Saya katakan kepada Kapolri jangan terpengaruh pakai > > > hitung-hitungan yang lain. Kalau ada bukti silahkan ditindak. Kalau > > > gebug, ya gebug saja! Jangan sampai ragu-ragu...." > > > > > > Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo berjanji akan > > > bertindak tegas secara hukum kepada kelompok-kelompok dan > > > organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. > > > > > > Presiden dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media > > > nasional, di Jakarta, Rabu, mengatakan telah meminta Kapolri untuk > > > bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku jika ada > > > pihak-pihak yang memecah belah masyarakat, mengancam negara dengan > > > paham yang bertentangan dengan hukum, dasar negara, termasuk > > > gerakan PKI. > > > > > > "Saya katakan kepada Kapolri jangan terpengaruh pakai > > > hitung-hitungan yang lain. Kalau ada bukti silahkan ditindak. Kalau > > > gebug, ya gebug saja! Jangan sampai ragu-ragu. Organisasi yang > > > sudah jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 45 dan hukum harus > > > ditindak," kata Presiden di Istana Merdeka. > > > > > > Presiden mengingatkan bahwa dia dipilih oleh rakyat, dan dilantik > > > sebagai presiden harus berpegangan dan menjaga konstitusi. > > > > > > Presiden tidak secara khusus mengatakan organisasi mana yang ia > > > maksud tetapi mengatakan hal ini termasuk PKI. "Kalau PKI muncul > > > gebug saja," Jokowi menegaskan. > > > > > > Presiden juga mengatakan bahwa ia menghargai hak mengeluarkan > > > pendapat dan berdemokrasi, tapi Indonesia juga negara yang berdasar > > > hukum yang harus ditaati dan ditegakkan. > > > > > > Saat ditanya oleh mengapa ia menggunakan istilah 'gebug' dan bukan > > > yang lain seperti 'jewer', Presiden mengatakan bahwa ia ingin > > > menunjukkan ketegasan. > > > > > > "Istilah yang paling cocok itu 'gebug', kalau saya pakai istilah > > > 'jewer' nanti dianggap tidak tegas," ujar Presiden. > > > > > > Editor: B Kunto Wibisono > > > > > > COPYRIGHT © ANTARA 2017 > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
