Ini nenek betul2 makin menunjukkan diri type Jiang Qing, tokoh 4 serangkai dimasa RBKP, atau Polpot di Kambodja dalam membasmi kapitalis! Beruntungkan dia hanya bisa ngoceh dibalik meja tulisnya saja, tidak berkuasa ataupun gentayangan dilapangan/gerakan dan mempunyai senjata ditangan! Kalau tidak, entah berapa orang akan jatuh menjadi KORBAN kekejaman nenek yang satu ini, ...
Didalam setiap proses gerakan, setiap langkah gerakan tentu dan PASTI akan terjadi beda-pendapat, dari yang masalah kecil sampai masalah besar, masalah garis! Yang menjadi masalah, bagtaimana kita menyikapi perbedaan pendapat itu secara tepat dan ilmiah, tidak meneruskan sikap dan cara-cdara SALAH yang juga banyak terjadi didalam partai Komunis didunia ini! Baik saat pertengkaran Bolsyewiek vs Mensyewiek dimasa Lenin-Stalin, garis Mao vs Liu-Deng dimasa RBKP maupun garis Tan Ling Djie-Alimin vs Aidit-Lukman-Njoto! Saya berpendapat, hendaknya perdebatan itu betapapun sengit dan seriusnya, TIDAK PERLU menyodok pribadi orang yang beda pendapat. Sekarang belum bisa diselesaikan dengan dapatkan kesepatan, biarlah diendapkan sesaat. Ujilah pendapat mayoritas yg dianggap BENAR itu dalam praktek. Tanpa harus menuduh segala macam kebusukan yg dilebih-lebihkan dan apalagi jelas sudah MELENCENG dari pendapat sesungguhnya, BAHKAN dengan mudahnya memfitnah tokoh-2 beda pendapat itu untuk bisa dan boleh saja diperlakukan sebagai MUSUH klas, ... tanpa lagi peduli kemanusiaan! Mengapa sampai sekarang nenek yang satu ini TIDAK juga bisa BERSIKAP bijaksana dan dengan SABAR membuktikan KEBENARAN satu pendapat dengan dibuktikan dalam PRAKTEK! Itulah prinsip ILMIAH yang mutlak harus dipegang kuat-kuat kalau berani mengaku dirinya ML! Bukan dengan main nyodok orang dengan segala tuduhan apalagi dengan main fitnah seenak udelnya saja! Yang merasa pendapatnya BENAR, yaa berilah kesempatan buktikan dalam praktek, dan kita semua lihat gimana hasilnya, ... Sungguh membuat orang LEBIH MENYEDIHKAN kalau kenyataan tokoh yg beda pendapat spt Tan Ling Djie-Alimin itu sudah disingkirkan dengan segala tuduhannya itu, tapi justru KESALAHAN yang dituduhkan pada Tan Ling Djie itulah yang dijalankan Aidit-Lukman-Njoto! Kalau saja PKI sudah melakukan KESALAHAN serius yg sangat, sangat menyedihkan macam ini, jangan pula diteruskan sampai sekarang! Lalu, menganggap begitu juga dengan Deng, tokoh yang mengeritik REMO PKUS, justru akhirnya menjalankan dan menjadi REMO! Tanpa bisa dan berani lebih jauh meneliti apa dan dimana masalah perbedaan, dimana yang sama dimana bedanya yang terjadi sesungguhnya. Saya tertarik dengan keberanian Xi Jinping hendak mengembangkan DEMOKRASI dalam menghadapi perbedaan pendapat, berusaha kembali menjalankan apa yang diajukan Ketua Mao, harus menekankan dan mengutamakan PENDIDIKAN, membolehkan seratus-suara bersaing bersuara, ... tidak bisa gunakan paksaan apalagi kekerasan agar orang melepaskan dan merubah pendapatnya. Dan bubarkan konsentrasi kerja-paksa untuk cuci-otak yang ada dan telah menelan banyak korban itu! Saya TIDAK PERNAH membantah masih adanya kesalahan2 yg terjadi di Tiongkok sekarang ini, masih buuuaaanyak masalah serius bahkan yg merupakan tantangan berat bagi PKT untuk menindak lanjuti! Hanya saja saya bisa melihat dan percaya PKT sampai sekarang masih bertekad dan berkemampuan mengatasi kesalahan2 yg ada dan masih terjadi itu! Sedang anda sudah menegaskan itulah watak PKT! Satu contoh sederhana saja, pembangunan proyek infrastruktut KA-Cepat diawal mula juga diserang cukup keras, bukan itu yg diperlukan RAKYAT banyak! Itu proyek hanya utk lapisan elite saja dan harga tiketnya tidak kebayar oleh rakyat! Tapi, setelah jaringan KA-Cepat 80% selesai 5 tahunan yl., ternyata keputusan pemerintah pusat BENAR! Rakyat banyak diuntungkan dan merupakan transport yg disenangi, termasuk buruh-tani yang setiap tahun kewalahan untuk pulang kampung, khususnya di Tahun Baru Imlek dan loiburan panjang tahunan, perayaan 1 May dan 1 Oktober. Kenyataan memang banyak petani di kampung gunakan KA-Cepat ini, saya sendiri menyaksikan petani masih bawa pikulan hasil bumi nya naik KA-Cepat, rupanya dia membeli tiket TANPA tempat duduk karena hanya jarak 3 stasiun, belasan menit saja dan kebetulan berdiri dibelakang tempat duduk saya. Petani ini bisa merasa puas dengan adanya KA-Cepat yg sungguh mendekatkan hubungan dengan kampungnya kemana-mana, biasa berjam-jam sekarang tidak lebih 2 jam sudah bisa pulang balik. Saya sendiri BELUM melihat video kiriman anda itu, tapi pernyataan anda: Mentalitas merendahkan kaum buruh jelas tercermin...Bayangkan duduk di metropun kaum buruh dianggap tidak punya hak!! adalah penghinaan yang sesungguhnya, TANPA melihat kasus itu apa dan bagaimana terjadi! Begitu juga masalah jam kerja BURUH, jelas kelebihan dari 8 jam/hari harus ada persetujuan dan uang lembur! Kasus-perkasus bisa saja terjadi dan sudah seharusnya ditindak tegas saja kapitalis nakal macam itu, tidak perlu digeneralisasi begitulah semua kapitalis di Tiongkok! TINDAK TEGAS saja kapitalis jahanam macam itu, dan jebloskan dalam penjara seberat-beratnya, ... From: Tatiana Lukman Sent: Monday, May 7, 2018 1:20 AM To: [email protected] ; Chan CT ; Gelora Tan ; Chan CT Cc: Yahoogroups ; Harry Singgih ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Mitri ; [email protected] ; Farida Ishaja ; Gol ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Tjoa ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh Si remo Chan mengungkit Deng sebagai ketua grup polemik dengan PKUS, seolah-olah itu pekerjaan pribadi si Deng xiaoping!! Jelas Mao ada di belakang semua pekerjaan polemik dengan PKUS!! Masalah ini juga sudah pernah dijawab oleh bung Tik, kalau tidak salah yang menyangkut soal Liu shaoqi yang dibanggakan Chan telah menulis "bagaimana menjadi Komunis yang baik". Karena wataknya yang ndablek dan ngotot tanpa argumentasi, sekarang dia ungkit lagi. Mao masih hidup ketika itu dan segar bugar. Walaupun Deng yang mimpin secara formil, bukan berarti itu pekerjaan pribadinya dan otomatis "membersihkan" dirinya dari revisionisme. Sudah pernah saya kutip bagaimana Mao mengecam Deng yang mau gusur penduduk untuk membangun lapangan udara. Dan jangan lupa kecaman Mao kepada mereka yang berteriak-teriak dan mengeluh seperti nenek-nenek dengan kaki diikat, seolah-olah gerakan sosialis terlalu cepat. Sekarangpun Chan sering mengatakan "kesalahan" Mao yang terlalu cepat memulai pembangunan sosialisme. Mao menghadapi semua halangan dari kaum remo pengikut remo Soviet dalam PKT dan konfrontasi itu akhirnya meletus dalam RBKP. Dan jangan lupa Deng beberapa kali bikin OTOKRITIK setelah dia dipecat selama RBKP berlangsung, supaya diterima kembali dalam partai.. Begitu Mao meninggal, dia keluarkan kepala busuknya dan dia bongkar struktur sosialis. Sekarang angkat lagi soal Tan Ling Jie. Sudah berkali-kali saya bilang PKI dan pimpinan bikin kesalahan REVISIONIS!! Dan itu sudah dikoreksi dengan OK PB. Yang lebih jahat lagi adalah sudah tahu apa kesalahan Revisionis, eh sekarang malah ORANG-ORANG REMO DAN REFORMIS SEPERTI CHAN mengulangi lagi apa yang sudah dibuktikan SALAH !!!! Masih mau bicara soal perjuangan rakyat di Tiongkok melawan segala macam kebusukan sosial???? Si Chan ini tidak tahu bahwa segala macam kebusukan sosial di Tiongkok adalah hasil dari sistim yang berdasarkan pada penghisapan dan penindasan alias kapitalisme!! Selama akar masalahnya tidak dilenyapkan, sampai bongkokpun tidak akan pernah lenyap segala macam kebusukan itu. Sekarang warga Tiongkok malah sudah menyebarkan kebusukan sosial itu ke negeri lain termasuk Indonesia!!! Lebih dari 42 tahun kapitalisme di Tiongkok, tidak ada perubahan mendasar dalam masalah kebusukan sosial!!! Jaman Mao hanya membutuhkan beberapa tahun saja, sudah selesai secara mendasar masalah kebusukan sosial!! Karena sistim yang melahirkannya sudah ditumbangkan dan masyarakat baru dibangun. Semua bla-bla Chan tentang saham dan para kapitalis ya lagi-lagi mencerminkan bagaimana tiongkok kapitalis berfungsi... Itulah kapitalisme!!! Bukan sosialisme!!! Soal saham yang katanya dimiliki buruh, apakah itu merupakan cara mengurangi kesenjangan??? Jelas bahwa dalam kapitalisme, saham itu naik turun dan sama sekali bukan jaminan kemakmuran.... Bagaimana mau mengurangi kemiskinan dengan cara saham-sahaman???? Lihat tuh video yang barusan saya tampilkan! Mentalitas merendahkan kaum buruh jelas tercermin...Bayangkan duduk di metropun kaum buruh dianggap tidak punya hak!! Dianggapnya itu ilegal!!! Nah mentalitas inilah juga yang dimiliki Chan!!! Meremehkan dan menghina kaum tani dan kaum buruh yang aslinya adalah tani desa sudah mendarah daging di diri Chan!! Soal kaum kapitalis/milyuner/bilyuner merangkap jadi komunis sudah sering saya postingkan... Dan jelas kaum kapitalis itu dapat mengembangkan bisnisnya juga karena bantuan dalam segala bentuk dari para pejabat pemerintah dan anggota partai. itu juga sudah tercermin dalam sebuah video berbahasa Spanyol. Tapi postingan seperti itu sama sekali dilewatkan begitu saja oleh Chan.. Bayangkan sejak akhir April sampai May Day buruh operator mesin derek di berbagai provinsi mogok untuk menuntut kenaikan upah, kondisi kerja lebih baik dan sistim kerja 8 jam!!! Karena mereka kerja rata-rata 12 jam sehari! Bayangkan buruh Tiongkok masih harus berjuang kembali untuk 8 jam kerja sehari!!!!..sebuah tuntutan yang sudah dicapai oleh kaum buruh Chicago akhir abad ke XIX!!! Dan tahukah anda, pemogokan itu mendapat penindasan!!! Pada jaman Mao, justru Mao mendukung protes dan pemogokan buruh atau tani... Ah muak sudah sama kaum revisionis Tiongkok serta semua agen dan cecunguknya, saya akhiri komentar !!!! On Saturday, May 5, 2018 3:41 PM, "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Ini nenek dalam tempurung bukan saja sudah BUTA WARNA yang tidak lagi bisa melihat warna-warni pelangi yang begitu indahnya, bahkan sudah memasukkan semua warna sedikit saja tidak seputih dengan apa yang terlihat dimatanya, jadi HITAM! Tentu ukurannya dari kaca-matanya sendiri dan sudah TIDAK berani menilai kenyataan objektif sebagaimana adanya! Nenek ini lupa, atau tidak mau tahu bahwa Deng yg dituduh remo itu, justru KETUA GRUP polemik dengan PKUS yang remo itu, dengan keluarkan 9 polemik PKUS itu. Bagaimana seorang teoritikus ML yang mengerti betul apa yang ditentang dan diblejeti itu, justru yang kemudian menjalankan KESALAHAN remo itu? Dianggap sama saja dengan apa yang terjadi pada PKI dahulu, apa yang dituduhkan jalan Parlementerisme, Tan Ling Djieisme itulah justru yang dijalankan Aidit-Lukman-Njoto, ... Yang PATUT diperhatikan, tentu SUMBER pemberitaan/tulisan yang dijadikan pertimbangan, jangan gunakan bahan tulisan/berita dari SUMBER yg tidak menentu apalagi dari epoch nya Falungong, yang jelas HOAX dan main FITNAH dengan memutarbalikkan fakta! “epochtimes.com” yang terkadang digunakan oleh nenek yang satu ini dan CELAKANYA itulah yang dianggap KEBENARAN! Coba sekarang saya ajak mengikuti KENYATAAN yang dijalankan di RRT setelah 40th “Reformasi dan Keterbukaan” dengan perkembangan dahsyat yang sangat luar biasa disegala bidang! Tentu mengatakan demikian, TIDAK BERARTI semua perkembangan yang terjadi hanya yang baik-baik dan positif saja. TIDAK! Sebaliknya yang BURUK, DEKADENSI borjuis, dari korupsi, judi, pelacur, penipuan, perampokan juga terjadi dan dalam batas-batas tertentu tidak kalah dahsyatnya! Itulah namanya PERJUANGAN RAKYAT, .... dan, dalam pertarungan itulah merupakan proses perjuangan peningkatan KESADARAN RAKYAT lebih maju, tinggi dan lebih baik! Menemukan KEBENARAN yang dianggap paling BAIK! Satu hal yg sangat menarik, kemarin PKT memperingati 200th Karl Marx, Xi Jinping bukan saja dengan tandas menyatakan Marxisme masih merupakan KEBENARAN di Tiongkok, Das Kapital merupakan pembimbing jalan Sosialisme Berkarakter Tiongkok dijaman modern sekarang ini, bahkan bertekad mewujudkan CITA-CITA Marx, masyarakat sosialisme menjadi KENYATAAN di Tiongkok! Mewujudkan masyarakat SOSIALISME didunia sebagaimana cita-cita Marx yang selama lebih seabad ini belum juga tercapai, ... untuk mengikuti pidato lengkap Xi Jinping dalam bhs. Tionghoa klik: http://www.gelora45.com/news2/RenMin_2018050502.pdf Tentu untuk MENJAMIN perjuangan berkelanjutan, Xi Jinping menegaskan langkah-langkah konkrit yang harus dipegang teguh dan dijalankan dalam prfoses perjuangan panjang yang setiap saat tetap harus disempurnakan: 1. Memperkuat PERSATUAN rakyat seluruh negeri dibawah pimpinan PKT yang dibimbing Marxisme-Leninisme dan Fikiran Mao Tsetung; 2. Memperbaiki KERJASAMA dengan partai-partai nasional, demokrat dengan sistim permusyawaratan; 3. Dengan mengembangkan DEMOKRASI lebih baik dengan sistem permusyawaratan “minoritas tunduk pada mayoritas”, “mengutamakan persamaan dengan kebawahkan perbedaan”, ... dan TANPA harus menyingkirkan yang berbeda pendapat; 4. Mengutamakan kestabilan politik, keharmonisan kehidupan masyarakat dengan meenghindari perubahan yang berakibat kekacauan dan kerusuhan, .... Itulah sebab, dipegang TEGUH Diktatur Proletariat dengan dipakukan dalam konstitusi RRT dan inilah yang membedakan sikap Deng dengan sosial-demokrat, dan ini pula yang menjamin RRT bisa terus maju dibawah pimpinan PKT, partai tunggal yang jalankan kekuasaan sekalipun tidak mengabaikan KERJASAMA dengan partai2 nasional-demokrat yang ada. Coba sekarang, perhatikan apa perbedaan KAPITALIS yg tumbuh berkembang di Tiongkok dengan kapitalis dinegara kapitalis maju! Anda bisanya hanya mencemooh adanya 134 bilyuner menguasai Tiongkok. Kenyataan tidak begitu! Yang ada, saat kongres ke-19 PKT, jelas dinyatakan dari 2287 peserta ada 148 (145 saat Kongres-18) PENGUSAHA. Dari 148 pengusaha itu, ternyata HANYA 27 pengusaha/kapitalis perseorangan, sedang 121 adalah pengusaha yang sebenarnya CEO dari BUMN dan perusahaan-kolektif! Sedang peserta Kongres tentunya adalah anggota PKT yang dianggap paling maju, aktif dan menunjukkan keberhasilan dalam membawa maju masyarakat dilingkungannya! Baik CEO BUMN, perusahaan kolektif maupun kapitalis perseorangan yang 27 orang itu. Ini pertama. Kedua, Dahlan Iskan dengan jeli melihat perbedaan sikap 2 KAPITALIS atau konglomerat di TIongkok yang terjadi, yang pertama Wu Xiaohui dengan perusahaan asuransi Anbang, yg 2 tahun yl. bikin gempar dengan beli Hotel Waldorf Astoria. Salah satu ikonnya kota New York. Sekalipun Wu adalah mantan cucu-menantu Deng, tapi karena dalam menjalankan usaha, menggunakan cara “penipuan” menyedot masuk dana asuransi jiwa dan kesehatan, lalu secara besar-b esaran digunakan untuk investasi di AS secara gila-gilaan, .... akhirnya Wu dijebloskan dalam penjara dan perusahaan asuransi Anbang diambil alih negara. Sedang konglomerat Wang Jianlin, terkaya No.2 di RRT, yang bisnisnya juga merambah kedunia Hollywood, dan ke sepak bola Eropa. Untuk mengikuti kisah keseluruhan kedua konglomerat ini bisa ikuti sendiri dengan klik: ( http://www.gelora45.com/news2/DahlanIskan_MengapaTiongkokMelulu.pdf ) yang ingin saya angkat, Wang JL yang ternyata anggota PKT dan mantan TPRT itu nuruti kehendak Pemerintah, saat pasar saham bergejolak di tahun 2015, dan banyak ahli ekonomi barat kembali berteriak gelembung sabun ekonomi Tk mulai pecah, ekonomi Tk pasti ambruk! Pemerintah menuntut Wang ikut membantu menyelamatkan pasar saham yg tiba-tiba anjlok drastis, sekalipun akhirnya harus melepas banyak mal, real estate grup Wanda, dan akhirnya merosot menjadi terkaya no.4 saja. Dan pasar saham normal kembali, SELAMAT, ... Tapi, Wang tetap berperan dalam perusahaan grup Wanda dan dianggap sebagai pengusaha baik! Sedang Wu yang meringkuk dalam penjara, tentu saja pengusaha buruk, .... Ketiga, saya belum menemukan adanya statistik ada berapa kapitalis, atau pengusaha perseorangan yang hak miliknya tidak lebih dari 20% modal/saham perusahaan, tapi kapitalis macam Jack Ma, Ma Yun yg dikenal sebagai boss Alibaba, ternyata hanya memilik 18% lebih dari saham Alibaba, begitu juga perusahaan Hp Xiaomi yang baru masuk pasar saham HK kemarin ini, konkritnya milik kolektif dan saham perseorangan tidak ada yang lebih 20%. Sedang yang lebih radikal seperti Huawei, pendiri nya, boss nya, Ren Zhengfei yang juga anggota PKT dan mantan TPRT itu, hanya menguasai tidak lebih dari 2% saham Huawei! Lebih 90% saham Huawei menjadi milik karyawan/buruh Huawei sendiri yang berjumlah lebih dari 160 ribu, ... Bukankah ini satu usaha memperkecil kesenjangan yang NYATA terjadi dengan sendirinya di Tiongkok! Artinya bukan menempuh jalan melorot kapitalis-kapitalis perseorangan itu juga menjadi PROLETARIAT yang tidak punya apa-apa kecuali tenaga kerja, dengan kata lain meratakan kemiskinan yang terjadi, ... Terbalik! Deng yang BETUL, dengan berani membiarkan sementara orang kaya lebih dahulu dan kemudian berusaha meratakan KEKAYAAN, kalau saja muncul lebih banyak kapitalis-kapitalis yg hak milik perseorangan tidak lebih dari 20% saham perusahaan, sedang 80% atau bahkan lebih menjadi milik BURUH/KARYAWAN perusahaan itu, .... bukankah yang terjadi memperkecil kesenjangan sosial yang selama ratusan tahun ini TIDAK TERPECAHKAN! Keempat, saya perhatikan beberapa tahun terakhir ini bagaimana Tiongkok mengentaskan kemiskinan didesa-desa yg selama ini terbelakang, juga gunakan hak-milik perseorangan sebagai rangsang yg kuat mendorong petani bekerja lebih giat, mengembangkan kreatifitas produksi dalam kerja kolektif tentunya. Dasar perhitungan saham milik setiap petani desa itu, dari hak-guna atas tanah yg ditahun 1980 komune dibubarkan dan tanah kembali dipetak-petak menjadi dikerjakan oleh setiap petani, yang kemudian digabungkan kembali dalam pembentukan koperasi-desa. Tentu pemerintah hanya memberikan jaminan pd bank yang harus mengucurkan kredit pada koperasi desa sesuai keperluan mengembangkan usaha didesa itu. Dan tentunya, keberhasilan koperasi-desa menjalankan usaha sangat tergantung dari komite PKT didesa itu dalam mengorganisasi, mendapatkan dan menggunakan ahli-ahli yang dibutuhkan dalam proses produksi secara ilmiah sesuai kondisi desa itu, ... Jadi, bentuk-betuk usaha kolektif, produksi kolektif itulah yang sedang digenjot dan digencarkan di TIongkok, apanya mengembangkan penghisapan manusia atas manusia? Siapa menghisap siapa lagi? Yang akan dan PASTI terjadi di Tiongkok, berangsur-angsur penghisapan, atau direnggutnya nilai-lebih kerja buruh/petani oleh modal-perseorangan akan makin mengecil dan akhirnya, entah kapan dan perlu berapa lama sampai berhasil mewujudkan prinsip: Setiap orang bekerja menurut kemampuan dan mendapatkan sesuai hasil kerjanya! Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, May 4, 2018 11:08 PM To: [email protected] ; Gelora Tan Cc: Yahoogroups ; Harry Singgih ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Mitri ; [email protected] ; Farida Ishaja ; Gol ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Tjoa ; Sahala Silalahi ; Andreas Sungkono Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh Orang revisionis jelas akan terus menghujat RBKP karena justru revisionisme lah yang menjadi sasaran RBKP...Seperti kata orang yang juga kenal Chan di Tiongkok, Hongli lebih dia hargai karena dengan terus terang meninggalkan/mengkhianati barisan kiri untuk nyebrang dan berpihak ke KANAN dan KAPITALISME... Tapi orang-orang revisionis tidak akan dengan terang-terangan mengaku dirinya sudah mengkhianati usaha Sosialisme... Bukti yang lebih dekat adalah Deng xiaoping...Mana pernah Deng mengaku dirinya revisionis!!! Dia bahkan beberapa kali bikin otokritik PALSU... Sedangkan Liu shaoqi, siapa yang pernah tinggal di Tkk ingat siapa itu Liu..... Khrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita!!!! Tiongkok kapitalis pun masih ditutupi dengan tabir sosialisme... Nama Partai Komunis Tiongkok pun masih tetap dipasang, padahal isi perutnya sudah 180 derajat berubah!!!!Tanya kepada Jonathan yang pernah mempostingkan 134 (kalau nggak salah ingat) bilyuner menguasai Tiongkok!!! Tapi kenyataan ini tidak penting dan tidak digubris oleh Chan remo... Tetap saja dia ngotot PKT marxis-leninis dan mendukung Mao!!! Hanya orang yang sudah kena Alzheimer percaya itu! Si Chan remo tidak punya argumentasi yang masuk akal untuk melawan semua argumentasi yang pernah diajukan di milis oleh banyak orang, bukan saya saja. Cara satu-satunya UNTUK MENGALIHAKAN PERHATIAN ialah Chan SELALU mengungkit soal Tan Ling Jie... Sungguh lucu!!! Itulah kalau sudah kepepet!!!apa hubungan urusan Tan Ling Jie dengan perdebatan ini??? dia hanya menggunakan kasus Tan Ling Jie untuk menyerang PKI!! Tapi jelas dia akan menolak kalau saya bilang dia sudah anti-PKI. Padahal ada komentarnya yang jelas-jelas membelejeti dirinya sebagai orang yang anti PKI, karena dia membela Letjen Agus Wijoyo yang menuntut agar PKI juga bertanggung jawab atas pembunuhan 6 jenderal!!!!Dia anggap sang letjen itu sudah begitu BESAR JASANYA dengan mengorganisasi seminar ttg 65!! Padahal hakekat pikiran sang letjen sama saja dengan para pimpinan ABRI/TNI: anti-komunis!!! si Chan maunya kita BERTERIMA KASIH KEPADA SANG LETNAN JENDERAL ITU!!! Saking sudah begitu dalamnya dia dalam lumpur revisionis, sampai tidak sadar lagi bahwa dia sudah sama anti-komunisnya dengan sang letnan jenderal itu!!! Sekarang menuduh saya ketua gerakan rakyat!!! Busyeeet!!! Hebat sekali saya ini ya????Ha....ha...ha udah picek matanya dan pikun!! Sudah tidak bisa berpikir logis lagi!!! On Friday, May 4, 2018 6:32 AM, "Gelora Tan [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Ooouuupsss, ... rupanya nenek dalam tempurung ini menjadi KETUA GERAKAN RAKYAT Indonesia, ya! Dibelakang layar? Pemikiiran sampean yang saya kritik, kok bisa jadi saya mencemooh gerakan rakyat dan memberi “nasehat” kepada mereka yang berjuang dilapangan??? Ada-ada saja ulah nenek yang satu ini, ...... Jelaslah sikap berlanjut dari KESALAHAN FATAL yang terjadi dimasa RBKP, dengan ekstrimnya memperlakukan perbedaan pendapat yang terjadi sebagai perjuangan 2 garis, perjuangan antara jalan sosialisme dan restorasi kapitalisme, adalah perjuangan klas yang terjadi dan dengan mudah bahkan serampangan menuduh orang penghianat, mata-mata dalam selimut, ... dan sama sekali TANPA DASAR pembuktian yang akurat! Begitu juga pengalaman PKI awal tahun 50-an, dengan serampangan menuduh Tan Ling Djieisme, jalan parlemeentar. Padahal pemikiran Tan Ling Djie seperti yang dituduhkan itu, bahkan sebaliknya, yang terjadi kenyataan justru parlementerisme, jalan damai yang dituduhkan “Tan Ling Djieisme” itulah yang dijalankan dgn konsekwen oleh Aidit-Lukman-Njoto! Pengalaman dan pelajaran PAHIT yg telah DIBAYAR mahal dengan jutaan korban jiwa itu, ternyata TIDAK juga dipelajari baik-baik dan masih saja dilanjutkan oleh nenek yang satu ini! Main menghujat orang tidak sependapat dengan dirinya sendiri, ... merasa diri paling benar dan revolusioner, ... Tapi, tidak berani melihat dan memperkirakan seberapa kekuatan rakyat dan apa yang bisa dicapai dalam tingkat perjuangan sekarang ini. Tidak berani melihat perjalanan panjang harus ditempuh dan setiap perjuangan hanya bisa dicapai selangkah demi selangkah, TIDAK MUNGKIN dengan lompat melompat seekehendak subjektifnya sendiri saja! Kecuali seperti sicebol merindukan bulan, .... From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, May 2, 2018 8:10 PM To: [email protected] ; Gelora Tan Cc: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh apakah patut orang yang kerjanya hanya ongkang-ongkang, dan mencemooh gerakan rakyat menghakimi dan memberi "nasihat" kepada mereka yang justru dilapangan bergelut untuk mengembangkan organisasi??? Sudah berapa kali kamu membelejeti diri sendiri dengan ejekan dan cemoohmu terhadap ormas dan gerakan rakyat. Jangan sok tahu lah kamu!! Begitu kamu buka mulut sudah langsung kelihatan sifatmu yang remo, pro kapitalis dan pro imperialis !! Tahu kamu, beberapa hari yang lalu, aku ngobrol dengan orang yang juga kenal sejarahmu.... Uhhhh, dia bilang dia lebih menghargai HongLi yang dengan terang-terangan meninggalkan keyakinannya dan dengan terang-terangan berada di "kanan"....tidak lagi mengganggap dirinya "kiri" apa lagi kom!! Tapi kamu, j ustru sangat memuakkan...Mengaku tetap "kiri" padahal sudah bertahun-tahun berada di barisan kanan, pro kapitalis dan pro-imperialis!!!! On Wednesday, May 2, 2018 1:57 PM, "Gelora Tan [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Tentu perjuangan RAKYAT dimanapun bisa mencapai kemenangan TIDAK ADA yang dicapai dengan ongkang-ongkang, ....! Kemenangan rakyat Tiongkok, Sovyet dan Vietnam itu justru mereka secara PANDAI-PANDAI dan TEPAT menentukan musuh pokok yang harus digempur lebih dahulu, dengan lincahnya menyatukan semua KEKUATAN yang masih bisa disatukan! Dengan demikian BETUL-BETUL bisa memusatkan TINJU untuk mengalahkan musuhnya satu demi satu, ... TIDAK semua MUSUH disamakan begitu saja dan digempur serampangan, ... From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, May 2, 2018 5:12 PM To: Gelora Tan ; GELORA45 Grup Cc: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh Ha...ha...inilah suara revisionis pendukung kapitalisme dan imperialisme!!! Dikiranya perjuangan buruh itu cespleng!!!!Dia ongkang-ongkang kaki dan sudah pikun sampai tidak ingat lagi bagaimana rakyat Tiongkok, rakyat Soviet, rakyat Vietnam mencapai kebebasannya!!! Karena melihat musuh rakyat "kuat" punya uang dan senjata, lantas maunya rakyat nrimo saja dan berkolaborasi dengan para penguasa... On Wednesday, May 2, 2018 6:26 AM, Gelora Tan <[email protected]> wrote: Kalau sampai sekarang TIDAK JUGA berhasil membeda-bedakan diantara tokoh2 yang hampir-hampir sama, tidak juga bisa membedakan kekuatan Jokowi dan Prabowo, ... itulah SEBAB UTAMA kaum BURUH dan RAKYAT sampai sekarang TIDAK JUGA BERHASIL menangkan perjuangannya! Artinya, sampai sekarang kekuatan RAKYAT di Indonesia belum juga berhasil dengan tepat memilah-milah mana yang dijadikan sasaran pokok dan harus digempur dahulu! Kalau semua hanya karena mirip-mirip, dan dianggap hampir-hampir sama saja lalu hendak degempur serempak, yaaa, diamana kekuatan anda untuk lakukan itu??? Salam, ChanCT From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, May 2, 2018 3:53 AM To: [email protected] ; Jonathan Goeij Cc: Yahoogroups Subject: Re: [GELORA45] Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh Ya emang SAMA!!! Waktu pemilu 2014, orang yang tidak mau pilih Jokowi langsung dituduh pro-Prabowo. Pendukung Jokowi pakai alasan, Prabowo, militer pelanggar HAM..... Padahal Jokowi dibelakangnya juga ada militer ( Wiranto yang juga pelanggar HAM, Hendropriyono, Jenderal Intel), dan sampai sekarang terus didukung militer...siapa itu Luhut??? Setiap ada konflik dengan rakyat, selalu ada intervensi tentara..dan itu direstui Jokowi... Begitu terang benderangnya kebijakan Jokowi yang anti-rakyat, sampai-sampai sulit juga bagi pendukung butanya untuk sesumbar .... Sudah lama tidak ada lagi semboyan ....Maju Terus Jokowi!!!!!! Saya tanya dari dulu, maju kemana???? Ke jurang??? Maju untuk menenggelamkan rakyat lebih lanjut dalam kesengsaraan??? Kalau masih belum percaya bahwa Jokowi antek imperialis dan kaum pemodal asing, baca dan pelajari semua kebijakan Jokowi yang sudah berjilid 16!! Itu saran ketua GSBI!!!! On Tuesday, May 1, 2018 9:11 PM, "Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: Memang sama! --- Jokowi dan Prabowo Sama, Tak Akan Sejahterakan Buruh
