Selama nekolim masih menguasai dunia dengan penjajahan gaya baru lewat undang-undang dan sistem pemilu model idol-idolan, selama itulah pemerintahan plutokrasi yang terbentuk bakal menjadi perpanjangan tangan imperialis-kapitalis yang beroposisi terhadap Rakyat.
Bersatulah Rakyat sedunia, lawan 'pemerintahan boneka' masing-masing. --- jetaimemucho1@... wrote : Kalau orang memang jujur dan mau buka mata dan punya otak untuk mempelajari semua kebijakan Jokowi dari paket ekonominya yang berjilid-jilid itu dan politik HAMnya, dan memang menginginkan kebaikan dan kemakmuran bagi rakyat jelata, pasti orang akhirnya sadar bahwa Jokowi sama saja dengan semua presiden terdahulu. Semuanya menjalankan neoliberalisme. Saya mengerti betul bagaimana banyak sektor rakyat dulu mendukung Jokowi karena mengharapkan betul-betul perubahan yang berpihak kepada mereka. Nah, sekarang kita lihat banyak orang pada kecewa alias kecelik.... Tak satupun kebijakan pro-rakyat dan korban HAM yang dia janjikan selama kampanye dijalankan. Namun, pendukung buta masih punya "alasan" untuk memaafkan Jokowi... Orang-orang di sekitar Jokowi lah yang mereka salahkan!! Padahal dari pidato-pidato dan Penpres nya sudah terlihat jelas kebijakan Jokowi yang bertolak punggung dengan Trisakti....Bahkan sering marah-marah karena bawahannya masih kurang cepat untuk memudahkan penanaman modal asing yang artinya pengurasan kekayaan alam dan penghisapan tenaga kerja murah.... Hanya orang buta tuli dan memihak kepada para penghisap dan penindas yang membela Jokowi!!! On Sunday, May 6, 2018 9:47 AM, ajegilelu@... wrote: Nah, barisan panjang pendukung yang berpaling dari Jokowi bertambah satu orang lagi. Rata-rata keputusan untuk balik badan begini diambil dengan kesadaran penuh dan alasan jelas, terutama setelah melihat kinerja Jokowi yang tidak jujur menjadi presiden (banyak disetir pihak lain) serta kebohongan demi kebohongan yang dimulai dengan janji kabinet ramping, tidak akan berutang, pemberantasan korupsi, penuntasan kasus pelanggaran HAM dll. Sekarang, satu persatu pendukung Jokowi terbuka matanya, mengambil sikap dan keputusan secara sadar. Beda ketika saat pemilihan dulu yang sebagian terjebak gencarnya pencitraan lewat media sosial (Jasmev dsb) serta banyak yang hanya ikut-ikutan. Hilang kesadaran. Mabok sekalipun tak nenggak alkohol. Ke depan perlu dipikirkan dan dibuat aturan untuk mengakomodir pencabutan dukungan dalam sistem pemilihan langsung ini, baik terhadap presiden, gubernur, bupati, maupun walikota. --- marthajan04@... wrote : Orang Indonesia ga peduli. Pokoknya seiman. Pokoknya haram dipimpin non muslim. Yang muslim yang maju yang koruptor atau ga becus mimpin. Makin lama makin kacau. Masih mimpi Indonesia maju di masa depan?????????? Jokowi sudah kalah sama gerombolan 212. Si imam cabul dibebaskan. Kabarnya tukeran dengan Sukmawati. Padahal Sukma ga salah apa2. Dia yang ingin melestarikan budaya Indonesia sesuai cita2 bapaknya Bung Karno, kalah sama islam2 fundamentalis iblis ini. Pasti ini keluarga Sukma yang minta. Jokowi sungguh mengecewakan. Saya cabut dukungan saya terhadap Jokowi.
