Terimakasih atas penjelasan lebih detail yang diberikan, bung Ajeg! Nampaknya 
masih harus tunggu proses selanjutnya dengan Esemka yang ditangani Hendro itu, 
... untuk melihat bagaimana mereka mengerjakan sesungguhnya.

Salam,
ChanCT


From: ajeg [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, February 4, 2018 2:37 AM
To: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] Esemka Garuda 1 Sangat Mirip dengan Mobil Tiongkok, Ini 
Buktinya

  

Jangan kuatir, Anda tidak sendirian. Yang di tanahair saja banyak 

yang tidak mengerti bagaimana mobil Esemka itu diproduksi. 

Sedikit sekali memang pemberitaan seputar produksi Esemka. 

Selebihnya hanyalah gegap-gempita media pendukung Jokowi & 

buzzer tentang betapa "merakyatnya" Jokowi (yang di luar Indonesia 

mungkin cuma kebagian berita-berita buntut ini). 



Menjelang Jokowi urbanisasi ke ibukota orang masih sempat dengar 

ribut-ribut soal pengalihan produksi dari Kiat Motor (bengkel milik 

Sukiyat yang menghimpun puluhan UMKM pendukung komponen
Esemka) ke PT SMK (bukan "Sekolah Menengah Kejuruan" tapi 

"Solo Manufaktur Kreasi"). Disusul pemberitaan keluh-kesah Sukiyat 

[Kecewa Namanya Dihapus] dan paling akhir tentang nasib yang 

dialami Sukiyat [Sukiyat Diancam]. Kemudian, di tengah kesibukan 

Gubernur Jokowi nyapres, muncul berita: Bengkel Sukiyat Terbakar. 

Setelah itu barulah Esemka tidak ada kabarnya lagi. Sampai suatu hari 

masuk info Jokowi & Hendropriyono berada di Malaysia. Dan terbukti, 

Esemka sudah dalam genggaman Hendro.


Lebih kurang begitulah perjalanan Esemka yang melejitkan Jokowi. 

Orang bilang, Esemka ibarat kuda troya Jokowi cs untuk menyerbu istana 

dan menguasai Indonesia. Tentu, dengan dukungan penuh para awam 

yang tidak tahu-menahu duduk persoalan sebenarnya. Tahunya cuma 

pencitraan Jokowi sebagai anak baik, sederhana, berbaju-celana-sepatu 

murahan dst.



Mudah-mudahan sedikit tambahan ini cukup untuk melihat pelajaran apa

yang diberikan Jokowi melalui skandal Esemka, yang katanya dibiayai 

bersama oleh Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia padahal digarap 

perusahaan swasta. Menurut Anda, berdikari seperti apa yang dimaksud 

dengan cara belajar seperti ini?


Oya, mobil listrik Dahlan Iskan (Tuxuci dll) adalah proyek yang terpisah 

dari Esemka Jokowi. Beda. Mobil listrik Dahlan tidak melibatkan anak 

sekolah, tapi bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga negara. 

Perbedaan lainnya, proyek ini ibarat kuda poni Dahlan memasuki pengadilan.


--- SADAR@... wrote:


  
Bung Ajeg yb,

Saya masih tidak berhasil melihat bagaimana sesungguhnya dengan produksi 
mobil-nasional Esemka ini, ... Kalau tidak salah ingat, dulu itu dijaman Dhalan 
Iskan menteri BUMN, sepertiny dia mendorong Esemka mobil-listrik, tapi yg 
keluar sekarang ini jadi mobil yang diproduksi Geely, Tiongkok? Ada berita yang 
bilang Hendropriyono yang ditugaskan menangani? Pemberitaan nampaknya masih 
simpang siur, atau perencanaan dari pemerintah juga belum jelas? Entahlah, ...

Salam,
ChanCT

Mobil Esemka Ternyata Sudah Bisa Dipesan Secara Online
Rendra Saputra
OTOMOTIF MOBIL
Senin, 25 September 2017 | 11:58 WIB










































§ Esemka Digdaya kepergok tengah diuji coba.


VIVA.co..id – Para pencinta otomotif di Tanah Air kini kembali ramai membahas 
produk mobil bercita rasa nasional Esemka, yang pernah melejitkan nama Presiden 
RI Joko Widodo.. Ihwalnya setelah lini masa mulai diramaikan dengan beredarnya 
foto-foto wujud salah satu produk Esemka yang kedapatan tengah diuji coba di 
jalan raya.

Mobil itu ternyata adalah Digdaya, yang hadir dengan genre double cabin, di 
mana belakangnya tersedia kompartemen seperti halnya sebuah mobil pikap. Mesin 
yang ditanamkan pada Esemka Digdaya, yakni berkapasitas 2.000cc.

Menariknya, Esemka ternyata sudah membuka pemesanan bagi para calon konsumen 
yang berminat meminangnya. Bukan hanya Digdaya, namun juga dua kreasi Esemka 
lainnya. Ini dipastikan dalam pengumuman melalui akun resmi Esemka_Indonesia di 
kolom komentar, yang menyebut calon konsumen bisa mengisi formulir pemesanan 
jika berminat ingin memilikinya.

Di formulir itu tertera jelas ada tiga produk yang sudah bisa diirik konsumen, 
yakni Esemka Bima 1.3 (pikap), Esemka Digdaya 2.0 (double cabin), dan Borneo 
2.7 D (minibus). Hanya ada tiga warna yang disediakan Esemka, pada mobil-mobil 
buatannya, yakni hitam, putih, dan silver. Namun tak disebutkan berapa harga 
yang akan dibanderol pada produk-produk Esemka.

Mobil Esemka belakangan memang terus ditunggu kehadirannya oleh masyarakat. 
Meski tak sedikit pula pihak yang menyangsikan Esemka merupakan produk asli 
Indonesia.. Tudingan belakangan menyebut Esemka merupakan produk buatan China. 
Apalagi Esemka juga memanfaatkan teknologi Geely (China) dan diproduksi di 
fasilitas Geely yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat.

Pada suatu kesempatan wawancara beberapa waktu lalu, Managing Director PT 
Adiperkasa Citra Esemka Hero, Hosea Sanjaya mengatakan, Esemka statusnya memang 
bukan mobil nasional. "Esemka itu bukan mobil nasional, tapi mobil Indonesia," 
kata Hosea.

Maksud Esemka dari mobil Indonesia, berarti produk yang lahir dan diproduksi di 
Tanah Air.. Esemka dikatakan lahir dengan memanfaatkan pemberdayaan lokal 
hingga kolaborasi dengan komponen Original Equipment Manufacturer (OEM)..

"Mobil yang bisa dilahirkan dan diproduksi di Indonesia, merek Indonesia. 
Industri mobil itu ada definisinya, yaitu suatu industri di bidang otomotif 
yang mengelola reputasi mengenai kualitas, posisi suatu merek yang kapitalisasi 
Original Equipment Manufacturer atau OEM, di mana pun selalu melakukan 
pemberdayaan lokal nasional, sehingga memberikan nilai tambah," ujar Hosea..

OtoVIVA selalu memberikan liputan khas dan unik. Kali ini, kami menjajal sehari 
jadi supir Bajaj Qute. Lihat keseruannya di sini.




From: ajeg


Soal belajar tidak ada masalah Chan, karena yang jadi masalah 

adalah, murid-murid SMK sedang belajar merakit mobil 

tiba-tiba Jokowi sudah menyuruh produksi. Dengan gombalan, 

ini adalah mobil rancangan siswa SMK dan akan diproduksi secara 

gotong-royong oleh bengkel & industri Rakyat.


Siapa yang tidak tertarik, di musim paceklik pemimpin begini 

tiba-tiba ada pejabat daerah (saat itu Jokowi masih walikota Solo) 

bicara soal potensi Rakyat. Ditambah lagi dengan embel-embel 

akan mendesak pemerintah pusat untuk mendukung produk Rakyat ini. 

Rasanya saat itu seluruh dunia juga dengar sehingga nama Jokowi 

dikenal sebagai "pejabat yang merakyat". Opini dunia terhadap Jokowi 

dan Indonesia terbangun. Harapan membengkak. Histeria "pejabat Rakyat" 

semakin seru begitu Jokowi urbanisasi ke Balai Kota DKI, lalu nyapres... 



Semua ini terjadi hanya dalam hitungan bulan. Betul-betul ajaib.



Lebih ajaib lagi, sesampainya Jokowi di istana, jangankan soal Esemka, 

soal potensi Rakyat secara umum saja tidak kita dengar. Setiap hari Jokowi 

hanya sibuk bicara soal potensi investor asing.



Sebagai pemerintah pusat, Jokowi juga tidak mendesak dirinya untuk 

mendukung "produk Rakyat" (Esemka) sebagaimana dulu dia mendesak 

pemerintah pusat. Tidak lagi terdengar soal sistem produksi gotong-royong 

yang sempat membangkitka n harapan Rakyat. Dan, mustahil dibantah 

bahwa tahu-tahu Esemka diproduksi sebuah perusahaan swasta, memakai 

modal perorangan. Artinya, pengembangan usaha / produksi akan disesuaikan 

dengan kebutuhan pemilik modal itu sendiri, dan bukan lagi berdasarkan 

kebutuhan bersama seperti gembar-gembor awal yang ternyata cuma untuk

mendongkrak Jokowi ke istana. 



Nah, bagaimana Anda membaca semua ini dalam konteks'belajar' dan 'berdikari'?


Itu dulu.


--- SADAR@... wrote:

Iyaaalah, ..... sementara begitulah langkah seseorang belajar dari orang lain 
semua juga sama, TIDAK PERLU DICELA! Yang lebih PENTING bagaimana jiwa 
BERDIKARI bangsa ini bisa benar-benar diwujudkan menjadi KENYATAAN! TIDAK terus 
tergantung dari orang lain, siapapun dia, .....
Bukankah Tiongkok yang maju sekarang ini diawal mula juga begitu, BELAJAR pada 
usaha orang lain bahkan diam-diam membajaknya, bikin sendiri dengan sepenuhnya 
sama, jadi barang aspal, Asli tapi PALSU! DImarahi banyak negara didunia, ... 
tapi, kemudian juga kita lihat banyak hsil produksi TIongkok yang bisa maju 
bahkan lebih canggih dari yg dicontoh. Kalau mau maju lebih cepat, ya tidak 
bisa harus mulai dari NOL, meneliti sendiri yg diperlukan puluhan tahun, ... 
contek, atau ikuti saja hasil penelitian orang itu, lalu sesuai dengan 
kemampuan OTAK sendiri, dikembangkan sesuai dengan kebutuhannya sendiri!

Salam, 
ChanCT



From: Jonathan Goeij

Apakah Jokowi dan Tommy itu kembar identik?
Makin lama makin mirip.

--- ajegilelu@... wrote :


Itulah dia, yang lain dianggap nggak punya perut. 



--- jetaimemucho1@... wrote:



Kalau cuma butuh maem, paling berapa sih!! apa yang mereka maem itu???



On Friday, February 2, 2018 10:04 AM, ajeg wrote:


Mana bisa orang melupakan mobil yang membesarkan nama Jokowi ini, 

membuat Jokowi terkenal sedunia karena menggembar-gemborkan
mobil ini sebagai rancangan murid SMK yang akan diproduksi secara< /span> 

gotong-royong oleh industri Rakyat. Kedengaran hebat sekali di tengah
paceklik pemimpin begini tahu-tahu ada yang bicara soal Rakyat. 

Citra walikota Solo itu tiba-tiba menggelembung sebesar matahari.


Ketika dia urbanisasi ke ibukota lalu nyapres, nah langsung tersingkaplah 

bahwa semua penggelembungan ini adalah rancangan nekolim untuk 

memasang boneka di istana. Apaboleh buat, media kapitalis lokal dan 

luar negeri terlanjur gencar menutupi realita yang ada yaitu, persetanlah 

dengan murid SMK, persetan industri gotong-royong, persetan kolektivitas 

warga. Yang terus dipompa hanyalah tentang penguasa kondang beserta 

sederet pemilik modal yang butuh maem. 



https://groups.yahoo.com/neo/groups/gelora45/conve rsations/messages/193882



--- jonathangoeij@... wrote:

Kayak Timor mobil nasional-nya Tommy Soeharto. 

---
Ketika dibandingkan, perbedaannya hanya pada logo dan penyematan emblem. 
....
Kamis, 01 Februari 2018 00:30 WITA

Esemka Garuda 1 Sangat Mirip dengan Mobil Tiongkok, Ini Buktinya

Editor: Abu Asyraf Desain mobil Esemka Garuda 1 yang disebut-sebut mirip dengan 
mobil Tiongkok, Foday Landfort. 


RAKYATKU.COM  - Mobil Esemka kembali jadi perbincangan. Kabarnya, mobil yang 
diperkenalkan Joko Widodo beberapa waktu lalu itu segera dijual di pasaran. 
Namun, ada yang membuat penasaran. Desainnya sangat mirip dengan Foday 
Landfort, buatan Tiongkok.



Ketika dibandingkan, perbedaannya hanya pada logo dan penyematan emblem. 
Selebihnya sangat mirip... Terutama pada bagian buritan. Sebutlah antara lain 
desain pintu belakang, rear upper spoiler, list chrome, wiper, stop lamp, 
bumper, hingga reflektor yang sama persis.

Begitu pula tampak samping. Pilar a hingga c desainnya sama persis. Bentuk kaca 
kecil di belakang pilar c pun antara keduanya seperti pinang dibelah dua. 
Beranjak ke bagian pintu samping, masing-masing mobil menggunakan desain handle 
pintu yang sama.




















Foday Landfort 
Foday Landfort, tersedia dalam pilihan mesin bensin 2.4-liter dan mesin diesel 
1.9-liter. Untuk sistem penggeraknya all-wheel-drive (AWD) dan rear-wheel-drive 
(RWD). Sementara spesifikasi Esemka Garuda 1 belum dipublikasikan.
Tak hanya Esemka Garuda 1 yang mirip dengan mobil Tiongkok. Mobil Esemka 
Digdaya juga san gat mirip dengan pikap asal Tiongkok lainnya, Foday F22.
Produksi massal Esemka Garuda 1 dilakukan PT Adiperkasa Citra Esemka Her 
(ACEH). Perusahaan ini membuka pabrik perakitan di Boyolali, Jawa Tengah. PT 
ACEH kabarnya akan melibatkan siswa-siswi SMKN terbaik di Indonesia. 

Cikal bakal mobil Esemka ini lahir dari SMKN 2 Solo tahun 2012 lalu. Jokowi 
yang saat itu menjabat wali kota Solo kemudian terpilih menjadi gubernur DKI 
Jakarta kemudian memperkenalkan mobil itu.

Kirim email ke