Nah, barisan panjang pendukung yang berpaling dari Jokowi bertambah satu orang lagi. Rata-rata keputusan untuk balik badan begini diambil dengan kesadaran penuh dan alasan jelas, terutama setelah melihat kinerja Jokowi yang tidak jujur menjadi presiden (banyak disetir pihak lain) serta kebohongan demi kebohongan yang dimulai dengan janji kabinet ramping, tidak akan berutang, pemberantasan korupsi, penuntasan kasus pelanggaran HAM dll.
Sekarang, satu persatu pendukung Jokowi terbuka matanya, mengambil sikap dan keputusan secara sadar. Beda ketika saat pemilihan dulu yang sebagian terjebak gencarnya pencitraan lewat media sosial (Jasmev dsb) serta banyak yang hanya ikut-ikutan. Hilang kesadaran. Mabok sekalipun tak nenggak alkohol. Ke depan perlu dipikirkan dan dibuat aturan untuk mengakomodir pencabutan dukungan dalam sistem pemilihan langsung ini, baik terhadap presiden, gubernur, bupati, maupun walikota. --- marthajan04@... wrote : Orang Indonesia ga peduli. Pokoknya seiman. Pokoknya haram dipimpin non muslim. Yang muslim yang maju yang koruptor atau ga becus mimpin. Makin lama makin kacau. Masih mimpi Indonesia maju di masa depan?????????? Jokowi sudah kalah sama gerombolan 212. Si imam cabul dibebaskan. Kabarnya tukeran dengan Sukmawati. Padahal Sukma ga salah apa2. Dia yang ingin melestarikan budaya Indonesia sesuai cita2 bapaknya Bung Karno, kalah sama islam2 fundamentalis iblis ini. Pasti ini keluarga Sukma yang minta. Jokowi sungguh mengecewakan. Saya cabut dukungan saya terhadap Jokowi.
