Ya, di Belanda di kalangan teman juga banyak yang tidak pernah baca artikel
asli tentang sesuatu,
terus "kulakan" dari cerita yang lain, dan ditambahi opini sendiri.
Wah, ya repot juga kalau mau menjelaskan.
Dulu juga ada teman yang percaya tuduhan Amerika kalau Saddham Husein punya
meriam rasaksa
yang bisa ditembakkan hancurkan Amerika. Saya coba jelaskan, kalau punya
kan sudah ditembakkan
waktu Amerika menyerang. Lalu belakangan ketemu dia lagi, saya bilang :
Lha, ternyata, kan tidak ada ?
Terus dia  jawabannya muter,: Ya, Saddham harus dibunuh. Bunuhi rakyatnya
dengan gas beracun.
Lha, ya, korbannya Saddham berapa ? Korbannya rakyat irak diserbu Amerika
berapa ?
Lha bagaimana dengan Amerika yang menggunakan bom beracun di Vietnam ?
Waktu itu saya masih kerja. perusahaan pasang alat untuk menghilangkan bau
dengan cara absorbsi.
Alatnya besar sekali dan ada batangnya yang panjang. Orng2 di pabrik kalau
ngomong tidak bilang
tentang absorber, tetapi bilang itu meriamnya Saddham Hussein kok kerjanya
belum effektif........,
masih ada bau sedikit.....
Ya, semua kalau ngomong tentang "meriamnya Saddham"  ya selalu sambil
tertawa.....



On Tue, 20 Nov 2018 at 06:48, [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Saya agak ogah2han utk membaca topik "Kultur Strategis China di Laut China
> Selatan" yg dittulis olh Mohamad Rosyidin, lulusan universitas Jember,
> dosen dari universitas Diponegoro (yg tidak mempunyai geo-politic program
> yg mempunyai standard internasional) dan dipublikasi di Detiknews.
> Barangkali jiplak sini-situ dan kemudian diterbitkan di Detiknews.
>
> BH Jo
> 
>

Kirim email ke