Bung Ajeg yb,
Saya masih tidak berhasil melihat bagaimana sesungguhnya dengan produksi
mobil-nasional Esemka ini, ... Kalau tidak salah ingat, dulu itu dijaman Dhalan
Iskan menteri BUMN, sepertiny dia mendorong Esemka mobil-listrik, tapi yg
keluar sekarang ini jadi mobil yang diproduksi Geely, Tiongkok? Ada berita yang
bilang Hendropriyono yang ditugaskan menangani? Pemberitaan nampaknya masih
simpang siur, atau perencanaan dari pemerintah juga belum jelas? Entahlah, ...
Salam,
ChanCT
a.. a.. Mobil Esemka Ternyata Sudah Bisa Dipesan Secara Online
Rendra Saputraa.. OTOMOTIF a.. MOBILSenin, 25 September 2017 | 11:58
WIBa.. a.. Photo :
a.. FacebookEsemka Digdaya kepergok tengah diuji coba.a.. VIVA.co.id –
Para pencinta otomotif di Tanah Air kini kembali ramai membahas produk mobil
bercita rasa nasional Esemka, yang pernah melejitkan nama Presiden RI Joko
Widodo. Ihwalnya setelah lini masa mulai diramaikan dengan beredarnya foto-foto
wujud salah satu produk Esemka yang kedapatan tengah diuji coba di jalan raya.
Mobil itu ternyata adalah Digdaya, yang hadir dengan genre double cabin, di
mana belakangnya tersedia kompartemen seperti halnya sebuah mobil pikap. Mesin
yang ditanamkan pada Esemka Digdaya, yakni berkapasitas 2.000cc.
Menariknya, Esemka ternyata sudah membuka pemesanan bagi para calon
konsumen yang berminat meminangnya. Bukan hanya Digdaya, namun juga dua kreasi
Esemka lainnya. Ini dipastikan dalam pengumuman melalui akun resmi
Esemka_Indonesia di kolom komentar, yang menyebut calon konsumen bisa mengisi
formulir pemesanan jika berminat ingin memilikinya.
Di formulir itu tertera jelas ada tiga produk yang sudah bisa diirik
konsumen, yakni Esemka Bima 1.3 (pikap), Esemka Digdaya 2.0 (double cabin), dan
Borneo 2.7 D (minibus). Hanya ada tiga warna yang disediakan Esemka, pada
mobil-mobil buatannya, yakni hitam, putih, dan silver. Namun tak disebutkan
berapa harga yang akan dibanderol pada produk-produk Esemka.
Mobil Esemka belakangan memang terus ditunggu kehadirannya oleh masyarakat.
Meski tak sedikit pula pihak yang menyangsikan Esemka merupakan produk asli
Indonesia. Tudingan belakangan menyebut Esemka merupakan produk buatan China.
Apalagi Esemka juga memanfaatkan teknologi Geely (China) dan diproduksi di
fasilitas Geely yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat.
Pada suatu kesempatan wawancara beberapa waktu lalu, Managing Director PT
Adiperkasa Citra Esemka Hero, Hosea Sanjaya mengatakan, Esemka statusnya memang
bukan mobil nasional. "Esemka itu bukan mobil nasional, tapi mobil Indonesia,"
kata Hosea.
Maksud Esemka dari mobil Indonesia, berarti produk yang lahir dan
diproduksi di Tanah Air. Esemka dikatakan lahir dengan memanfaatkan
pemberdayaan lokal hingga kolaborasi dengan komponen Original Equipment
Manufacturer (OEM).
"Mobil yang bisa dilahirkan dan diproduksi di Indonesia, merek Indonesia.
Industri mobil itu ada definisinya, yaitu suatu industri di bidang otomotif
yang mengelola reputasi mengenai kualitas, posisi suatu merek yang kapitalisasi
Original Equipment Manufacturer atau OEM, di mana pun selalu melakukan
pemberdayaan lokal nasional, sehingga memberikan nilai tambah," ujar Hosea.
OtoVIVA selalu memberikan liputan khas dan unik. Kali ini, kami menjajal
sehari jadi supir Bajaj Qute. Lihat keseruannya di sini.
From: ajeg [email protected] [GELORA45]
Sent: Saturday, February 3, 2018 4:42 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Esemka Garuda 1 Sangat Mirip dengan Mobil Tiongkok, Ini
Buktinya
Soal belajar tidak ada masalah Chan, karena yang jadi masalah
adalah, murid-murid SMK sedang belajar merakit mobil
tiba-tiba Jokowi sudah menyuruh produksi. Dengan gombalan,
ini adalah mobil rancangan siswa SMK dan akan diproduksi secara
gotong-royong oleh bengkel & industri Rakyat.
Siapa yang tidak tertarik, di musim paceklik pemimpin begini
tiba-tiba ada pejabat daerah (saat itu Jokowi masih walikota Solo)
bicara soal potensi Rakyat. Ditambah lagi dengan embel-embel
akan mendesak pemerintah pusat untuk mendukung produk Rakyat ini.
Rasanya saat itu seluruh dunia juga dengar sehingga nama Jokowi
dikenal sebagai "pejabat yang merakyat". Opini dunia terhadap Jokowi
dan Indonesia terbangun. Harapan membengkak. Histeria "pejabat Rakyat"
semakin seru begitu Jokowi urbanisasi ke Balai Kota DKI, lalu nyapres...
Semua ini terjadi hanya dalam hitungan bulan. Betul-betul ajaib.
Lebih ajaib lagi, sesampainya Jokowi di istana, jangankan soal Esemka,
soal potensi Rakyat secara umum saja tidak kita dengar. Setiap hari Jokowi
hanya sibuk bicara soal potensi investor asing.
Sebagai pemerintah pusat, Jokowi juga tidak mendesak dirinya untuk
mendukung "produk Rakyat" (Esemka) sebagaimana dulu dia mendesak
pemerintah pusat. Tidak lagi terdengar soal sistem produksi gotong-royong
yang sempat membangkitka n harapan Rakyat. Dan, mustahil dibantah
bahwa tahu-tahu Esemka diproduksi sebuah perusahaan swasta, memakai
modal perorangan. Artinya, pengembangan usaha / produksi akan disesuaikan
dengan kebutuhan pemilik modal itu sendiri, dan bukan lagi berdasarkan
kebutuhan bersama seperti gembar-gembor awal yang ternyata cuma untuk
mendongkrak Jokowi ke istana.
Nah, bagaimana Anda membaca semua ini dalam konteks'belajar' dan
< div>'berdikari'?
Itu dulu.
--- SADAR@... wrote:
Iyaaalah, ... sementara begitulah langkah seseorang belajar dari orang lain
semua juga sama, TIDAK PERLU DICELA! Yang lebih PENTING bagaimana jiwa
BERDIKARI bangsa ini bisa benar-benar diwujudkan menjadi KENYATAAN! TIDAK terus
tergantung dari orang lain, siapapun dia, .....
Bukankah Tiongkok yang maju sekarang ini diawal mula juga begitu, BELAJAR pada
usaha orang lain bahkan diam-diam membajaknya, bikin sendiri dengan sepenuhnya
sama, jadi barang aspal, Asli tapi PALSU! DImarahi banyak negara didunia, ...
tapi, kemudian juga kita lihat banyak hsil produksi TIongkok yang bisa maju
bahkan lebih canggih dari yg dicontoh. Kalau mau maju lebih cepat, ya tidak
bisa harus mulai dari NOL, meneliti sendiri yg diperlukan puluhan tahun, ...
contek, atau ikuti saja hasil penelitian orang itu, lalu sesuai dengan
kemampuan OTAK sendiri, dikembangkan sesuai dengan kebutuhannya sendiri!
Salam,
ChanCT
From: Jonathan Goeij
Apakah Jokowi dan Tommy itu kembar identik?
Makin lama makin mirip.
--- ajegilelu@... wrote :
Itulah dia, yang lain dianggap nggak punya perut.
--- jetaimemucho1@... wrote:
Kalau cuma butuh maem, paling berapa sih!! apa yang mereka maem itu???
On Friday, February 2, 2018 10:04 AM, ajeg wrote:
Mana bisa orang melupakan mobil yang membesarkan nama Jokowi ini,
membuat Jokowi terkenal sedunia karena menggembar-gemborkan
mobil ini sebagai rancangan murid SMK yang akan diproduksi secara< /span>
gotong-royong oleh industri Rakyat. Kedengaran hebat sekali di tengah
paceklik pemimpin begini tahu-tahu ada yang bicara soal Rakyat.
Citra walikota Solo itu tiba-tiba menggelembung sebesar matahari.
Ketika dia urbanisasi ke ibukota lalu nyapres, nah langsung tersingkaplah
bahwa semua penggelembungan ini adalah rancangan nekolim untuk
memasang boneka di istana. Apaboleh buat, media kapitalis lokal dan
luar negeri terlanjur gencar menutupi realita yang ada yaitu, persetanlah
dengan murid SMK, persetan industri gotong-royong, persetan kolektivitas
warga. Yang terus dipompa hanyalah tentang penguasa kondang beserta
sederet pemilik modal yang butuh maem.
https://groups.yahoo.com/neo/groups/gelora45/conve rsations/messages/193882
--- jonathangoeij@... wrote:
Kayak Timor mobil nasional-nya Tommy Soeharto.
---
Ketika dibandingkan, perbedaannya hanya pada logo dan penyematan emblem.
....
Kamis, 01 Februari 2018 00:30 WITA
Esemka Garuda 1 Sangat Mirip dengan Mobil Tiongkok, Ini Buktinya
Editor: Abu Asyraf
Desain mobil Esemka Garuda 1 yang disebut-sebut mirip dengan mobil Tiongkok,
Foday Landfort.
RAKYATKU.COM - Mobil Esemka kembali jadi perbincangan. Kabarnya, mobil yang
diperkenalkan Joko Widodo beberapa waktu lalu itu segera dijual di pasaran.
Namun, ada yang membuat penasaran. Desainnya sangat mirip dengan Foday
Landfort, buatan Tiongkok.
Ketika dibandingkan, perbedaannya hanya pada logo dan penyematan emblem.
Selebihnya sangat mirip. Terutama pada bagian buritan. Sebutlah antara lain
desain pintu belakang, rear upper spoiler, list chrome, wiper, stop lamp,
bumper, hingga reflektor yang sama persis.
Begitu pula tampak samping. Pilar a hingga c desainnya sama persis. Bentuk kaca
kecil di belakang pilar c pun antara keduanya seperti pinang dibelah dua.
Beranjak ke bagian pintu samping, masing-masing mobil menggunakan desain handle
pintu yang sama.
Foday Landfort
Foday Landfort, tersedia dalam pilihan mesin bensin 2.4-liter dan mesin diesel
1.9-liter. Untuk sistem penggeraknya all-wheel-drive (AWD) dan rear-wheel-drive
(RWD). Sementara spesifikasi Esemka Garuda 1 belum dipublikasikan.
Tak hanya Esemka Garuda 1 yang mirip dengan mobil Tiongkok. Mobil Esemka
Digdaya juga san gat mirip dengan pikap asal Tiongkok lainnya, Foday F22.
Produksi massal Esemka Garuda 1 dilakukan PT Adiperkasa Citra Esemka Her
(ACEH). Perusahaan ini membuka pabrik perakitan di Boyolali, Jawa Tengah. PT
ACEH kabarnya akan melibatkan siswa-siswi SMKN terbaik di Indonesia.
Cikal bakal mobil Esemka ini lahir dari SMKN 2 Solo tahun 2012 lalu. Jokowi
yang saat itu menjabat wali kota Solo kemudian terpilih menjadi gubernur DKI
Jakarta kemudian memperkenalkan mobil itu.