Iyaaa, ... makanya saya pertanyakan: memang ANEH kalau Sri Mulyani
menggunakan istima (baca istilah) "ANCAM Pengusaha yang Tahan Dolar",
apa iya?
Nampaknya permainan kata-kata kerjaan wartawannya saja, dengan
menafsirkan kata-kata Sri Mulyani yang menyatakan "kami akan lakukan
tindakan tegas agar tidak menimbulkan spekulasi atau sentimen negatif" saja.
Saya tidak tahu bagaimana ketentuan HUKUM di Indonesia sehubungan
kementerian keuangan mempertahankan kestabilan keuangan RI, sebagai
realisasi konkrit kerjasama pemerintah dengan pengusaha-pengusaha besar
dalam usaha mempertahankan kestabilan nilai Rupiah. Makanya Sri Mulyani
gunakan istilah kalau tidak legitimate, ... seperti ada batasan
jual-beli mata uang asing yang memang tidak boleh dilanggar. Jelas,
pelanggar itulah yg memang HARUS ditindak tegas! Jadi, memang HARUS
ditindak tegas, dan bukan cuma ANCAMAN lagi!
Begitu juga saya perhatikan yang terjadi di Tiongkok, tahun lalu atau 2
tahun yl, adanya aliran dana dalam bursa saham yg sangat besar bermain
mempengaruhi naik-turun harga saham. Beberapa pengusaha besar dicekal,
diantaranya termasuk mantan mantu Deng. Itulah watak manusia normal yang
SERAKAH, sudah kaya raya masih saja berusaha meraih keuntungan lebih
besar, tanpa peduli merugikan negara dan rakyat banyak! Jadi, pemerintah
yang berkuasa memang harus kendalikan dengan baik dan bijaksana, disatu
pihak TETAP memperkenankan setiap pengusaha maju dan beruntung, tapi
juga harus TEGAS membatasi KESERAKAHAN, menindak pengusaha yg merugikan
negara dan rakyat banyak!, ....
'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 4/9/2018 23:41 寫道:
Siapa yg mengancam?
Bung sudah baca betul belum artikel ini?
INI YANG DIKATAKAN SRI MULYANI:
"Kami akan bersama-sama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa
Keuangan, lewat forum KSSK, akan meneliti dan memonitor secara detail
tingkah laku pelaku pasar. Mana-mana transaksi yang /legitimate /demi
memenuhi keperluan industrinya, atau tidak /legitimate/,"
Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan menindak tegas pihak-pihak yang
membuat rupiah makin melemah. "Kalau tidak /legitimate /kami akan
lakukan tindakan tegas agar tidak menimbulkan spekulasi atau sentimen
negatif," ujarnya.
Ya jelas harus ditindak keras siapa saja termasuk pengusaha yg
melanggar hukum termasuk melemahkan rupiah.
Lihat batasannya yaitu: legitimate.
Kalau gak ada undang2nya dan sri mulyani main gebuk, lah itu baru salah.
Wong diartikel ini, sri mulyani ngomong masalah legitimasi dan
headline dari artikel ini yg bombastis bilang “mengancam”.
Mengancam apanya?
Emangnya kalau pengusaha gak salah, ngapain takut sama ancaman?
Bung jangan ikut sigoblok jonathan yang memutar balikkan kebenaran.
Kebenarannya: rupiah anjlok belum lama ini baru bbrp bulan sedangkan
pengusaha sudah lama tahan dollar dari dulu kala.
Diputar bali sama sigoblok sbg: “pengusaha tahan dollar” krn rupiah
sudah anjlok.
Bung ngerti enggak?
Nesare
*From:* [email protected] <[email protected]>
*Sent:* Tuesday, September 4, 2018 10:38 AM
*To:* [email protected]; [email protected]
*Subject:* Re: [GELORA45] Re: Rupiah Melemah, Sri Mulyani Ancam
Pengusaha yang Tahan Dolar
Yaa, ... memang ANEH kalau Sri Mulyani menggunakan istima "ANCAM
Pengusaha yang Tahan Dolar", apa iya? Kenapa tidak baik-baik saja
meminta pengusaha membantu pemerintah melepas simpanan dolar membeli
Rupiah, biar nilai Rp bisa bertahan dan tidak terus merosot, ...
berhubung defisa dollar ditangan pemerintah tidak cukup!
Begitu pengertian yang pernah saya ikuti ketika HK$ merosot,
pemerintah HK harus melepas simpanan dollarAS utk membeli HK$. Jadi,
mungkin maksud Sri Mulyani, juga begitu, karena defisa AS$ pemerintah
kurang kuat, minta pengusaha ikut membantu melepas AS$ mereka, ...
BUKAN sebaliknya membeli AS$ sebanyak-banyaknya! Untuk mencegah
terjadi kebalikan, apakah pemerintah tidak bisa mengajak baik-baik
pengusaha-pengusaha besar untuk ikut terlibat membantu pertahankan
nilai Rupiah dan menghentikan pembelian AS$? Dan belum-belum sudah
mengancam akan ditindak tegas?
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於
4/9/2018 12:28 寫道:
pada waktu rupiah melemah tindakan logis seseorang ya tahan dolar
atau mata uang lain yg kondisinya lebih baik dari rupiah, kenapa
kok di-ancam2?
---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
<SADAR@...> <mailto:SADAR@...> wrote :
Rupiah Melemah, Sri Mulyani Ancam Pengusaha yang Tahan Dolar
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Senin, 3 September 2018 20:06 WIB
/Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas
saat mengecek persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara
Soekarno - Hatta, Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018.
Tempo/Hendartyo Hanggi//Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
berbicara dengan petugas saat mengecek persiapan Asian Games 2018
di Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Senin, 13
Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi/
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pemerintah bergerak cepat seusai rupiah
berada di level terendah sejak 1998. Presiden Joko Widodo atau
Jokowi yang siang tadi masih berada di Lombok, Nusa Tenggara
Barat, bergegas ke Jakarta dan mengumpulkan para menterinya untuk
rapat di Istana.
Menteri Keuangan Sri Mulyani
<https://www.tempo.co/tag/sri-mulyani>mengatakan pemerintah
melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan
memantau detail perilaku pelaku pasar. "Kami akan bersama-sama
dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, lewat forum
KSSK, akan meneliti dan memonitor secara detail tingkah laku
pelaku pasar. Mana-mana transaksi yang /legitimate /demi memenuhi
keperluan industrinya, atau tidak /legitimate/," katanya seusai
rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 3 September
2018.
*Baca:*Gerindra Kritik Utang Pemerintah, Begini Jawaban Sri
Mulyani
<https://bisnis.tempo.co/read/1121655/gerindra-kritik-utang-pemerintah-begini-jawaban-sri-mulyani>
Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan menindak tegas pihak-pihak yang
membuat rupiah makin melemah. "Kalau tidak /legitimate /kami akan
lakukan tindakan tegas agar tidak menimbulkan spekulasi atau
sentimen negatif," ujarnya.
Sri Mulyani menjelaskan yang dimaksud dengan tindakan legitimate
itu adalah jika seorang pengusaha mengimpor bahan baku atau barang
modal dan jelas apa bisnisnya. "Kalau kita mengimpor bahan baku,
barang modal, dan memang bisnisnya ada, untuk bayar utang kembali.
Memang ada kebutuhan yang legitimate, kalau tidak kan mereka
lakukan sesuatu yang spekulatif," tuturnya.
Menurut Sri Mulyani, pelemahan rupiah ini tidak lepas dari
perekonomian global yang belum stabil. Terlebih belakangan ini
Argentina tengah dilanda krisis yang diprediksi akan berdampak ke
negara berkembang.
Sri Mulyani menuturkan pemerintah tetap berkomitmen untuk
memperkuat pondasi ekonomi dengan mendorong ekspor dan menekan
impor. Selain itu, untuk di dalam negeri pemerintah bersama Bank
Indonesia dan Otoritas jasa Keuangan terus mensinergikan
koordinasi dari sisi informasi. Langkah-langkah yang akan
dilakukan untuk menstabilkan kondisi ini akan saling dibagi di
antara otoriras ini.
"Sehingga kami bisa terus langsung lakukan penyesuaian kalau
memang akan dilakukan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan saat ini fokus pemerintah tetap pada bagaimana cara
mengurangi sentimen dari neraca pembayaran. "Selama ini yang
disebut sebagai salah satu sumber sentimen dari perekonomian
Indonesia adalah kondisi dari transaksi berjalan dan neraca
perdagangan," ujarnya.
Pemerintah, kata dia, sekarang sedang mengendalikan kebutuhan
devisa lantaran menjadi aspek yang bisa dikontrol. Kementerian
Keuangan dan Kementerian Perindustrian sedang mengidentifikasi 900
komoditas impor yang sebagian besar merupakan barang konsumsi.
*Baca: *Rupiah Tembus Rp 14.700, Sri Mulyani: Kami Akan Waspadai
<https://bisnis.tempo.co/read/1122331/rupiah-tembus-rp-14-700-sri-mulyani-kami-akan-waspadai>
Selain itu, bagi Badan Usaha Milik Negara seperti Pertamina dan
PLN, pemerintah akan melihat apa saja kebutuhan yang tidak bisa
ditunda. "Kalau pun kebutuhan yang tidak bisa ditunda, bagaimana
suplai dolar dilakukan tanpa mengubah sentimen market," ucap Sri
Mulyani
<https://bisnis.tempo.co/read/1123181/agustus-catat-deflasi-005-persen-begini-respons-sri-mulyani>.
https://ipmcdn.avast.com/images/icons/icon-envelope-tick-green-avg-v1.png
<http://www.avg..com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com