Hahahahahaha

 

Pertama berasumsi petani buang susu sembarangan, lalu bilang gak ada ikan2 mati 
karena limbah susu karena dijelasin djie.

 

Sekarang baru ngaku petani tidak buang susu sembarangan.

 

Lucu banget mau ngajarin petani jangan buang susu sembarangan, sedangkan ente 
gak ngerti apa2 ttg susu!

 

Hehehehehehe gobloknya!!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 6, 2017 9:39 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

 

  

 

dasar otak udang!

itu artinya para petani susu tidak membuang susu sembarangan begitu saja.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

hahahahahahaha

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, November 4, 2017 9:31 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

 

 

maksud anda itu apa toh?

memang apa yg salah dgn yg ditulis?



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

SEBELUMNYA NULIS BEGINI:Buang susu sembarangan begitu saja tentu menyemarkan 
lingkungan, ikan2 bisa mati gara2 susu

SEKARANG NULIS BEGINI: belum ada berita ikan2 mati gara2 susu yg dibuang, 
mungkin prosedur pembuangan dilaksanakan dgn baik atau diserahkan kontraktor 
pembuangan limbah saya kurang jelas.

 

Asbun, bacot atau apa ini?

 

Gayanya “belum ada berita” hehehehehe mau ngiles ya seakan2 nantinya bakalan 
ada. Emangnya ente pikir petani yg lagi sedih rugi itu bodoh? Yg goblok itu 
ente!!!

 

Nesare

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 3, 2017 8:12 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

 

 

 

belum ada berita ikan2 mati gara2 susu yg dibuang, mungkin prosedur pembuangan 
dilaksanakan dgn baik atau diserahkan kontraktor pembuangan limbah saya kurang 
jelas.

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <djiekh@... 
<mailto:djiekh@...> > wrote :

 

Apa sudah terjadi betul ikan2 mati ? Kalau ini terjadi pasti buang susu ke laut 
dilarang, didenda mahal.

Dan pencinta ecologi pasti sudah demonstrasi besar2an. Apa ini sudah terjadi ?

Kalau jumlah susu yang dibuang dalam ppm dibandingkan jumlah air laut kecil 
sekali, effect terhadap

BOD dan CODnya praktis nihil.

Kalau jumlah ppm nya besar sekali, baru dari perubahan kwantiteit, bisa terjadi 
perubahan kwaliteit,

misalnya BOD dan CODnya tinggi sekali, atau tanaman liar dapat tumbuh sehingga 
di tempat tersebut

kekurangan oksigen untuk ikan dapat hidup.

Tidak tahu apa Trump berhasil dengan ancaman sangsi2 bisa menundukkan Canada 
harus tetap ambil 

filtered milk dari Amerika, seperti jaman dulu Amerika bisa paksa Canada 
melarang Bombardier 

mengembangkan pesawat tempurnya yang lebih canggih dari Amerika.

Ada yang membuat perhitungan, kalau tiap perusahaan mengurangi satu sapi 
perahnya saja, masalah

harus buang susu ini teratasi. Tiap perusahaan diharuskan jual sapi perahnya ke 
state lain ?

Apa bisa diharuskan, atau apa perusahaan2 itu mau kerjasama mengurangi satu 
sapi perahnya?

 

 

 

2017-11-03 19:52 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
<mailto:jonathangoeij@...>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >:

 

Buang susu sembarangan begitu saja tentu menyemarkan lingkungan, ikan2 bisa 
mati gara2 susu. Yg jelas ada biaya utk membuang susu, pada pembicaraan kita 
kasus yg anda utarakan yg tinggal dilihat berapa banyak biaya pembuangan 
dibanding biaya packaging. 

 

Link ini dari Indiana Government petunjuk utk membuang susu:

http://www.in.gov/idem/files/ factsheet_cfo_dairy_disposal. pdf 
<http://www.in.gov/idem/files/factsheet_cfo_dairy_disposal.pdf> 

 

 

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <djiekh@... 
<mailto:djiekh@...> > wrote :

Apa sampai sekarang sudah dianggap mencemari lingkungan, atau dianggap masih 
baik untuk pakan ikan ?

Kalau dibuangnya di selokan yang tidak mengalir, ya mengganggu lingkungan. COD 
dan BOD akan naik.

Kalau dianggap mencemari lingkungan, mestinya dilarang dan kena denda besar dan 
harus membersihkan

lingkungan.

Kalau dikenai denda besar, baru mereka mikir cara lain.

 

 

2017-11-03 18:23 GMT+01:00 Jonathan Goeij  <mailto:jonathangoeij@...> 
jonathangoeij@... [ GELORA45] < <mailto:[email protected]> GELORA45@ 
yahoogroups.com>:

Yg dibicarakan adalah kelebihan produksi, bagaimana cara "membuang," dalam 
membuang susu-pun dibutuhkan biaya yg harus dikeluarkan tidak bisa begitu saja 
dibuang kelaut yg akan diprotes para pencinta lingkungan. Berapa lebih besar 
antara biaya packaging dan biaya limbah.

 

Apakah hal seperti ini akan sampai ke Trump (atau Jokowi)? tetapi kalau sampai 
politik memang akan sukar bilangnya yg satu policy anti Islam sedang yg satunya 
policy nasionalis. Dus yg jadi korban 1/3 anak Indonesia yang kekurangan gizi 
yg artinya 1/3 generasi yad terancam kontet dan bodoh.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected] , <djiekh@... 
<mailto:djiekh@...> > wrote :

Bung Goei,

Milk farmer yang membuang susunya itu "kehilangan keuntungan"yang biasanya 
didapat.

Kalau mau kirim gratis ke Indonesia misalnya, harus keluar ongkos lagi untuk 
membuatnya

jadi milk powder, packaging dan transporting, dan segala macam kerepotan yang 
mereka

tidak biasa urus. Mana mereka mau "sudah kehilangan keuntungan"masih harus 
merugi

lagi menjadikannya susu bubuk dll.Dan kalau ada niatpun, apa ada kemampuannya 
dari

segi financieel.

Yang mungkin bisa itu kalau pemerintah Amerika yang oper suruh pabrik spray 
drying bikin

susu kering dan bayar segala ongkosnya, lalu untuk bantuan korban perang ? 
Tetapi apa

mungkin Donald Trump mau melakukannya ?

Boleh coba diusulan lewat mass media Amerika.

KH

 

2017-11-03 17:34 GMT+01:00 Jonathan Goeij  <mailto:jonathangoeij@...> 
jonathangoeij@... [ GELORA45] < <mailto:[email protected]> GELORA45@ 
yahoogroups.com>:

Ini agak lumayan sedikit menyoroti biaya transportasi.

 

Sampai saat ini sekitar 80% susu yang beredar di Indonesia hasil impor, dan US 
adalah pemasok terbesar bersama dgn pemasok2 lain seperti Australia, Canada, 
Selandia Baru, dan Belgia.

 

Dari sudut ini saja terlihat biaya pengiriman tidak melebihi harga susu.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected]  , 
<nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote :

Koq ane plagiat?

Yg goblok itu kan ente?!

Ane kasih tahu kan kenapa ente goblok: “susu USA mau dikirim ke RI yg biaya 
kirimnya saja sudah melebihi harga susu di RI”.



Kirim email ke