rasanya memang cuman NOL BESAR saya rasa kok lebih banyak unsur penipuannya. kasihan pasiennya sudah ditipu nggak sembuh badannya juga di-obok2 kayak gitu.
---In [email protected], <inengahk@...> wrote : Kadang saya bingung dengerin orang-orang yang katanya bu ini bisa menyembuh kan ini, si itu bisa menyembuhkan penyakit ini. Setelah saya cek hasilnya 0 besar. Kadang saya berobat hanya coba coba saja, apalagi ada yang janjiin bisa menyembuhkan dari jarak jauh hanya lewat telepon saja sehingga saya tambah bingung. Saya percaya pada orang ketika dia mengobati tidak pakai tarip dan tak pernah marah marah selama mengobati pasien. Dokter pun kadang saya tak percaya, ada dokter nyaranin jangan makan tempe dan tahu nanti asam uratnya naik. Saya makan tempe dan tahu asam urat saya tidak naik, kata teman yang bisa dipercaya yang menyebabkan asam urat naik yaitu jika kita makan kacang yang masih ada kulit tipisnya. Karena asam urat ada di ujung kacang bakal calon benih/lembaga. Kadang ada dokter yang memponis seseorang 1 minggu lagi sampean meninggal? Kayak tuhan saja dokternya, selama saya memperaktikan ilmu palmistry yaitu ilmu garis tangan dan bahasa wajah, biasa banyak menjadi kenyataan malah sampai meninggal. From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, January 26, 2018 6:28 AM To: Gelora 45 <[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Pendidikan kedokteran di Belanda Operasi tanpa alat, hanya tangan, tidak ada bukti bahwa orang yang dioperasi sembuh. Seingat saya pada tahun 1970-an seorang Filipina melakukan hal tsb. Dipertunjukan di TV operasinya. Pasien yang katanya kanker perut diletakan diatas meja operasi lalu bahagian badan yaitu perut ditutup dengan kain putih, lalu sang "dokter" memasukan tangan seperti meraba-raba atau pijit perut lalu dikeluarkan daging yang kantanya kanker. Daging yang dikeluarkan tidak dikasi untuk diperiksa, apakah betul kanker di tubuh pasien.Menurut berita selanjutnya oleh para komentar media bahwa daging tsb adalah hati ayam.
