Yaa, ... memang ANEH kalau Sri Mulyani menggunakan istima "ANCAM
Pengusaha yang Tahan Dolar", apa iya? Kenapa tidak baik-baik saja
meminta pengusaha membantu pemerintah melepas simpanan dolar membeli
Rupiah, biar nilai Rp bisa bertahan dan tidak terus merosot, ...
berhubung defisa dollar ditangan pemerintah tidak cukup!
Begitu pengertian yang pernah saya ikuti ketika HK$ merosot, pemerintah
HK harus melepas simpanan dollarAS utk membeli HK$. Jadi, mungkin maksud
Sri Mulyani, juga begitu, karena defisa AS$ pemerintah kurang kuat,
minta pengusaha ikut membantu melepas AS$ mereka, ... BUKAN sebaliknya
membeli AS$ sebanyak-banyaknya! Untuk mencegah terjadi kebalikan, apakah
pemerintah tidak bisa mengajak baik-baik pengusaha-pengusaha besar untuk
ikut terlibat membantu pertahankan nilai Rupiah dan menghentikan
pembelian AS$? Dan belum-belum sudah mengancam akan ditindak tegas?
[email protected] [GELORA45] 於 4/9/2018 12:28 寫道:
pada waktu rupiah melemah tindakan logis seseorang ya tahan dolar atau
mata uang lain yg kondisinya lebih baik dari rupiah, kenapa kok
di-ancam2?
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Rupiah Melemah, Sri Mulyani Ancam Pengusaha yang Tahan Dolar
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Senin, 3 September 2018 20:06 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas saat
mengecek persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara Soekarno -
Hatta, Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo
HanggiMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas
saat mengecek persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara
Soekarno - Hatta, Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo
Hanggi
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Pemerintah bergerak cepat seusai rupiah berada
di level terendah sejak 1998. Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang
siang tadi masih berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bergegas ke
Jakarta dan mengumpulkan para menterinya untuk rapat di Istana.
Menteri KeuanganSri
Mulyani<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>mengatakan pemerintah
melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan memantau
detail perilaku pelaku pasar. "Kami akan bersama-sama dengan Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, lewat forum KSSK, akan meneliti
dan memonitor secara detail tingkah laku pelaku pasar. Mana-mana
transaksi yang/legitimate/demi memenuhi keperluan industrinya, atau
tidak/legitimate/," katanya seusai rapat di Kompleks Istana
Kepresidenan, Jakarta, Senin, 3 September 2018.
*Baca:* Gerindra Kritik Utang Pemerintah, Begini Jawaban Sri Mulyani
<https://bisnis.tempo.co/read/1121655/gerindra-kritik-utang-pemerintah-begini-jawaban-sri-mulyani>
Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan menindak tegas pihak-pihak yang
membuat rupiah makin melemah. "Kalau tidak/legitimate/kami akan
lakukan tindakan tegas agar tidak menimbulkan spekulasi atau sentimen
negatif," ujarnya.
Sri Mulyani menjelaskan yang dimaksud dengan tindakan legitimate itu
adalah jika seorang pengusaha mengimpor bahan baku atau barang modal
dan jelas apa bisnisnya. "Kalau kita mengimpor bahan baku, barang
modal, dan memang bisnisnya ada, untuk bayar utang kembali. Memang ada
kebutuhan yang legitimate, kalau tidak kan mereka lakukan sesuatu yang
spekulatif," tuturnya.
Menurut Sri Mulyani, pelemahan rupiah ini tidak lepas dari
perekonomian global yang belum stabil. Terlebih belakangan ini
Argentina tengah dilanda krisis yang diprediksi akan berdampak ke
negara berkembang.
Sri Mulyani menuturkan pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat
pondasi ekonomi dengan mendorong ekspor dan menekan impor. Selain itu,
untuk di dalam negeri pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas
jasa Keuangan terus mensinergikan koordinasi dari sisi informasi.
Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menstabilkan kondisi ini
akan saling dibagi di antara otoriras ini.
"Sehingga kami bisa terus langsung lakukan penyesuaian kalau memang
akan dilakukan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan saat ini fokus pemerintah tetap pada bagaimana cara
mengurangi sentimen dari neraca pembayaran. "Selama ini yang disebut
sebagai salah satu sumber sentimen dari perekonomian Indonesia adalah
kondisi dari transaksi berjalan dan neraca perdagangan," ujarnya.
Pemerintah, kata dia, sekarang sedang mengendalikan kebutuhan devisa
lantaran menjadi aspek yang bisa dikontrol. Kementerian Keuangan dan
Kementerian Perindustrian sedang mengidentifikasi 900 komoditas impor
yang sebagian besar merupakan barang konsumsi.
*Baca: *Rupiah Tembus Rp 14.700, Sri Mulyani: Kami Akan Waspadai
<https://bisnis.tempo.co/read/1122331/rupiah-tembus-rp-14-700-sri-mulyani-kami-akan-waspadai>
Selain itu, bagi Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina dan PLN,
pemerintah akan melihat apa saja kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
"Kalau pun kebutuhan yang tidak bisa ditunda, bagaimana suplai dolar
dilakukan tanpa mengubah sentimen market," ucapSri Mulyani
<https://bisnis.tempo.co/read/1123181/agustus-catat-deflasi-005-persen-begini-respons-sri-mulyani>.
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com