Itu ada di buku Mencius, dalam bahasa Inggris, terbitan Tiongkok, yang saya
beli waktu pertama kali ke Tiongkok tahun 1986.
Ditulis di bagian ibunya Mencius waktu sedang mengandung. Jauh sebelum
pertama kali pindah rumah.

2017-11-21 6:48 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

> Sepanjang yg saya tahu Ibunda Mencius pindah rumah 3 kali: pertama dekat
> kuburan, kedua dekat pasar, dan ketiga dekat sekolah. Saya kok tidak
> mendapati cerita waktu mengandung dinyanyikan lagu2. Tetapi mungkin saya
> salah, bisakah bung Djie cerita lebih lanjut.
>
> Ibu2 menyanyi atau bersenandung pada bayinya merupakan hal umum yg
> terdapat dalam berbagai budaya berbagai tempat, kemungkinan yg anda
> ceritakan benar terjadi.
>
>
> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>
> Bung Jo,
> Apa pernah baca cerita tentang Ibu Mencius (Mingtse, Binmg Tjoe) pindah
> Rumah Tiga Kali ?
> Di situ diceritakan, bahwa ibu Mencius waktu mengandung Mencius selalu
> menyanyikan
> lagu2 lyric Tiongkok kuno, agar anak yang dikandungnya akan menjadi anak
> yang pandai, cerdas dan
> bijaksana. Jadi di jaman dulu sekali, orang sudah yakin akan pengaruh
> muziek pada anak dalam
> kandungan.
> Di Tiongkok, ibu Mencius dijadikan ibu teladan, dan bukan ibu dari
> Confucius.
> Salam,
> KH
>
>
> 2017-11-20 20:03 GMT+01:00 bhjo@... [GELORA45] <[email protected]>:
>
>
>
> Saya penggemar pemainan piano dari Lang Lang. Tetapi saya tidak setuju
> sama sekali dgn. pendapat dia bahwa utk. bermain piano/musik yg. hebat
> berdasarkan 90% praktek dan 10% bakat. Saya berpendapat barangkali
> memerlukan bakat 70% dan baru perlu praktek 30%. Mozart sudah bisa bikin
> komposisi lagu klasik waktu berumur 5 tahun. Ini membuktikan faktor
> keturunan/DNA adalah penting. Jadi faktor bakat alias keturunan/DNA
> adalah faktor yg. lebih penting drpd. faktor praktek. Kalau tidak begitu,
> tentunya banyak orang akan mau menjadi seperti Lang Lang.
>
> Saya setuju kalau anak belajar piano dgn. lagu klasik. Anak2 kami kami
> "paksa" utk. belajar piano dgn. lagu klasik karena mula penelitian yg. ada
> dilakukan dari lagu klasik dg. piano, yg. kemudian dinamakan "Mozart
> effect". Musik membangun perkembangan susunan otak (dimana neuron2/sel
> otak2 masih membuat sambungan satu dgn. yg. lain)  waktu otak masih
> berkembang setelah anak lahir. Barangkali musik juga bisa mempengaruhi
> perkembang otak bayi waktu masih dalam kandungan kalau ibunya mendengarkan
> musik waktu sedang hamil. Apakah pengaruh musik yg. positif utk. otak yang
> namanya "Mozart effect" itu betul atau tidak, masih kontroversi secara
> ilmiah? Apakah cuma musik klasik yg. bisa mempengaruhi perkembangan otak
> secara positif, kita belum tahu tetapi barangkali musik klasik yg. paling
> unggul dan bukan seperti musik "cowboy" seperti rock dll.
>
>
> ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :
>
>
> Hal yang sangat tepat, hal yg dgn gamblang ditunjukkan pada piano. Sebuah
> lagu klasik sederhana saja dibutuhkan ratusan jam latihan, dibutuhkan
> kedisiplinan dan ketekunan untuk bisa menguasainya, setelah menguasai
> secara tehnik masih harus menjiwai lagu tsb., merupakan proses tanpa akhir
> seumur hidup.
>
> Anak saya pada dasarnya pintar dan aktif sekali penuh energi, sayangnya
> sukar sekali fokus dalam mengerjakan sesuatu termasuk belajar. Tetapi
> setelah belajar piano secara tekun setiap hari dan menguasai 1-2 lagu
> klasik eh ternyata pelajaran sekolah-nya juga berubah total dan jadi
> langganan terima berbagai academic award. Masuk akal juga saya pikir,
> belajar karya Mozart, Beethoven, Chopin, dlsb membutuhkan konsentrasi,
> ketekunan, disiplin, dan kesukaran yang jauh diatas pelajaran sekolah.
>
> ---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
>
> Ooo, saya percaya betul  dan setuju dengan apa yang dikatakan Lang Lang
> itu: 90% praktek dan hanya 10% bakat. Saya banyak menemukan orang-orang
> yang "pandai" dalam artian otaknya encer dan berbakat tertentu, tapi tidak
> menghasilkan apa-apa, karena malas belajar, malas baca, tidak berdisiplin,
> tidak tekun, etc. Sebaliknya orang-orang yang tekun, berdisiplin, rajin,
> namun dengan otak yang biasa-biasa saja, malah bisa berbuat banyak dalam
> hidupnya. Pisau yang tajam tapi kalau dibiarkan terus tidak dipakai,
> lama-lama juga bisa karatan. Sebaliknya pisau tumpul kalau terus diasah,
> kan lama-lama bisa tajam.
>
>
> On Monday, November 20, 2017 6:21 AM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" <
> [email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Lang Lang: My Musical Ability Is 90% Practice, 10% Talent
> <https://www.bloomberg.com/news/videos/2014-10-21/musical-ability-90-practice-10-talent-pianist-lang>
> Bloomberg Surveillance
> <https://www.bloomberg.com/shows/bloomberg-surveillance> October 21st,
> 2014, 4:23 AM PDT
> Oct. 21 (Bloomberg) -- Pianist Lang Lang discusses his life, career and
> musical performances on “Bloomberg Surveillance.” (Source: Bloomberg)
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke