Si remo Chan mengungkit Deng sebagai ketua grup polemik dengan PKUS, 
seolah-olah itu pekerjaan pribadi si Deng xiaoping!! Jelas Mao ada di belakang 
semua pekerjaan polemik dengan PKUS!! Masalah ini juga sudah pernah dijawab 
oleh bung Tik, kalau tidak salah yang menyangkut soal Liu shaoqi yang 
dibanggakan Chan telah menulis "bagaimana menjadi Komunis yang baik". Karena 
wataknya yang ndablek dan ngotot tanpa argumentasi, sekarang dia ungkit lagi. 
Mao masih hidup ketika itu dan segar bugar. Walaupun Deng yang mimpin secara 
formil, bukan berarti itu pekerjaan pribadinya dan otomatis "membersihkan" 
dirinya dari  revisionisme. Sudah pernah saya kutip bagaimana Mao mengecam Deng 
yang mau gusur penduduk untuk membangun lapangan udara. Dan jangan lupa kecaman 
Mao kepada mereka yang berteriak-teriak dan mengeluh seperti nenek-nenek dengan 
kaki diikat, seolah-olah gerakan sosialis terlalu cepat. Sekarangpun Chan 
sering mengatakan "kesalahan" Mao yang terlalu cepat memulai pembangunan 
sosialisme.  Mao menghadapi semua halangan dari kaum remo pengikut remo Soviet 
dalam PKT dan konfrontasi itu akhirnya meletus dalam RBKP. Dan jangan lupa Deng 
beberapa kali bikin OTOKRITIK setelah dia dipecat selama RBKP berlangsung, 
supaya diterima kembali dalam partai.. Begitu Mao meninggal, dia keluarkan 
kepala busuknya dan dia bongkar struktur sosialis. 
Sekarang angkat lagi soal Tan Ling Jie. Sudah berkali-kali saya bilang PKI dan 
pimpinan bikin kesalahan REVISIONIS!! Dan itu sudah dikoreksi dengan OK PB. 
Yang lebih jahat lagi adalah sudah tahu apa kesalahan Revisionis, eh sekarang 
malah ORANG-ORANG REMO DAN REFORMIS SEPERTI CHAN  mengulangi lagi apa yang 
sudah dibuktikan SALAH !!!! 
Masih mau bicara soal perjuangan rakyat di Tiongkok melawan segala macam 
kebusukan sosial???? Si Chan ini tidak tahu bahwa segala macam kebusukan sosial 
di Tiongkok adalah hasil dari sistim yang berdasarkan pada penghisapan dan 
penindasan alias kapitalisme!! Selama akar masalahnya tidak dilenyapkan, sampai 
bongkokpun tidak akan pernah lenyap segala macam kebusukan itu. Sekarang warga 
Tiongkok malah sudah menyebarkan kebusukan sosial itu ke negeri lain termasuk 
Indonesia!!!  Lebih dari 42 tahun kapitalisme di Tiongkok, tidak ada perubahan 
mendasar dalam masalah kebusukan sosial!!! Jaman Mao hanya membutuhkan beberapa 
tahun saja, sudah selesai secara mendasar masalah kebusukan sosial!! Karena 
sistim yang melahirkannya sudah ditumbangkan dan masyarakat baru dibangun.
Semua bla-bla  Chan tentang saham dan para kapitalis ya lagi-lagi mencerminkan 
bagaimana tiongkok kapitalis berfungsi... Itulah kapitalisme!!! Bukan 
sosialisme!!! Soal saham yang katanya dimiliki buruh, apakah itu merupakan cara 
mengurangi kesenjangan??? Jelas bahwa dalam kapitalisme, saham itu naik turun 
dan sama sekali bukan jaminan kemakmuran.... Bagaimana mau mengurangi 
kemiskinan dengan cara saham-sahaman???? Lihat tuh video yang barusan saya 
tampilkan! Mentalitas merendahkan kaum buruh jelas tercermin...Bayangkan duduk 
di metropun kaum buruh dianggap tidak punya hak!! Dianggapnya itu ilegal!!! Nah 
mentalitas inilah juga yang dimiliki Chan!!! Meremehkan dan menghina kaum tani 
dan kaum buruh yang aslinya adalah tani desa sudah mendarah daging di diri 
Chan!!
Soal kaum kapitalis/milyuner/bilyuner merangkap jadi komunis sudah sering saya 
postingkan... Dan jelas kaum kapitalis itu dapat mengembangkan bisnisnya juga 
karena bantuan dalam segala bentuk dari para pejabat pemerintah dan anggota 
partai. itu juga sudah tercermin dalam sebuah video berbahasa Spanyol. Tapi 
postingan seperti itu sama sekali dilewatkan begitu saja oleh Chan.. Bayangkan 
sejak akhir April sampai May Day buruh operator mesin derek di berbagai 
provinsi mogok untuk menuntut kenaikan upah, kondisi kerja lebih baik dan 
sistim kerja 8 jam!!! Karena mereka kerja rata-rata 12 jam sehari! Bayangkan 
buruh Tiongkok masih harus berjuang kembali untuk 8 jam kerja 
sehari!!!!..sebuah tuntutan yang sudah dicapai oleh kaum buruh Chicago akhir 
abad ke XIX!!! Dan tahukah anda, pemogokan itu mendapat penindasan!!! Pada 
jaman Mao, justru Mao mendukung protes dan pemogokan buruh atau tani...
Ah muak sudah sama kaum revisionis Tiongkok serta semua agen dan cecunguknya, 
saya akhiri komentar !!!!

 

    On Saturday, May 5, 2018 3:41 PM, "'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
 

      Ini nenek dalam tempurung bukan saja sudah BUTA WARNA yang tidak lagi 
bisa melihat warna-warni pelangi yang begitu indahnya, bahkan sudah memasukkan 
semua warna sedikit saja tidak seputih dengan apa yang terlihat dimatanya, jadi 
HITAM! Tentu ukurannya dari kaca-matanya sendiri dan sudah TIDAK berani menilai 
kenyataan objektif sebagaimana adanya! Nenek ini lupa, atau tidak mau tahu 
bahwa Deng yg dituduh remo itu, justru KETUA GRUP polemik dengan PKUS yang remo 
itu, dengan keluarkan 9 polemik PKUS itu.. Bagaimana seorang teoritikus ML yang 
mengerti betul apa yang ditentang dan diblejeti itu, justru yang kemudian 
menjalankan KESALAHAN remo itu? Dianggap sama saja dengan apa yang terjadi pada 
PKI dahulu, apa yang dituduhkan jalan Parlementerisme, Tan Ling Djieisme itulah 
justru yang dijalankan Aidit-Lukman-Njoto, ...  Yang PATUT diperhatikan, tentu 
SUMBER pemberitaan/tulisan yang dijadikan pertimbangan, jangan gunakan bahan 
tulisan/berita dari SUMBER yg tidak menentu apalagi dari epoch nya Falungong, 
yang jelas HOAX dan main FITNAH dengan memutarbalikkan fakta! “epochtimes.com” 
yang terkadang digunakan oleh nenek yang satu ini dan CELAKANYA itulah yang 
dianggap KEBENARAN!  Coba sekarang saya ajak mengikuti KENYATAAN yang 
dijalankan di RRT setelah 40th “Reformasi dan Keterbukaan” dengan perkembangan 
dahsyat yang sangat luar biasa disegala bidang! Tentu mengatakan demikian, 
TIDAK BERARTI semua perkembangan yang terjadi hanya yang baik-baik dan positif 
saja. TIDAK! Sebaliknya yang BURUK, DEKADENSI borjuis, dari korupsi, judi, 
pelacur, penipuan, perampokan juga terjadi dan dalam batas-batas tertentu tidak 
kalah dahsyatnya! Itulah namanya PERJUANGAN RAKYAT, .... dan, dalam pertarungan 
itulah merupakan proses perjuangan peningkatan KESADARAN RAKYAT lebih maju, 
tinggi dan lebih baik! Menemukan KEBENARAN yang dianggap paling BAIK! Satu hal 
yg sangat menarik, kemarin PKT memperingati 200th Karl Marx, Xi Jinping bukan 
saja dengan tandas menyatakan  Marxisme masih merupakan KEBENARAN di Tiongkok, 
Das Kapital merupakan pembimbing jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok dijaman 
modern sekarang ini, bahkan bertekad mewujudkan CITA-CITA Marx, masyarakat 
sosialisme menjadi KENYATAAN di Tiongkok! Mewujudkan masyarakat SOSIALISME 
didunia sebagaimana cita-cita Marx yang selama lebih seabad ini belum juga 
tercapai, ... untuk mengikuti pidato lengkap Xi Jinping dalam bhs. Tionghoa 
klik: http://www.gelora45.com/news2/RenMin_2018050502.pdf Tentu untuk MENJAMIN 
perjuangan berkelanjutan, Xi Jinping menegaskan langkah-langkah konkrit yang 
harus dipegang teguh dan dijalankan dalam prfoses perjuangan panjang yang 
setiap saat tetap harus disempurnakan:1. Memperkuat PERSATUAN rakyat seluruh 
negeri dibawah pimpinan PKT yang dibimbing Marxisme-Leninisme dan Fikiran Mao 
Tsetung;2. Memperbaiki KERJASAMA dengan partai-partai nasional, demokrat dengan 
sistim permusyawaratan;3. Dengan mengembangkan DEMOKRASI lebih baik dengan 
sistem permusyawaratan “minoritas tunduk pada mayoritas”, “mengutamakan 
persamaan dengan kebawahkan perbedaan”, ... dan TANPA harus menyingkirkan yang 
berbeda pendapat;4. Mengutamakan kestabilan politik, keharmonisan kehidupan 
masyarakat dengan meenghindari perubahan yang berakibat kekacauan dan 
kerusuhan, .... Itulah sebab, dipegang TEGUH Diktatur Proletariat dengan 
dipakukan dalam konstitusi RRT dan inilah yang membedakan sikap Deng dengan 
sosial-demokrat, dan ini pula yang menjamin RRT bisa terus maju dibawah 
pimpinan PKT, partai tunggal yang jalankan kekuasaan sekalipun tidak 
mengabaikan KERJASAMA dengan partai2 nasional-demokrat yang ada.   Coba 
sekarang, perhatikan apa perbedaan KAPITALIS yg tumbuh berkembang di Tiongkok 
dengan kapitalis dinegara kapitalis maju! Anda bisanya hanya mencemooh adanya 
134 bilyuner menguasai Tiongkok. Kenyataan tidak begitu! Yang ada, saat kongres 
ke-19 PKT, jelas dinyatakan dari 2287 peserta ada 148 (145 saat Kongres-18) 
PENGUSAHA. Dari 148 pengusaha itu, ternyata HANYA 27 pengusaha/kapitalis 
perseorangan, sedang 121 adalah pengusaha yang sebenarnya CEO dari BUMN dan 
perusahaan-kolektif! Sedang peserta Kongres tentunya adalah anggota PKT yang 
dianggap paling maju, aktif dan menunjukkan keberhasilan dalam membawa maju 
masyarakat dilingkungannya! Baik CEO BUMN, perusahaan kolektif maupun kapitalis 
perseorangan yang 27 orang itu. Ini pertama. Kedua, Dahlan Iskan dengan jeli 
melihat perbedaan sikap 2 KAPITALIS atau konglomerat di TIongkok yang terjadi, 
yang pertama Wu Xiaohui dengan perusahaan asuransi Anbang, yg 2 tahun yl.. 
bikin gempar dengan beli Hotel Waldorf Astoria. Salah satu ikonnya kota New 
York. Sekalipun Wu adalah mantan cucu-menantu Deng, tapi karena dalam 
menjalankan usaha, menggunakan cara “penipuan” menyedot masuk dana asuransi 
jiwa dan kesehatan, lalu secara besar-b esaran digunakan untuk investasi di AS 
secara gila-gilaan, ... akhirnya Wu dijebloskan dalam penjara dan perusahaan 
asuransi Anbang diambil alih negara.  Sedang konglomerat Wang Jianlin, terkaya 
No.2 di RRT, yang bisnisnya juga merambah kedunia Hollywood, dan ke sepak bola 
Eropa. Untuk mengikuti kisah keseluruhan kedua konglomerat ini bisa ikuti 
sendiri dengan klik: ( 
http://www.gelora45..com/news2/DahlanIskan_MengapaTiongkokMelulu.pdf ) yang 
ingin saya angkat, Wang JL yang ternyata anggota PKT dan mantan TPRT itu nuruti 
kehendak Pemerintah, saat pasar saham bergejolak di tahun 2015, dan banyak ahli 
ekonomi barat kembali berteriak gelembung sabun ekonomi Tk mulai pecah, ekonomi 
Tk pasti ambruk! Pemerintah menuntut Wang ikut membantu menyelamatkan pasar 
saham yg tiba-tiba anjlok drastis, sekalipun akhirnya harus melepas banyak mal, 
real estate grup Wanda, dan akhirnya merosot menjadi terkaya no.4 saja. Dan 
pasar saham normal kembali, SELAMAT, ... Tapi, Wang tetap berperan dalam 
perusahaan grup Wanda dan dianggap sebagai pengusaha baik! Sedang Wu yang 
meringkuk dalam penjara, tentu saja pengusaha buruk, .... Ketiga, saya belum 
menemukan adanya statistik ada berapa kapitalis, atau pengusaha perseorangan 
yang hak miliknya tidak lebih dari 20% modal/saham perusahaan, tapi kapitalis 
macam Jack Ma, Ma Yun yg dikenal sebagai boss Alibaba, ternyata hanya memilik 
18% lebih dari saham Alibaba, begitu juga perusahaan Hp Xiaomi yang baru masuk 
pasar saham HK kemarin ini, konkritnya milik kolektif dan saham perseorangan 
tidak ada yang lebih 20%. Sedang yang lebih radikal seperti Huawei, pendiri 
nya, boss nya, Ren Zhengfei yang juga anggota PKT dan mantan TPRT itu, hanya 
menguasai tidak lebih dari 2% saham Huawei! Lebih 90% saham Huawei menjadi 
milik karyawan/buruh Huawei sendiri yang berjumlah lebih dari 160 ribu, ... 
Bukankah ini satu usaha memperkecil kesenjangan yang NYATA terjadi dengan 
sendirinya di Tiongkok! Artinya bukan menempuh jalan melorot 
kapitalis-kapitalis perseorangan itu juga menjadi PROLETARIAT yang tidak punya 
apa-apa kecuali tenaga kerja, dengan kata lain meratakan kemiskinan yang 
terjadi, ...  Terbalik! Deng yang BETUL, dengan berani  membiarkan sementara 
orang kaya lebih dahulu dan kemudian berusaha meratakan KEKAYAAN, kalau saja 
muncul lebih banyak kapitalis-kapitalis yg hak milik perseorangan tidak lebih 
dari 20% saham perusahaan, sedang 80% atau bahkan lebih menjadi milik 
BURUH/KARYAWAN perusahaan itu, .... bukankah yang terjadi memperkecil 
kesenjangan sosial yang selama ratusan tahun ini TIDAK TERPECAHKAN! Keempat, 
saya perhatikan beberapa tahun terakhir ini bagaimana Tiongkok mengentaskan 
kemiskinan didesa-desa yg selama ini terbelakang, juga gunakan hak-milik 
perseorangan sebagai rangsang yg kuat mendorong petani bekerja lebih giat, 
mengembangkan kreatifitas produksi dalam kerja kolektif tentunya. Dasar 
perhitungan saham milik setiap petani desa itu, dari hak-guna atas tanah yg 
ditahun 1980 komune dibubarkan dan tanah kembali dipetak-petak menjadi 
dikerjakan oleh setiap petani, yang kemudian digabungkan kembali dalam 
pembentukan koperasi-desa. Tentu pemerintah hanya memberikan jaminan pd bank 
yang harus mengucurkan kredit pada koperasi desa sesuai keperluan mengembangkan 
usaha didesa itu. Dan tentunya, keberhasilan koperasi-desa menjalankan usaha 
sangat tergantung dari komite PKT didesa itu dalam mengorganisasi, mendapatkan 
dan menggunakan ahli-ahli yang dibutuhkan dalam proses produksi secara ilmiah 
sesuai kondisi desa itu, ... Jadi, bentuk-betuk usaha kolektif, produksi 
kolektif itulah yang sedang digenjot dan digencarkan di TIongkok, apanya 
mengembangkan penghisapan manusia atas manusia? Siapa menghisap siapa lagi? 
Yang akan dan PASTI terjadi di Tiongkok, berangsur-angsur penghisapan, atau 
direnggutnya nilai-lebih kerja buruh/petani oleh modal-perseorangan akan makin 
mengecil dan akhirnya, entah kapan dan perlu berapa lama sampai berhasil 
mewujudkan prinsip: Setiap orang bekerja menurut kemampuan dan mendapatkan 
sesuai hasil kerjanya!  Salam,ChanCT   From: Tatiana Lukman 
[email protected] [GELORA45] Sent: Friday, May 4, 2018 11:08 PMTo: 
[email protected] ; Gelora Tan Cc: Yahoogroups ; Harry Singgih ; Daeng ; 
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Mitri ; [email protected] ; Farida Ishaja ; Gol ; 
Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Tjoa ; Sahala 
Silalahi ; Andreas Sungkono Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, 
Tak Akan Sejahterakan Buruh   Orang revisionis jelas akan terus menghujat RBKP 
karena justru revisionisme lah yang menjadi sasaran RBKP...Seperti kata orang 
yang juga kenal Chan di Tiongkok, Hongli lebih dia hargai karena dengan terus 
terang meninggalkan/mengkhianati barisan kiri untuk nyebrang dan berpihak ke 
KANAN dan KAPITALISME... Tapi orang-orang revisionis tidak akan dengan 
terang-terangan mengaku dirinya sudah mengkhianati usaha Sosialisme... Bukti 
yang lebih dekat adalah Deng xiaoping...Mana pernah Deng mengaku dirinya 
revisionis!!! Dia bahkan beberapa kali bikin otokritik PALSU... Sedangkan Liu 
shaoqi, siapa yang pernah tinggal di Tkk ingat siapa itu Liu..... Khrushchov 
Tiongkok yang tidur di samping kita!!!! Tiongkok kapitalis pun masih ditutupi 
dengan tabir sosialisme... Nama Partai Komunis Tiongkok pun masih tetap 
dipasang, padahal isi perutnya sudah 180 derajat berubah!!!!Tanya kepada 
Jonathan yang pernah mempostingkan 134 (kalau nggak salah ingat) bilyuner 
menguasai Tiongkok!!! Tapi kenyataan ini tidak penting dan tidak digubris oleh 
Chan remo... Tetap saja dia ngotot PKT marxis-leninis dan mendukung Mao!!! 
Hanya orang yang sudah kena Alzheimer percaya itu!Si Chan remo tidak punya 
argumentasi yang masuk akal untuk melawan semua argumentasi yang pernah 
diajukan di milis oleh banyak orang, bukan saya saja. Cara satu-satunya UNTUK 
MENGALIHAKAN PERHATIAN ialah Chan SELALU mengungkit soal Tan Ling Jie... 
Sungguh lucu!!! Itulah kalau sudah kepepet!!!apa hubungan urusan Tan Ling Jie 
dengan perdebatan ini??? dia hanya menggunakan kasus Tan Ling Jie untuk 
menyerang  PKI!! Tapi jelas dia akan menolak kalau saya bilang dia sudah 
anti-PKI. Padahal ada komentarnya yang jelas-jelas membelejeti dirinya sebagai 
orang yang anti PKI, karena dia membela Letjen Agus Wijoyo yang menuntut agar 
PKI juga bertanggung jawab atas pembunuhan 6 jenderal!!!!Dia anggap sang letjen 
itu sudah begitu BESAR JASANYA dengan mengorganisasi seminar ttg 65!! Padahal 
hakekat pikiran sang letjen sama saja dengan para pimpinan ABRI/TNI: 
anti-komunis!!! si Chan maunya kita BERTERIMA KASIH KEPADA SANG LETNAN JENDERAL 
ITU!!! Saking sudah begitu dalamnya dia dalam lumpur revisionis, sampai tidak 
sadar lagi bahwa dia sudah sama anti-komunisnya dengan sang letnan jenderal 
itu!!!Sekarang menuduh saya ketua gerakan rakyat!!! Busyeeet!!! Hebat sekali 
saya ini ya????Ha....ha...ha udah picek matanya dan pikun!! Sudah tidak bisa 
berpikir logis lagi!!!

On Friday, May 4, 2018 6:32 AM, "Gelora Tan [email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:


  Ooouuupsss, ... rupanya nenek dalam tempurung ini menjadi KETUA GERAKAN 
RAKYAT Indonesia, ya! Dibelakang layar? Pemikiiran sampean yang saya kritik, 
kok bisa jadi saya mencemooh gerakan rakyat dan memberi “nasehat” kepada mereka 
yang berjuang dilapangan??? Ada-ada saja ulah nenek yang satu ini, ...... 
Jelaslah sikap berlanjut dari KESALAHAN FATAL yang terjadi dimasa RBKP, dengan 
ekstrimnya memperlakukan perbedaan pendapat yang terjadi sebagai perjuangan 2 
garis, perjuangan antara jalan sosialisme dan restorasi kapitalisme, adalah 
perjuangan klas yang terjadi dan dengan mudah bahkan serampangan menuduh orang 
penghianat, mata-mata dalam selimut, ... dan sama sekali TANPA DASAR pembuktian 
yang akurat! Begitu juga pengalaman PKI awal tahun 50-an, dengan serampangan 
menuduh Tan Ling Djieisme, jalan parlemeentar. Padahal pemikiran Tan Ling Djie 
seperti yang dituduhkan itu, bahkan sebaliknya, yang terjadi kenyataan justru 
parlementerisme, jalan damai yang dituduhkan “Tan Ling Djieisme” itulah yang 
dijalankan dgn konsekwen oleh Aidit-Lukman-Njoto! Pengalaman dan pelajaran 
PAHIT yg telah DIBAYAR mahal dengan jutaan korban jiwa itu, ternyata TIDAK juga 
dipelajari baik-baik dan masih saja dilanjutkan oleh nenek yang satu ini! Main 
menghujat orang tidak sependapat  dengan dirinya sendiri, ... merasa diri 
paling benar dan revolusioner, ... Tapi, tidak berani melihat dan memperkirakan 
seberapa kekuatan rakyat dan apa yang bisa dicapai dalam tingkat perjuangan 
sekarang ini. Tidak berani melihat perjalanan panjang harus ditempuh dan setiap 
perjuangan hanya bisa dicapai selangkah demi selangkah, TIDAK MUNGKIN dengan 
lompat melompat seekehendak subjektifnya sendiri saja! Kecuali seperti sicebol 
merindukan bulan, ....   From: Tatiana Lukman [email protected] 
[GELORA45] Sent: Wednesday, May 2, 2018 8:10 PMTo: [email protected] ; 
Gelora Tan Cc: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak 
Akan Sejahterakan Buruh   apakah patut orang yang kerjanya hanya 
ongkang-ongkang,  dan mencemooh gerakan rakyat menghakimi dan memberi "nasihat" 
kepada mereka yang justru dilapangan bergelut untuk mengembangkan organisasi??? 
Sudah berapa kali kamu membelejeti diri sendiri dengan ejekan dan cemoohmu 
terhadap ormas dan gerakan rakyat. Jangan sok tahu lah kamu!! Begitu kamu buka 
mulut sudah langsung kelihatan sifatmu yang remo, pro kapitalis dan pro 
imperialis !! Tahu kamu, beberapa hari yang lalu, aku ngobrol dengan orang yang 
juga kenal sejarahmu... Uhhhh, dia bilang dia lebih menghargai HongLi yang 
dengan terang-terangan meninggalkan keyakinannya dan dengan terang-terangan 
berada di "kanan"...tidak lagi mengganggap dirinya "kiri" apa lagi kom!! Tapi 
kamu, j ustru sangat memuakkan...Mengaku tetap "kiri" padahal sudah 
bertahun-tahun berada di barisan kanan, pro kapitalis dan pro-imperialis!!!!

On Wednesday, May 2, 2018 1:57 PM, "Gelora Tan [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:


  Tentu perjuangan RAKYAT dimanapun bisa mencapai kemenangan TIDAK ADA yang 
dicapai dengan ongkang-ongkang, ....! Kemenangan rakyat Tiongkok, Sovyet dan 
Vietnam itu justru mereka secara PANDAI-PANDAI dan TEPAT menentukan musuh pokok 
yang harus digempur lebih dahulu, dengan lincahnya menyatukan semua KEKUATAN 
yang masih bisa disatukan! Dengan demikian BETUL-BETUL bisa memusatkan TINJU 
untuk mengalahkan musuhnya satu demi satu, ... TIDAK semua MUSUH disamakan  
begitu saja dan digempur serampangan, ...  From: Tatiana Lukman 
[email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, May 2, 2018 5:12 PMTo: 
Gelora Tan ; GELORA45 Grup Cc: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan 
Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh   Ha...ha...inilah suara revisionis 
pendukung kapitalisme dan imperialisme!!! Dikiranya perjuangan buruh itu 
cespleng!!!!Dia ongkang-ongkang kaki dan sudah pikun sampai tidak ingat lagi 
bagaimana rakyat Tiongkok, rakyat Soviet, rakyat Vietnam mencapai 
kebebasannya!!! Karena melihat musuh rakyat "kuat"  punya uang dan senjata, 
lantas maunya rakyat nrimo saja dan berkolaborasi dengan para penguasa... 

On Wednesday, May 2, 2018 6:26 AM, Gelora Tan <[email protected]> wrote:


Kalau sampai sekarang TIDAK JUGA berhasil membeda-bedakan diantara tokoh2 yang 
hampir-hampir sama, tidak juga bisa membedakan kekuatan Jokowi dan Prabowo, ... 
itulah SEBAB UTAMA kaum BURUH dan RAKYAT sampai sekarang TIDAK JUGA BERHASIL 
menangkan perjuangannya!  Artinya, sampai sekarang kekuatan RAKYAT di Indonesia 
belum juga berhasil dengan tepat memilah-milah mana yang dijadikan sasaran 
pokok dan harus digempur dahulu! Kalau semua hanya karena mirip-mirip, dan 
dianggap hampir-hampir sama saja lalu hendak degempur serempak, yaaa, diamana 
kekuatan anda untuk lakukan itu??? Salam,ChanCT  From: Tatiana Lukman 
[email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, May 2, 2018 3:53 AMTo: 
[email protected] ; Jonathan Goeij Cc: Yahoogroups Subject: Re: 
[GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh   Ya emang 
SAMA!!! Waktu pemilu 2014, orang yang tidak mau pilih Jokowi langsung dituduh 
pro-Prabowo. Pendukung Jokowi pakai alasan, Prabowo, militer pelanggar HAM..... 
Padahal Jokowi dibelakangnya juga ada militer ( Wiranto yang juga pelanggar 
HAM, Hendropriyono, Jenderal Intel), dan sampai sekarang terus didukung 
militer...siapa itu Luhut??? Setiap ada konflik dengan rakyat, selalu ada 
intervensi tentara..dan itu direstui Jokowi...  Begitu terang benderangnya 
kebijakan Jokowi yang anti-rakyat, sampai-sampai sulit juga bagi pendukung 
butanya untuk sesumbar .... Sudah lama tidak ada lagi semboyan  ....Maju Terus 
Jokowi!!!!!! Saya tanya dari dulu, maju kemana????  Ke jurang??? Maju untuk 
menenggelamkan rakyat lebih lanjut dalam kesengsaraan??? Kalau masih belum 
percaya bahwa Jokowi antek imperialis dan kaum pemodal asing, baca dan pelajari 
semua kebijakan Jokowi yang sudah berjilid 16!! Itu saran ketua GSBI!!!!

On Tuesday, May 1, 2018 9:11 PM, "Jonathan Goeij [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:


  Memang sama!---
Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh
 
|  
|  
|  
|  |

 |

 |

 |

 

  #yiv1232599646 #yiv1232599646 -- #yiv1232599646ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-mkp #yiv1232599646hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mkp #yiv1232599646ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mkp .yiv1232599646ad 
{padding:0 0;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mkp .yiv1232599646ad p 
{margin:0;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mkp .yiv1232599646ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-sponsor 
#yiv1232599646ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-sponsor #yiv1232599646ygrp-lc #yiv1232599646hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-sponsor #yiv1232599646ygrp-lc .yiv1232599646ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1232599646 #yiv1232599646actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1232599646
 #yiv1232599646activity span {font-weight:700;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv1232599646 #yiv1232599646activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1232599646 #yiv1232599646activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv1232599646 #yiv1232599646activity span 
.yiv1232599646underline {text-decoration:underline;}#yiv1232599646 
.yiv1232599646attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv1232599646 .yiv1232599646attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv1232599646 .yiv1232599646attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1232599646 .yiv1232599646attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1232599646 .yiv1232599646attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv1232599646 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv1232599646 .yiv1232599646bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1232599646 
.yiv1232599646bold a {text-decoration:none;}#yiv1232599646 dd.yiv1232599646last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1232599646 dd.yiv1232599646last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1232599646 
dd.yiv1232599646last p span.yiv1232599646yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv1232599646 div.yiv1232599646attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv1232599646 div.yiv1232599646attach-table 
{width:400px;}#yiv1232599646 div.yiv1232599646file-title a, #yiv1232599646 
div.yiv1232599646file-title a:active, #yiv1232599646 
div.yiv1232599646file-title a:hover, #yiv1232599646 div.yiv1232599646file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1232599646 div.yiv1232599646photo-title a, 
#yiv1232599646 div.yiv1232599646photo-title a:active, #yiv1232599646 
div.yiv1232599646photo-title a:hover, #yiv1232599646 
div.yiv1232599646photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1232599646 
div#yiv1232599646ygrp-mlmsg #yiv1232599646ygrp-msg p a 
span.yiv1232599646yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1232599646 
.yiv1232599646green {color:#628c2a;}#yiv1232599646 .yiv1232599646MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv1232599646 o {font-size:0;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646photos div {float:left;width:72px;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1232599646
 #yiv1232599646reco-category {font-size:77%;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646reco-desc {font-size:77%;}#yiv1232599646 .yiv1232599646replbq 
{margin:4px;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-mlmsg select, #yiv1232599646 input, #yiv1232599646 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-mlmsg pre, #yiv1232599646 code {font:115% 
monospace;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-mlmsg #yiv1232599646logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-msg 
p#yiv1232599646attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-reco #yiv1232599646reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-sponsor 
#yiv1232599646ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-sponsor #yiv1232599646ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-sponsor #yiv1232599646ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv1232599646 #yiv1232599646ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1232599646 
#yiv1232599646ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv1232599646 

   

Kirim email ke