Yang berobah itu justru AS, dari mati-matian mendukung Taiwan di PBB jadi menggelar karpet merah untuk RRC. Jadi, kunjungan Nixon ke Beijing tahun 1972 untuk minta upah kepada Mao karena merasa berjasa telah mendepak Taiwan dari PBB dan mempersilakan RRC menjadi anggota PBB sejak 1971.
Sebelumnya, AS terus menolak RRC menjadi anggota PBB, dan itu menjadi salahsatu alasan Indonesia keluar dari PBB 1965. Jadi, memang sangat jelas dan sangat-sangat gamblang AS adalah dalangG30S untuk mengubur kesetiakawanan RI terhadap RRC di PBB. --- SADAR@... wrote: Ini nenek dalam tempurung sudah TIDAK WARAS! Memangnya siapa yang berilusi terhadap IMPERIALISME apalagi mengatakan sifat imperialisme berubah??? Yang berubah itu bentuk kontradiksi dan perjuangan melawan imperialisme sesuai dengan berubahan sikap imperialisme itu sendiri, ... dn INGAT perubahan itu justru dijalankan saat Ketua Mao masih HIDUP, dan bisa menemui pres. Nixon untuk BERSALAMAN! Jangan memelintir pendapat orang yang berbeda apalagi dengan main FITNAH! From: Tatiana Lukman Ilusi terhadap Imperialisme membuat rakyat tidak mungkin mempertahankan kebebasan dalam politik dan berdikari dalam ekonomi. Kalau sebuah negeri berilusi terhadap imperialisme maka kedaulatannya akan dilanggar dan hancurlah negeri itu. Iran dan Libia merupakan contoh yang tragis. Pengalaman sejarah dan kebenaran menunjukkan bahwa ilusi terhadap imperialisme berarti mati!! Ilusi tentang Imperialisme adalah virus yang mematikan. Siapa yang berilusi akan perubahan dalam watak Imperialisme??? Kaum revisionis modern Soviet dengan dedengkotnya Khrustjov adalah yang dengan terang-terangan menyebar ilusi tentang perubahan sifat imperialisme sehingga dihimbaunya kaum revolusione r untuk berkoexistensi secara damai dengan imperialisme dan antek-anteknya. Sekarang siapa yang mewarisi ilusi itu?? Dengan terang-terangan si Chan mengatakan sifat imperialisme berubah!!! Illusion about Imperialism Is Deadly Virus by Son So Yon Illusion about imperialism makes it impossible to maintain independence in politics and self-sustenance in economy. If a country is obsessed by illusion about imperialism, its sovereignty is violated and flouted and it won't escape from doom. The tragic situation in Iraq and Libya clearly proved this. Today, the imperialists' strong-arm policy is facing the fate of doom. Creating such illusion is no more than last-ditch efforts of the imperialists to realize their ambition to dominate the world. If one fails to discern this and harbors such illusion, one will cook one's own goose as well as help the imperialists prolo ng their remaining days. The countries aspiring after independence should keep strict vigilance over and root out the slightest illusion about imperialism and adhere to the Juche character and national character. It is the lesson of history and the truth that illusion about imperialism precisely means death.
