BODOOOH, ...! Nenek dalam tempurung ini TIDAK BISA membedakan pendukung dengan 
penjilat, boneka! Begitu ekstrimnya memandang segala masalah, sampai-sampai 
melihat mendukung pemerintah Jokowi berarti tidak boleh mengajukan pendapat, 
TUNTUTAN, bahkan pendapat berbeda! Boleh-boleh saja, ... apa salahnya???!!!

Yang menjadi masalah, kalau tuntutan berlebihan dari apa yang bisa dicapai 
sekarang ini sesuai kekuatan rakyat dan kekuatan kapitalis perkebunan yang 
dikatakan memonopoli atas tanah rakyat dipedesaan itu. Adalah mimpi untuk 
menuntut ambil alih monopoli kapitalis monopoli sekarang juga! Siapapun yang 
berkuasa di Ind. sekarang ini, tidak akan bisa mewujudkan mimpi itu! Saya 
berpendapat, yang bisa diperjuangkan sekarang ini, menuntut pembagian 
sertifikat tanah itu lebih adil dan lebih baik saja dahulu! Saya tidak tahu 
bagaimana konkritnya pembagian sertifikat tanah yang mencapai jutaan Ha. yang 
dijalankan pemerintah sekarang ini, dan kenapa dituduh program Agraria PALSU? 
Lalu, bagaimana konkrit tuntutan mereka sesungguhnya, ... tuntut sajalah pada 
pemerintah untuk berbuat lebih baik dan adil, ... dan beri pengawasan 
pelaksanaan pembagian sertifikat tanah itu agar berjalan lebih menguntungkan 
RAKAYAT banyak, ...



From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Friday, March 16, 2018 1:45 AM
To: Yahoogroups ; Daeng ; Harry Singgih ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; Farida 
Ishaja ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Oman Romana ; Billy 
Gunadi ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; 
Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho ; WIN DJOYO 
Subject: [GELORA45] Kecam Kedatangan Jokowi, Aliansi Mahasiswa Banten Gelar Aksi

  

He, Chan, apa Aliansi Mahasiswa Banten ini bermanifestasi mengecam kedatangan 
Jokowi hanya karena mereka sok revolusioner???? Si pendukung buta Jokowi jelas 
menempatkan dirinya bertentangan dengan suara Aliansi Mahasiswa Banten ini, 
bukan???? buka mata lebar-lebar dan baca apa isi kecaman pada rezim BONEKA 
Jokowi-JK...






Kecam Kedatangan Jokowi, Aliansi Mahasiswa Banten Gelar Aksi



Pemuda mahasiswa yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa Banten yang terdiri 
dari LMND Serang, Untirta Movement Community (UMC), Nuansa Daerah Pendidikan 
(NDP Banten), Komunitas Mahasiswa Soedirman (KMS 30), BEM Untirta, berbagai 
organisasi pemuda mahasiswa lainya, menggelar aksi bertepatan dengan agenda 
kedatangan Presiden Jokowi, ke Tanara, Kabupaten Serang, Banten.
Aksi yang sudah dimulai sejak siang hari tadi, di depan kampus UIN SMH Banten, 
Rabu (14/2/18). AMB dalam aksinya menegaskan Mosi Tidak Percaya Pada Rezim 
Boneka Jokowi-JK, karena program Reforma Agraria Palsu, Perhutanan Sosial yang 
tetap mempertahankan perampasan dan monopoli tanah-tanah rakyat di pedesaan.


“Kedatangan rezim kali ini dalam menjalankan kinerja nya yang terus menerus 
akan menggencarkan segala formula strategi nasional nya yang akan mengilusi 
rakyat dan juga akan terus menindas dalam memperlancar ekspor kapital nya baik 
industri ataupun finansial dan negara saat ini akan terus menjadi tuan tanah 
besar yang mana akan terus menggencarkan monopoli tanah dalam merampas tanah 
rakyat dan disadari pula bahwa Reforma Agraria jokowi kita yakini adalah 
Reforma Agraria palsu , yang mana hanya menjalankan dan mengilusi rakyat dengan 
mekanisme sertifikasi tanah”, ungkap Adi Gusti Nugraha, selaku Ketua LMND 
Untirta.
Lebih lanjut Adi mengatakan, “Perlu kita ketahui, bahwa Tim Kerja Reforma 
Agraria melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang telah menyusun persiapan 
dan pelaksanaan reforma agraria dengan koordinasi dengan sejumlah Kementerian 
dan Lembaga terkait. Strategi Nasional (Stranas) Pelaksanaan Reforma Agraria 
2016-2019 telah disosialisasikan di provinsi Jambi, Kalimantan Barat, dan 
Sulawesi Tengah (Juli – Agustus 2016)” imbuhnya.
“Stranas ini kemudian akan menjadi tambahan acuan kebijakan sebagaimana 
Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional. Stranas ini perlu ada 
karena RPJMN yang sudah ada sebelumnya belum mengakomodir permasalahan program 
dan koordinasi lembaga terkait pelaksanan Reforma Agraria. Tim KSP menawarkan 
dua model kelembagaan Pelaksana Reforma Agraria, yakni melalui Badan Otorita 
Reforma Agraria (BORA) atau Gugus Tugas Pengendalian Pelaksanaan Reforma 
Agraria (GT-PRA)” tambah Adi.
Adi pun menjelaskan, “Dari Stranas ini dapat dicermati bahwa target pencapaian 
utama RA Jokowi melalui dua skema pelaksanaan. Pertama, terget pencapaian 9 
juta Ha; 4,5 juta Ha untuk legalisasi dan 4,5 juta Ha untuk redistribusi lahan. 
dengan rincian sebagai berikut 4,1 pelepasan kawasan Hutan yang akan terhubung 
dengan program trasmigrasi. 3,9 juta hektar berasal dari tanah milik masyarakat 
yag akan di legaliasai oleh BPN dan 1 juta hektar merupakan tanah HAK (HGU, 
tanah Transmigrasi belum tersertifikasi dan tanah terlantar) terdiri dari 0,6 
juta hektar tanah transmigrasi yang belum di sertifikat dan 0,4 juta hektar 
tanah eks HGU dan tanah terlantar. Kedua, target pencapaian 12,7 juta Ha untuk 
alokasi Perhutanan Sosial seperti Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), 
dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR)”.
“Maka kedua program tersebut bukanlah aspirasi dari rakyat indonesia, karena 
hanya akan mempertahankan monopoli dan perampasan tanah, yang memperdalam 
penderitaan terhadap kaum tani di pedesaan, dan program Perhutanan Sosial dan 
Reforma Agraria Palsu Jokowi hanya akan menguntungkan bagi perusahaan perbankan 
milik imperialis untuk mempercepat konsolidasi tanah untuk kebutuhan properti, 
infrastruktur, dan perkebunan skala massal yang membuat penderitaan panjang 
bagi rakyat” tutup Adi.

Kirim email ke