Dalam praktek, orang yang puny rupiah banyak akan takut nilai rupiahnya merosot. Bisa berlomba lomba beli dollar.
On Tue, 4 Sep 2018 at 16:44, ChanCT [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Yaa, ... memang ANEH kalau Sri Mulyani menggunakan istima "ANCAM Pengusaha > yang Tahan Dolar", apa iya? Kenapa tidak baik-baik saja meminta pengusaha > membantu pemerintah melepas simpanan dolar membeli Rupiah, biar nilai Rp > bisa bertahan dan tidak terus merosot, ... berhubung defisa dollar ditangan > pemerintah tidak cukup! > > Begitu pengertian yang pernah saya ikuti ketika HK$ merosot, pemerintah HK > harus melepas simpanan dollarAS utk membeli HK$. Jadi, mungkin maksud Sri > Mulyani, juga begitu, karena defisa AS$ pemerintah kurang kuat, minta > pengusaha ikut membantu melepas AS$ mereka, ... BUKAN sebaliknya membeli > AS$ sebanyak-banyaknya! Untuk mencegah terjadi kebalikan, apakah pemerintah > tidak bisa mengajak baik-baik pengusaha-pengusaha besar untuk ikut terlibat > membantu pertahankan nilai Rupiah dan menghentikan pembelian AS$? Dan > belum-belum sudah mengancam akan ditindak tegas? > > > > [email protected] [GELORA45] 於 4/9/2018 12:28 寫道: > > > > > > pada waktu rupiah melemah tindakan logis seseorang ya tahan dolar atau > mata uang lain yg kondisinya lebih baik dari rupiah, kenapa kok di-ancam2? > > > ---In [email protected], <SADAR@...> <SADAR@...> wrote : > > Rupiah Melemah, Sri Mulyani Ancam Pengusaha yang Tahan Dolar > Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani > Editor: Dewi Rina Cahyani > Senin, 3 September 2018 20:06 WIB > > [image: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas > saat mengecek persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara Soekarno - > Hatta, Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi]Menteri > Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas saat mengecek > persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, > Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Pemerintah bergerak cepat > seusai rupiah berada di level terendah sejak 1998. Presiden Joko Widodo > atau Jokowi yang siang tadi masih berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, > bergegas ke Jakarta dan mengumpulkan para menterinya untuk rapat di Istana. > > Menteri Keuangan Sri Mulyani <https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>mengatakan > pemerintah melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan > memantau detail perilaku pelaku pasar. "Kami akan bersama-sama dengan Bank > Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, lewat forum KSSK, akan meneliti dan > memonitor secara detail tingkah laku pelaku pasar. Mana-mana transaksi yang > *legitimate *demi memenuhi keperluan industrinya, atau tidak *legitimate*," > katanya seusai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 3 > September 2018. > > *Baca:* Gerindra Kritik Utang Pemerintah, Begini Jawaban Sri Mulyani > <https://bisnis.tempo.co/read/1121655/gerindra-kritik-utang-pemerintah-begini-jawaban-sri-mulyani> > > Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan menindak tegas pihak-pihak yang membuat > rupiah makin melemah. "Kalau tidak *legitimate *kami akan lakukan > tindakan tegas agar tidak menimbulkan spekulasi atau sentimen negatif," > ujarnya. > > Sri Mulyani menjelaskan yang dimaksud dengan tindakan legitimate itu > adalah jika seorang pengusaha mengimpor bahan baku atau barang modal dan > jelas apa bisnisnya. "Kalau kita mengimpor bahan baku, barang modal, dan > memang bisnisnya ada, untuk bayar utang kembali. Memang ada kebutuhan yang > legitimate, kalau tidak kan mereka lakukan sesuatu yang spekulatif," > tuturnya. > > Menurut Sri Mulyani, pelemahan rupiah ini tidak lepas dari perekonomian > global yang belum stabil. Terlebih belakangan ini Argentina tengah dilanda > krisis yang diprediksi akan berdampak ke negara berkembang. > > Sri Mulyani menuturkan pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat > pondasi ekonomi dengan mendorong ekspor dan menekan impor. Selain itu, > untuk di dalam negeri pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas jasa > Keuangan terus mensinergikan koordinasi dari sisi informasi. > Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menstabilkan kondisi ini akan > saling dibagi di antara otoriras ini. > > "Sehingga kami bisa terus langsung lakukan penyesuaian kalau memang akan > dilakukan," ujarnya. > > ADVERTISEMENT > > Ia menjelaskan saat ini fokus pemerintah tetap pada bagaimana cara > mengurangi sentimen dari neraca pembayaran. "Selama ini yang disebut > sebagai salah satu sumber sentimen dari perekonomian Indonesia adalah > kondisi dari transaksi berjalan dan neraca perdagangan," ujarnya. > > Pemerintah, kata dia, sekarang sedang mengendalikan kebutuhan devisa > lantaran menjadi aspek yang bisa dikontrol. Kementerian Keuangan dan > Kementerian Perindustrian sedang mengidentifikasi 900 komoditas impor yang > sebagian besar merupakan barang konsumsi. > > *Baca: *Rupiah Tembus Rp 14.700, Sri Mulyani: Kami Akan Waspadai > <https://bisnis.tempo.co/read/1122331/rupiah-tembus-rp-14-700-sri-mulyani-kami-akan-waspadai> > > Selain itu, bagi Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina dan PLN, > pemerintah akan melihat apa saja kebutuhan yang tidak bisa ditunda. "Kalau > pun kebutuhan yang tidak bisa ditunda, bagaimana suplai dolar dilakukan > tanpa mengubah sentimen market," ucap Sri Mulyani > <https://bisnis.tempo.co/read/1123181/agustus-catat-deflasi-005-persen-begini-respons-sri-mulyani> > . > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_3128577703812988766_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > > >
