Enaknya dengan kereta api, datang tepat waktu.
Kalau dengan mobil bisa 2- 4 jam terlambat kalau jalanan lagi macet,
Dengan pesawat terbang, banyak waktu hilang dari segala macam
check in, immigratie, kontrole bagasi,tunggu boarding.

2018-06-11 1:26 GMT+02:00 kh djie <[email protected]>:

> April yang lalu kami naik kereta api cepat (dijalankan hanya 250 km/jam
> dari Huangshan ke Shanghai),
> melewati banyak kota kecil. Banyak penumpang naik, turun, tetapi serba
> cepat.
> Ticket dilengkapi dengan nomor gerbong dan tempat duduk.
> Ternyata dengan kereta api yang sebelumnya tunggu di station, lalu
> berhenti-henti di kota2 kecil, dan tunggu
> penjemputan di Shanghai, masih sama cepatnya dengan mobil van dari
> Huangshan ke shanghai yang
> hanya angkut koper2.
> Berhenti di beberapa station kalau hanya sebentar saja, tidak terlalu
> menghambat. Ya, harus seperti di Jepang .
> Penumpang turun dari tengah pintu gerbong. Penumpang yang mau masuk, sudah
> tunggu
> sebelumnya di kiri kanan pintu gerbong. Begitu penumpang turun, baru
> penumpang di bawah naik. Berhenti
> kereta apinya juga automatis pintunya precies di tempat penumpang yang mau
> naik tunggu. Jadi penumpang
> yang mau naik tidak perlu berlarian, takut ketinggalan.
>
> 2018-06-11 0:51 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>:
>
>>
>>
>> Pilihan lain adalah mengubah desain proyek menjadi medium speed train
>> atau mengoperasikan kereta ekspres yang berhenti di lebih banyak stasiun
>> agar bisa mendorong perekonomian lokal.
>>
>> Sebelum mulai dgn projek semestinya di pikir dgn otak secara matang.
>> Kalau belum sanggup jangan melakukan impian yg muluk2, mau bangun ini itu
>> cuma buat prestasi saja.
>> 
>>
>
>

Kirim email ke