Ya boleh saja bung berkesimpulan begitu.

Saya lebih melihatnya itu sebagai persepsi bung. Logikanya mah gak ada.

Persepsi bung itu salah. Kenapa salah?

Karena bung menghubungkan antara “gaji seorang dokter lebih tinggi drpd lulusan 
sekolah yang lain” dengan “menutup sekolah”.

Sedangkan yang ingin bung argue disini adalah: hebatnya profesi seorang dokter. 
Sampai2 seorang dokter lebih bangga disebut dokter dprd seorang professor. 
Disini saya katakan buang bias. Persepsi bung itu salah. Saya kasih contoh 
seorang liem, ford, rockefeler, Murdoch dll itu gak sekolah atau tidak lulus 
SD. Mereka2 ini bisa lebih kaya. Ini ukurannya duit yg bung pakai sbg standard 
kan?

 

Kelihatan kan logikanya salah?!

 

Hanya saja kalau persepsi nya bung itu menutup semua sekolah kan termasuk 
medical school juga ditutup?

Kalau medical school nya juga ditutup, gimana bung mau berargumen seorang 
dokter akan lebih kaya?

 

Saya coba menulis cepat dan singkat:

Masalah seseorang bangga atau tidak dengan profesinya itu masalah pribadi. Ini 
bukan masalah suatu profesi dapat menjadi bangga atau tidak bangga. Ada orang 
yang jadi klerik agama/ustad, pendeta, bikhu dll bisa bangga dan bisa tidak 
bangga. Seorang montir, petani, tukang becak, politikus, pedagang, bandar 
nakoba, germo, pelacur dan profesi2 lainnya juga bisa berbangga diri atau tidak 
berbangga diri. Sekali lagi itu masalah pribadi, bukan masalah duit.

 

Bung membalikkannya: profesi dokter itu bangga. Logikanya profesi lain tidak 
bangga. Tentu saja bung bisa menyangkal tidak mengatakan begini. Tetapi 
logikanya begitu. Ini jalan pikiran bung yang bias itu.

 

Belum lagi standar yg bung pakai “seorang dokter gajinya gede” itu adalah duit. 
Ini belum tentu. Banyak dokter yang kerja dipedalaman, tempat2 terisolasi, 
dokter tanpa batas dari negara2 maju itu gajinya kecil sekali malahan gak 
dibayar tetapi bangga sekali mereka ini. dokter2 di USA itu sekarang tidak 
terlalu “hebat” koq profesinya. Dulu jauh lebih “hebat” koq krn bisa seenak 
udelnya order procedure. Sekarang gak boleh lagi. Ada protocol yang harus 
dijalani. Ini adalah instruksi insurance company. sampai2 insurance company ini 
punya critical pathway/clinical pathway dimana menjadi protokolnya MD supaya 
dapat bayaran.

 

Bung boleh argue itu dinegara miskin dan berkembang. Di USA itu

Dulu memang profesi dokter itu: ada trust dari pasien; ada friendship antar 
kolega dan staff dll. Sekarang lain. Seorang dokter banyak menghabiskan waktu 
utk non procedure. Ini adalah regulasi. Masalah fundamental dari regulasi ini 
adalah masalah digital termasuk medical record dan electronic ordering. 
Waktunya dokter ini lebih banyak buat administrasi drpd ketemu pasien. Belum 
lagi kalau pasien punya pertanyaan lewat online. 

 

Internship dan fellowship itu sudah beda banyak. Dulu bisa 6 tahunan tetapi 
sekarang lebih 8-10 tahunan. Bung sudah tahu belum: banyak dokter tidak 
encourage utk bekerja dalam bidang healthcare, banyak dokter yang bunuh diri. 
Coba cari mungkin ada survey nya. Saya tidak mau berkepanjangan. Ini alasan2 
bagi mereka yg tidak mau jadi dokter: mulai cetak duitnya sudah tua; setelah 
praktik cari duit juga gajinya gak gede2 amat; anak2 sekarang banyak pilihan; 
setelah lulus jadi dokter loannya gede krn sekolahnya mahal.

 

Bbrp medical school sudah mulai mempersingkat waktu sekolah seperti NYU, texas 
tech di Lubbock, mercer dll. Begitu juga internship itu sudah cukup lama. Belum 
lagi masalah matching internship yang sangat kompetitif akan mempengaruhi 
medical school di usa. Tetapi yg saya lihat adalah drive utamanya krn 
kekurangan dokter di usa.

 

Bisa dicari kalau mau artikel2nya yang ngomong kenapa profesi dokter tidak enak 
lagi. Tentunya masih banyak yang mau jadi dokter dengan macem2 alasan juga: 
respective profession; bisa menolong orang lain; dapet gaji gede dll. Tetapi 
alasan2 ini kalau ditelusuri lebih lanjut tidak selalu begitu. Ambil contoh 
“menolong orang lain” ini jauh dari benar. Profesi dokter di usa itu adalah 
business wise bukan personal seperti dinegara miskin/berkembang. Beda sekali. 
Di USA dokter bekerja lebih ngikutin protocol terutama hukum krn takut 
malpractice. Mereka2 ini bayar segudang duit buat malpractice insurance. Ada 
temen baik seorang Phd mechanical engineering masuk medical school. setelah 
lulus dia gak mau kerja jadi dokter krn yg dia lihat pekerjaan dokter itu bukan 
menolong orang, hanya cari duit.

 

Yang saya  lihat benar kenapa sampai sekarang masih banyak orang mau jadi 
dokter itu bukan karena duit. Duit itu memang factor tetapi bukan segala2nya.. 
Alasannya adalah: pekerjaannya stabil krn professional jadi gak takut dipecat 
dan yg utama adalah dokter kurang di usa. Kurang ya karena dokter jumlahnya 
sama lulus dari medical school tetapi permintaan akan dokter bertambah krn 
populasi menua. Ini sudah jadi prediksi sejak lama belasan tahun yl. Ini yang 
harus ditanggulangi oleh federal gov. utk produksi lebih banyak dokter. Kalau 
ini skenarionya jelas satu2nya cara adalah mempercepat lulusan. Percepatan ini 
tidak boleh mengurangi kwalitas, oleh sebab itu kurikulum ilmu kedokterannya 
tidak bisa diganggu gugat. Yang bisa dirubah adalah courses yang tidak berguna. 
Ini termasuk lewat jalur bachelor yang belajar macem2. Orang2 banyak tidak tahu 
bahwa lulusan sekolah music itu sangat disukai oleh medical school. kalau lulus 
dari sekolah music kan kebanyakan belajar musiknya. Sayang waktunya walaupun 
memang belajar music bisa mencerminkan kekaleman sifat dan tajamnya focus.

 

Yg terpikir oleh saya sekarang ada 1 faktor yg sangat penting yaitu:  
opportunity cost menjadi seorang dokter itu besar. Opportunity cost itu adalah 
biaya yg tersia2 sewaktu sekolah. Mereka yang lulus SMA sudah cetak duit. 
Bayangkan seorang dokter baru cetak duit diakhir 20 an. Sudah kalah berapa 
tahun kerja?

 

Oh ya kalau mau ngomong gaji gede. Seorang pediatrician atau seorang general 
practice itu luar biasa bisa dapet $200 ribu/tahun. Seorang akuntan atau 
insinyur dalam waktu 10 tahun bisa jadi direktur atau at least senior manager 
dengan gaji yang setara. Gak banyak beda sampai umur 30. Kalau para dokter ini 
kerja diperusahaan sbg employee gajinya lebih kecil lagi. Pendapatan akan lebih 
gede kalau kerja sendiri sbg provider. Provider ini kompleks sistemnya di usa. 
Makanya turnovernya tinggi yg kerja dirumah sakit. Dokter2 muda biasanya hanya 
kerja sebentar dirumah sakit krn gajinya kecil. Setelah kerja bbrp tahun mereka 
biasanya keluar kerja di group provider yg independent seperti PPO dll.

 

Ujung2nya saya mau bilang gajinya walaupun memadai tetapi tidak tinggi2 banget 
tetapi tanggung jawab dan jam kerjanya gila2an. Ini adalah pengetahuan umum di 
negara hebat itu.

 

Sori sampai disini dulu. Nanti2 balik lagi tapi tidak akan segera.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, January 14, 2018 11:30 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: PENDIDIKAN DOKTER <== Re: [GELORA45] Diperkirakan 10.000 Orang 
Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok

 

  

Kutipan: 

"Dari gaji seorang surgeon di USA itu $600 ribu/tahun pada umumnya.

Ini mah gaji seorang CEO perusahaan kecil di amerika saja sudah jauh lebih gede.

Dibandingkan dengan lulusan SMP atau mungkin tidak sekolah diindonesia mah jauh 
lebih kecil lagi.

Tahu ndak lulusan SMP, SMA dan malahan tidak lulus SD di Indonesia jauh lebih 
kaya drpd seorang dokter atau surgeon di USA?"

 

Jadi dari kutipan, sepengertian saya, logikanya begini: karena ada orang yg.. 
tidak lulus SD, SMP atau SMA bisa lebih kaya di Indonesia drpd seorang dokter 
atau surgeon di USA, lebih baik tidak sekolah saja sebab nanti bisa lebih kaya. 
Semua sekolah dan universitas di tutup saja sebab tidak berguna.

 

BH Jo



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Akh ya belum tentu.

Kalau MD di rumah sakit ya dipanggil dokter lah dimana2 diseluruh dunia. Wong 
dia gak ngajar, siapa yg manggil dia professor?

 

Kalau dia dokter dan ngajar di medical school misalnya ya bisa dipanggil 
dua2nya: dokter dan professor. Kalau dokter ini punya phd, dia juga bisa 
dipanggil Doctor dengan DR. bukan Dr.

 

Gak tahu bangga mana? Itu pendapat bung saja bahwa dokter lebih bangga. 

Yang saya tahu tidak begitu. Itu masalah pribadi saja.

Ada yg sudah senior phd gak mau dipanggil doctor atau professor melainkan 
disuruh panggil namanya.

Ini hanyalah panggilan, koq dibangga2kan?!

 

Saya bisa mengerti karena memang beginilah umum punya image ttg profesi dokter 
ini di USA.

Tetapi tidak semua dokter berpendapat begini. Banyak dokter yg saya ketahui 
biasa2 saja dengan profesinya itu.

Mereka kalau mati AC atau heater/pemanas rumahnya, ya manggil teknisi HVAC utk 
memperbaikinya. Perlakuan mereka sama saja gak ada yang merasa lebih rendah 
atau lebih tinggi.

Malahan ada dokter muda baru kerja belum banyak duitnya (nombok bulanan krn 
harus bayar hutang waktu sekolah di medical school yang ratusan ribu dollar), 
belajar ngerjain sendiri gimana gantiin WC yang mampet dan pasang thermostat 
dirumahnya hanya utk ngirit supaya gak manggil tukang HVAC dan plumber itu.

Kalau ngomong masalah profesi mana yg lebih hebat ini, beda sekali dgn dokter 
di kuba dimana gak ada superiority disana. Dokter hanyalah suatu profesi saja.

 

Jadi saya pikir2 ini hanyalah vendetta bung saja yang bersifat pribadi. Itulah 
bung!

 

Koq gimana gaji MD lebih gede drpd gaji Phd?

Darimana kesimpulan nya diambil?

Bagi saya belum tentu gaji MD itu lebih tinggi drpd lulusan SMP!

Wah kelihatan sekali bung ini bias melihat profesi seorang dokter.

Sedangkan di USA, saya tahu bener tidak begitu pendapat seorang dokter yg hebat 
sekalipun seperti seorang ahli bedah.

Dari gaji seorang surgeon di USA itu $600 ribu/tahun pada umumnya.

Ini mah gaji seorang CEO perusahaan kecil di amerika saja sudah jauh lebih gede.

Dibandingkan dengan lulusan SMP atau mungkin tidak sekolah diindonesia mah jauh 
lebih kecil lagi.

Tahu ndak lulusan SMP, SMA dan malahan tidak lulus SD di Indonesia jauh lebih 
kaya drpd seorang dokter atau surgeon di USA?

 

Koq bisa2nya membangga2kan profesi seorang dokter apalagi gajinya?!

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, January 14, 2018 2:21 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: Re: PENDIDIKAN DOKTER <== Re: [GELORA45] Diperkirakan 10.000 Orang 
Tewas di Pembantaian Tiananmen, Tiongkok

 

 

Di AS dan Kanada, walapun baru mengajar atau bekerja, hampir selalu di 
sapa/panggil sebagai "Doctor" dan bukan di sapa sebagai "Professor" walaupun 
mempunyai kedudukan sebagai Professor. Rupanya mereka lebih bangga sebagai 
Doctor/MD daripada titel Professor. Jadi memang mereka lebih bangga sebagai 
Doctor/MD daripada Doctor/PhD dimana pendidikannya lebih lama dan 
pendapatnya/gajinya juga jauh lebih tinggi dari PhD.



Kirim email ke