Milk glut/kelebihan susu itu relative sedikit/masih bisa ditanggulangi dari 
segi jumlahnya krn petani nya home industry.

Mereka bergabung dalam koperasi. Total total digabungkan jadi banyak tapi bukan 
ini (ini imaginasinya siotak udang).

Petani buang susunya di tanahnya sendiri. Mereka ada lagoon/lobang besar memang 
dibikin buat pupuk alamiah/organic fertilizer.

Kalau petani ini ngerti bikin formulasi buat makanan ternak, ya mereka bikin 
sendiri makanan ternaknya. Kalau tidak mereka bisa kasih ke petani lain yg 
bikin makanan ternak. Susu itu kandungan nutrisinya sudah bagus sekali jadi 
bagus buat bikin makanan ternak akan sangat mengurangi penggunaan meat bone 
meal,  jagung dan fish meal misalnya yg susah diperoleh didaerah2 daratan 
seperti Wisconsin.

 

Jangan ditanya si otak udang itu!

Bung sudah tahu dia itu gak ngerti, asal jiplak dan tujuannya hanya mau pamer 
dia paling humanis dan yg paling penting dia pamer kesombongannya!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 3, 2017 3:16 PM
To: Gelora45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

 

  

 

Apa sudah terjadi betul ikan2 mati ? Kalau ini terjadi pasti buang susu ke laut 
dilarang, didenda mahal.

Dan pencinta ecologi pasti sudah demonstrasi besar2an. Apa ini sudah terjadi ?

Kalau jumlah susu yang dibuang dalam ppm dibandingkan jumlah air laut kecil 
sekali, effect terhadap 

BOD dan CODnya praktis nihil.

Kalau jumlah ppm nya besar sekali, baru dari perubahan kwantiteit, bisa terjadi 
perubahan kwaliteit,

misalnya BOD dan CODnya tinggi sekali, atau tanaman liar dapat tumbuh sehingga 
di tempat tersebut

kekurangan oksigen untuk ikan dapat hidup.

Tidak tahu apa Trump berhasil dengan ancaman sangsi2 bisa menundukkan Canada 
harus tetap ambil 

filtered milk dari Amerika, seperti jaman dulu Amerika bisa paksa Canada 
melarang Bombardier 

mengembangkan pesawat tempurnya yang lebih canggih dari Amerika.

Ada yang membuat perhitungan, kalau tiap perusahaan mengurangi satu sapi 
perahnya saja, masalah

harus buang susu ini teratasi. Tiap perusahaan diharuskan jual sapi perahnya ke 
state lain ?

Apa bisa diharuskan, atau apa perusahaan2 itu mau kerjasama mengurangi satu 
sapi perahnya?

 

 

 

2017-11-03 19:52 GMT+01:00 Jonathan Goeij [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >:

  

Buang susu sembarangan begitu saja tentu menyemarkan lingkungan, ikan2 bisa 
mati gara2 susu. Yg jelas ada biaya utk membuang susu, pada pembicaraan kita 
kasus yg anda utarakan yg tinggal dilihat berapa banyak biaya pembuangan 
dibanding biaya packaging. 

 

Link ini dari Indiana Government petunjuk utk membuang susu:

http://www.in.gov/idem/files/factsheet_cfo_dairy_disposal.pdf

 

 

 

---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <djiekh@... 
<mailto:djiekh@...> > wrote :

Apa sampai sekarang sudah dianggap mencemari lingkungan, atau dianggap masih 
baik untuk pakan ikan ?

Kalau dibuangnya di selokan yang tidak mengalir, ya mengganggu lingkungan. COD 
dan BOD akan naik.

Kalau dianggap mencemari lingkungan, mestinya dilarang dan kena denda besar dan 
harus membersihkan

lingkungan.

Kalau dikenai denda besar, baru mereka mikir cara lain.

 

 

2017-11-03 18:23 GMT+01:00 Jonathan Goeij  <mailto:jonathangoeij@...> 
jonathangoeij@... [GELORA45] < <mailto:[email protected]> 
[email protected]>:



Yg dibicarakan adalah kelebihan produksi, bagaimana cara "membuang," dalam 
membuang susu-pun dibutuhkan biaya yg harus dikeluarkan tidak bisa begitu saja 
dibuang kelaut yg akan diprotes para pencinta lingkungan. Berapa lebih besar 
antara biaya packaging dan biaya limbah.

 

Apakah hal seperti ini akan sampai ke Trump (atau Jokowi)? tetapi kalau sampai 
politik memang akan sukar bilangnya yg satu policy anti Islam sedang yg satunya 
policy nasionalis. Dus yg jadi korban 1/3 anak Indonesia yang kekurangan gizi 
yg artinya 1/3 generasi yad terancam kontet dan bodoh.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected], <djiekh@... 
<mailto:djiekh@...> > wrote :

Bung Goei,

Milk farmer yang membuang susunya itu "kehilangan keuntungan"yang biasanya 
didapat.

Kalau mau kirim gratis ke Indonesia misalnya, harus keluar ongkos lagi untuk 
membuatnya

jadi milk powder, packaging dan transporting, dan segala macam kerepotan yang 
mereka

tidak biasa urus. Mana mereka mau "sudah kehilangan keuntungan"masih harus 
merugi

lagi menjadikannya susu bubuk dll.Dan kalau ada niatpun, apa ada kemampuannya 
dari

segi financieel.

Yang mungkin bisa itu kalau pemerintah Amerika yang oper suruh pabrik spray 
drying bikin

susu kering dan bayar segala ongkosnya, lalu untuk bantuan korban perang ? 
Tetapi apa

mungkin Donald Trump mau melakukannya ?

Boleh coba diusulan lewat mass media Amerika.

KH

 

2017-11-03 17:34 GMT+01:00 Jonathan Goeij  <mailto:jonathangoeij@...> 
jonathangoeij@... [ GELORA45] < <mailto:[email protected]> GELORA45@ 
yahoogroups.com>:



Ini agak lumayan sedikit menyoroti biaya transportasi.

 

Sampai saat ini sekitar 80% susu yang beredar di Indonesia hasil impor, dan US 
adalah pemasok terbesar bersama dgn pemasok2 lain seperti Australia, Canada, 
Selandia Baru, dan Belgia.

 

Dari sudut ini saja terlihat biaya pengiriman tidak melebihi harga susu.

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected] , <nesare1@.. 
<mailto:nesare1@..> > wrote :

Koq ane plagiat?

Yg goblok itu kan ente?!

Ane kasih tahu kan kenapa ente goblok: “susu USA mau dikirim ke RI yg biaya 
kirimnya saja sudah melebihi harga susu di RI”.

 

Apa argumennya ente bilang ane otak udang?!

Gak ada kan?!

 

Hahahehe tapi menunjukkan kegoblokannya!

 

Lari sana yang kencang!

 

Nesare

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected]  [mailto: 
<mailto:[email protected]> GELORA45@yahoogroups. com] 
Sent: Thursday, November 2, 2017 6:53 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

 

 

Ha ha ha ha, mau name calling-pun juga main jiplak itupun salah tulis.

Ini namanya plagiat otak udang

 

 

Otak udang:

Mau gaya2 tapi otaknya otaku dang!!!!

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected]  , < 
<mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote :

Ane ngomong: ente goblok karena suruh petani susu atau USA utk kirim susu ke 
Indonesia!

Ente kan mau petentang petenteng berlagak sebagai humanis!

 

Wong ke kanada dan meksiko saja gak feasible, eh mau dikirim ke RI?!!

Minta ampun gobloknya!

 

Wong ane pancing pake’ bunuh sapinya supaya tidak ngeluarin susu, eh lagak 
humanisnya langsung bilang: ini solusinya nesare?!!

 

Gak usah belagak humanis kalo memang goblok. Urus dulu itu gobloknya. Jangan 
oon oon orang lain kalau diri sendiri saja goblok!!!

 

Sudah gak ngerti masalah susu di negara sendiri, sok humanis ambil kesimpulan: 
kirim susu USA ke RI supaya CSR/corporate social responsibility naik. Sedangkan 
petani susu itu adalah kebanyakan home industry yg tergabung dalam asosiasi.

Petaninya sudah setengah mati utk mempertahankan harga makanya susunya terpaksa 
dibuang. Eh disuruh susu kasih gratis??!!!!
goblok enggak?!!

 

Tuh makan CSR!!!!

Mau gaya2 tapi otaknya otaku dang!!!!

 

Nesare

 

 

From:  <mailto:[email protected]> [email protected]   [ 
<mailto:[email protected]> mailto:GELORA45@ yahoogroups. com] 
Sent: Tuesday, October 31, 2017 2:41 PM
To: Yahoogroups < <mailto:[email protected]> [email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo

 

 

Panjengengan iku ngomong opo sih?

MUI juga mau dilibatkan? Suruh minta sertifikasi halal dulu?

 

 

---In  <mailto:[email protected]> [email protected]  , < 
<mailto:nesare1@..> nesare1@...> wrote :

Lihat solusi kirim susu USA ke Indonesianya ya:

1      Produsen usa lebih untung krn naikin social responsibility. Gimana 
dongengnya farmers susu yg kebanyakan adalah home industry di usa bisa untung? 
Asosiasi farmers nya disuruh ngirimin susu gratis? Siapa yang bayar ongkos 
angkutnya? Gimana bea cukainya? Gimana masalah bakteri, kesehatan dll? Kenapa 
produsen usa terutama wisconsin yang ada trade dispute menghambat export susu 
nya ke kanada, tidak mau kasih gratis susu kekanada yg lebih murah tentunya 
ongkos angkutnya drpd ke indonesia? Koq home industry yg adalah petani kecil yg 
sdh setengah mati pusing tujuh keliling perusahaannya mau bangkrut disuruh 
kasih gratis ke RI? Sedangkan tujuan mereka adalah menstabisasikan harga 
makanya dibuang, koq disuruh kasih gratis supaya naikin corporate 
responsibility. Ujung2nya ane mau bilang: tuh makan corporate social 
responsibility!!! Gobloknya minta ampun ngasih saran begini!!! Orang sudah 
susah ngurusin perusahaan, eh disuruh ngasih gratis keorang lain ditambah harus 
bayar ongkos dan ngurus dokumen yg gak keruan2 banyaknya serta bersinggungan 
dgn antar negara yg syarat dgn politis. Ente ini mimpi atau hidup diawan2 sama 
dewa dewi?

2.      Pihak Indonesia untung krn dapet susu gratis. Emangnya RI mau menerima 
susu gratis? Apa alasannya RI mau terima susu gratis? Gimana cara kirimnya dari 
usa ke RI? Gimana masalah bakteri dan kesehatan susu ini dalam perjalanan ke 
RI? Apakah ada masalah halal? Apakah ada trade aggrement antara RI dan USA ttg 
susu gratis ini? Apakah begitu baiknya USA sehingga bela2in kirim susu gratis 
ke Indonesia tanpa minta timbal balik? Ujung2nya ane mau bilang: ente banyak 
mimpinya dan pengin menyanjung2 negara ente shg pake’ acara gratis2an kasih 
susu ke Indonesia. Dasar imperialism yg selalu mau kelihatan bagus ttp pasti 
ada udang dibalik batu. Begitu juga ngasih susu gratis pasti mau ngerampok kayu 
atau uranium Indonesia kan?!!

 

Nulisnya hebat2 bagus2 biar kita2 orang Indonesia dikira goblok gak bisa lihat 
emangnya bisa kirim susu gratis keindonesia dan nolongin petani susu di USA?!!!

 

Kalau bukan goblok ini apa namanya?

 

Nesare

 

 

 

 

 



Kirim email ke