Pada Senin, 26 Juni 2017 19:19, "kh djie [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
Bung Chan,Fotonya kelihatannya sudah lawas ? Tidak ada keterangan desa
mana, kabupaten mana, provincie mana, dan kapan fotonya diambilnya. Tidak ada
ceritanya tentang desa itu, mengapa begitu miskin dll.Agak aneh, dan juga tidak
disebut sumber pemberitaannya.Lalu ada foto satu wanita dan satu pria (
suami-istri ?) dengan 4 orang anak. Apa di esa boleh sampai 4 anak ?
2017-06-26 16:31 GMT+02:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>:
Eeeiiih, ... nenek yang satu ini BETUL_BETUL tetap berada dalam tempurung!
Sampai sekarang masih juga belum bisa membuka mata sendiri melihat KENYATAAN di
RRT masih ada sekitar 50 juta rakyat nya yang tersisa hidup dalam kemiskinan
dan target mereka dalam plan5 tahun ke-13 akan diselesaikan tahun 2020. Saya
TIDAK BERHASIL menemukan foto-foto kemiskinan yang diajukan tulisan dibawah
ini, diambil ditahun berapa dan dimana, ...Tapi ingat, ... KEMISKINAN yang
masih ada sekarang ini BUKAN baru terjadi, tapi merupakan kelanjutan dari
masyarakat Tiongkok sebelum BEBAS dan melewati masa Mao, di 30 tahun pertama
(1949-1979) juga belum terselesaikan! Atau anda berani bilang bahwa kemiskinan
RAKYAT Tiongkok yang ada sekarang ini jauh lebih miskin ketimbang 40 tahun yl,
dengan menganggap kemakmuran yang terjadi hanya dinikmati segelintir
bilyunernya saja??? Coba perhatikan foto yang nampak jelas diambil dimasa Mao
tahun 60-an itu. Lalu, coba perhatikan bagaimana foto ini yang memperlihatkan
sekelompok warga miskin, disaat menghadapi kelaparan menghadapi bencana-alam,
tapi RRT tetap perintahkan membeli bahan-makan untuk bantuan Albania, ... Dan,
... cobalah buka mata lebar-lebar, untuk melihat kenyataan lain, bahwa dalam 5
tahun terakhir ini, setiap tahun Tiongkok berhasil mengeentaskan lebih 10 juta
warga dari garis kemiskinan. Tentu merupkakan prestasi yang sangat luar biasa!
Dan ingat, RRT didunia juga ikut membantu membangun dibanyak negara-negara
sedang berkembang, dan bersama-sama ikut mengentaskan kemiskinan dengan
memperbaiki perkembangan ekonomi. Apanya meredam kontradiksi klas supaya orang
tidak melawan? Kenyatan KESEJAHTERAAN 1,4 milyar warga Tiongkok BERHASIL
ditingkatkan jauh lebih baik, kok! Bahkan sekarang warga klas menengah atas nya
sudah jauh melebihi penduduk AS! Ini nenek buta atau membutakan diri, ...?
Hehehee, ... Salam,ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] Sent: Monday, June 26, 2017 3:12 PMTo: [email protected] ;
[email protected] Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat
Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Gol ; Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ;
Ronggo A. ; Farida Ishaja ; [email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana
Subject: Re: [GELORA45] Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang
Katanya Akan Merajai Dunia Gimana jawaban Chan? Sabaaarrrr! Sekarang PKT dan
Pemerintah belum bisa menyelesaikan masalah kemiskinan, tapi sedang dalam
proses......Tungguuuuu!! Dari dulu saya tanya kapan kaum bilyuner itu mau
membagi kekayaannya dengan orang-orang miskin ini? Kan mereka sudah dikasih
kesempatan untuk kaya sesuai dengan politiknya Deng xiao-ping. Chan selalu
membanggakan "sedekah" yang diberikan oleh para bilyuner/pengusaha dalam
proyek-proyek sosial. Begitulah caranya, menurut dia, untuk menuntaskan
kemiskinan. Dan orang yang kecipratan sedekah akan terus kowtow kepada para
jutawan pemurah hati itu dan lupa pada bagaimana cara mereka mendapat dan
mengumpulkan kekayaan itu. Begitulah caranya meredam kontradiksi kelas supaya
orang tidak melawan. Rupanya s edekah itu nggak sampai kepada orang-orang
miskin ini.
On Sunday, June 25, 2017 7:38 AM, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Mirisnya Potret Kemiskinan di Tiongkok, Negara yang Katanya Akan Merajai Dunia
oleh Rizal 16:29 PM on Jan 14, 2017
Terlepas dari segala sentimen yang ada soal Tiongkok, harus diakui kalau si
negeri Tirai Bambu ini memang sungguh luar biasa. Dulu mereka memang hanya
negara kelas dua yang bahkan pernah dibikin main an oleh Jepang. Tapi, kini
semuanya berubah. Tiongkok yang cupu saat ini benar-benar menjadi monster yang
seolah bisa menelan siapa pun. Bahkan termasuk Rusia dan Amerika.Dari segala
hal Tiongkok begitu matang. Dilihat dari militer mereka juara dunia dan
meringsek perlahan untuk menggeser dominasi duo AS-Rusia. Di bidang ekonomi pun
tak juga tak jauh beda. Bahkan diramalkan kalau mereka akan bisa menguasai
dunia. Tiongkok begitu jemawa, tapi bukan tanpa borok. Ketika kita bisa masuk
lebih dalam dan membuka semua tabirnya, maka terpampang sebuah pemandangan yang
kontradiktif yang begitu berlawanan dengan segala puja-puji tentangnya. Ya,
pemandangan yang dimaksud adalah potret kemiskinan Tiongkok yang benar-benar
luar biasa miris. Bahkan kalau boleh dibandingkan, ini jauh lebih menyedihkan
daripada yang ada di Indonesia.Kemiskinan di negeri panda ini memang parah. Dan
sedihnya, ini tak banyak diketahui oleh dunia karena sudah kadung tertutup
dengan pamor-pamor Tiongkok yang luar biasa itu. Lalu seperti apa sih potret
kemiskinan di sana? Ketahui lewat deret foto-foto berikut.
Ketimpangan di Tiongkok begitu tinggi. Ada yang bisa sekolah sampai keluar
negeri, tapi ada juga yang miris seperti ini.
Anak-anak miskin di Tiongkok [Image Source]
Ketika sampah membuat kita ingin muntah, keluarga ini justru mengandalkan hidup
dari benda kotor itu.
Hidup berkutat dengan sampah [Image Source]
Beginilah ruang makan banyak keluarga miskin di Tiongkok. Mereka berbagi tempat
dengan ayam.
Potret rumah warga miskin di Tiongkok [Image Source]
Bayi-bayi tidak berdaya ini sudah harus merasakan kemiskinan sejak hari pertama
mereka lahir.
Bayi-bayi yang lahir di perkampungan miskin Tiongkok [Image Source]
Toilet orang-orang kaya di Tiongkok lebih bagus daripada rumah keluarga ini.
Kehidupan miskin di Tiongkok [Image Sourc e]
Tak masalah beralas tanah, asal tidak digigiti nyamuk.
Mirisnya anak kecil tidur beralaskan tanah [Image Source]
Cukup menyesakkan ya melihat pemandangan ini.
Potret kemiskinan di Tiongkok [Image Source]
Tiongkok mungkin bisa bikin jembatan tertinggi di dunia. Tapi, mereka tak mampu
berbuat sesuatu dengan ini.
Anak kecil terlihat senang dengan segala keterbatasan [Image Source]
Di balik kehebatan Tiongkok yang mendunia, ada warganya yang tinggal di
rumah-rumah macam begini.
Potret keluarga miskin di Tiongkok [Image Source] Tak hanya dihadapkan dengan
kemiskinan. Tiongkok sendiri juga tengah bergulat dengan masalah lingkungan.
Seperti yang kamu tahu, di sana itu sudah tak karuan polusinya. Saking
buruknya, dipercaya kalau Tiongkok takkan berumur panjang. Siapa sangka di
balik kejemawaannya, Tiongkok cukup bikin ngenes. Next
#yiv6133961400 #yiv6133961400 -- #yiv6133961400ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-mkp #yiv6133961400hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mkp #yiv6133961400ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mkp .yiv6133961400ad
{padding:0 0;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mkp .yiv6133961400ad p
{margin:0;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mkp .yiv6133961400ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-sponsor
#yiv6133961400ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-sponsor #yiv6133961400ygrp-lc #yiv6133961400hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-sponsor #yiv6133961400ygrp-lc .yiv6133961400ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6133961400 #yiv6133961400actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6133961400
#yiv6133961400activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6133961400
#yiv6133961400activity span {font-weight:700;}#yiv6133961400
#yiv6133961400activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6133961400 #yiv6133961400activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6133961400 #yiv6133961400activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6133961400 #yiv6133961400activity span
.yiv6133961400underline {text-decoration:underline;}#yiv6133961400
.yiv6133961400attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6133961400 .yiv6133961400attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6133961400 .yiv6133961400attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6133961400 .yiv6133961400attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6133961400 .yiv6133961400attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6133961400 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6133961400 .yiv6133961400bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6133961400
.yiv6133961400bold a {text-decoration:none;}#yiv6133961400 dd.yiv6133961400last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6133961400 dd.yiv6133961400last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6133961400
dd.yiv6133961400last p span.yiv6133961400yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6133961400 div.yiv6133961400attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6133961400 div.yiv6133961400attach-table
{width:400px;}#yiv6133961400 div.yiv6133961400file-title a, #yiv6133961400
div.yiv6133961400file-title a:active, #yiv6133961400
div.yiv6133961400file-title a:hover, #yiv6133961400 div.yiv6133961400file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6133961400 div.yiv6133961400photo-title a,
#yiv6133961400 div.yiv6133961400photo-title a:active, #yiv6133961400
div.yiv6133961400photo-title a:hover, #yiv6133961400
div.yiv6133961400photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6133961400
div#yiv6133961400ygrp-mlmsg #yiv6133961400ygrp-msg p a
span.yiv6133961400yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6133961400
.yiv6133961400green {color:#628c2a;}#yiv6133961400 .yiv6133961400MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6133961400 o {font-size:0;}#yiv6133961400
#yiv6133961400photos div {float:left;width:72px;}#yiv6133961400
#yiv6133961400photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6133961400
#yiv6133961400photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6133961400
#yiv6133961400reco-category {font-size:77%;}#yiv6133961400
#yiv6133961400reco-desc {font-size:77%;}#yiv6133961400 .yiv6133961400replbq
{margin:4px;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-mlmsg select, #yiv6133961400 input, #yiv6133961400 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-mlmsg pre, #yiv6133961400 code {font:115%
monospace;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-mlmsg #yiv6133961400logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-msg
p#yiv6133961400attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-reco #yiv6133961400reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-sponsor
#yiv6133961400ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-sponsor #yiv6133961400ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-sponsor #yiv6133961400ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6133961400 #yiv6133961400ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6133961400
#yiv6133961400ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6133961400
| | Virusvrij. www.avg.com |