Bagaimana bisa dilakukan operasi canggih, kalau perbandingan tempat tidur
dirumah sakit adalah 0,9 per 100.000 orang? Dokter 2 orang per 1.000
penduduk, selebihnya silahkan baca  ini dari wikpedia :
"
Healthcare provisionAccording to data from the Ministry of Health of
Indonesia <https://en.wikipedia.org/wiki/Ministry_of_Health_(Indonesia)>,
there are 2454 hospitals around the country, with a total of 305,242 beds -
a very low figure of 0.9 bed per 100,000 inhabitants. Most hospitals are in
urban areas.[2]
<https://en.wikipedia.org/wiki/Healthcare_in_Indonesia#cite_note-2>[3]
<https://en.wikipedia.org/wiki/Healthcare_in_Indonesia#cite_note-wb-3>
Among these, 882 of these hospitals are government owned and 1509 are
private hospitals. According to the Worldbank data in 2012, there are 0.2
physicians <https://en.wikipedia.org/wiki/Physician> per 1,000 people, with
1.2 Nurses and Midwives per 1,000 people in Indonesia.[3]
<https://en.wikipedia.org/wiki/Healthcare_in_Indonesia#cite_note-wb-3> Out
of all the 2454 hospitals in Indonesia, 20 have been accredited by Joint
Commission international (JCI) as of 2015.[4]
<https://en.wikipedia.org/wiki/Healthcare_in_Indonesia#cite_note-4> In
addition, there are 9718 government financed Puskesmas
<https://en.wikipedia.org/wiki/Puskesmas> (Health Community Centre) listed
by the Ministry of Health of Indonesia
<https://en.wikipedia.org/wiki/Ministry_of_Health_(Indonesia)>, which
provide comprehensive healthcare and vaccination for the population in the
sub-district level. Both traditional and modern health practices are
employed.

2018-01-24 6:22 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> RALAT:
> Prof. Christiaan Barnard melakukan transplantasi jantung bukan kira2 40
> tahun yg. lalu tetapi 50 tahun yg. lalu yaitu pd. tahun 1967.
>
> Setahun kemudian, in 1968,  Dr. Denton Cooley melakukan transplantasi
> jantung di Amerika. Dan sekarang, transplantasi jantung, dilakukan di
> negara2 maju secara mudah/rutin. Masalahnya, cuma kekurangan jantung organ
> donor. Tentunya lebih sulit melakukan transplantasi jantung dan paru2
> (heart-lung transplantation) sekaligus.
>
> Di Indonesia, setahu saya sudah bisa dilakukan transplantasi ginjal,
> tetapi belum bisa dilakukan transplantasi jantung yg. lebih sulit.
> Masalahnya, bukan saja teknik operasinya, tetapi masalah post-operative
> care (logistic-nya), organ rejection (Immunology) dll. Jadi Indonesia di
> bidang ini, paling sedikit sudah ketinggalan 1/ 2 abad atau 50 tahun dimana
> transplantasi jantung sudah dimulai pada tahun 1967/1968.
>
> Kita bisa melihat prosedur2 medik yg. bisa dilakukan dan tidak bisa
> dilakukan di Indonesia, Penang (Malaysia), Singapur utk. perbandingan. Dan
> tidak perlu perlu melihat ke negara di Eropa atau Amerika, yg. tentunya
> lebih atau jauh lebih  maju.
>
> Jadi cuma basa-basi saja perdebatan ttg. kehebatan pendidikan kedokteran
> atau titel dokter/ di Indonesia dan Amerika.
>
> BH Jo
>
>
> ---In [email protected], <bhjo@...> wrote :
>
> Ikut nimbrung. Benar bahwa dulu pada waktu jaman Belanda pendidikan di
> Indonesia tidak banyak bedanya dgn pendidikan di Belanda atau di luar
> negeri lain. Tetapi sesudahnya, perkembangan science dan technology
> berkembang terus dan sangat cepat sedari 30 tahun yg lalu. Dan perkembangan
> ini tidak bisa di ikuti oleh Indonesia dan ini antara lain karena riset di
> Indonesia tidak berkembang. Di bidang yg saya pelajari, saya belum pernah
> melihat publikasi dari Indonesia dimajalah internasional atau luar
> negeri/LN. Padahal saya pernah melihat publikasi dari Thailand, Singapore,
> Korea Selatan, Malaysia. Tentunya yg paling banyak dari Asia adalah dari
> Jepang dan Tiongkok. Selain kemacetan ilmu, juga kemacetan dalam
> praktisnya. Contoh: dulu kalau orang sakit di obati di Indonesia atau di
> LN, ya tidak banyak bedanya.Tetapi sekarang lain, misalnya, sampai sekarang
> operasi transplansi jantung, hati, pankreas, jantung dan paru2 sekali gus
> belum ada di Indonesia. Juga radiosurgery, Gamma-knife radiation, "operasi
> janin yg masih dalam kandungan" dan banyak prosedur lain yg tidak bisa
> dilakukan di Indonesia. Padahal prosedur 2 tsb diatas sudah prosedur rutin
> di banyak negara di LN. Masih ingat Prof. Barnard dari Afrika Selatan,
> sudah melakukan tranplantasi jantung kira2 40 tahun yg lalu! Transplansi
> jantung sudah rutin di negara2 maju. Sebetulnya perdebatan titel Dr versus
> PhD dll dari berbagai negara tidak sepenting seperti apa yg bisa dilakukan
> di negara yg bersangkutan secara praktis.
>
> 
>

Kirim email ke