Pendidikan dokter umum di AS dan Kanada:
 1) Premed                                 3 tahun
 2) Medical School 4 tahun
 3) Residency (for Family Physician) 3 tahun (1 tahun Internship telah dihapus 
dan diganti dgn. Residency lebih dari 30 tahun yg. lalu karena 1 tahun 
Internship dianggap tidak cukup utk. pendidikan dokter umum)
 

 Total pendidikan: 10 tahun
 

 Pendidikan dokter umum di  Indonesia (saja baru dapat konformasai ttg. 
pendidikan ini dari dokter dari Fakultas Kedokteran UI di Jakata):
 1) Fakultas Kedokteran 5 tahun
 2) Intership 1 tahun
 

 Total pendidikan: 6 tahun
 

 Jadi pendidikan dokter di North Amerika dan Indonesia berbeda sekali dimana 
pendidikan dokter umum di North America 4 tahun lebih lama daripada di 
Indonesia. Juga pendidikan kedokteran di Eropa telah berubah, misalnya, 
pendidikan utk. dokter umum-nya (Allgemeinarzt) di Jerman telah berubah lama 
pendidikannya.
 

 Saya jadi ingat kawan sejawat, dr. Kartono Mohammad, (mantan Ketua IDI) yg. 
mengatakan bahwa dokter umum di Indonesia adalah dokter "batuk-pilek". Tentunya 
karena sistem pendidikannya yg. tidak berubah banyak sejak dari 30-40 tahun yg. 
lalu. 
 

 Kenapa tidak sedikit pasien Indonesia (yg. berduit) pergi utk. berobat atau 
check-up di Penang, Singapur atau negara lain? Pasti mereka mempunyai alasan 
utk. berobat atau check-up di Luar Negeri. Ini pernah di kritik oleh Pemerintah 
Indonesia. Tetapi anehnya malahan ada pejabat Indonesia yg. pergi AS, hanya 
utk. medical check-up saja. Saya bisa mengerti, kalau ada pasien dari 
Indonesia, berobat ke AS utk. prosedur yg. sulit atau yg. memerlukan alat atau 
keahlian yg. canggih (seperti Robotic Surgery dll).
 

 BH Jo

Kirim email ke