Pemerintah dapat melakukan berbagai kebijaksanaan, antara lain :
http://ekonomisku.blogspot.com/2015/01/kebijakan-perdagangan-internasional.html

Pada tanggal Sel, 27 Nov 2018 pukul 20.07 Tatiana Lukman <
[email protected]> menulis:

> Terdapat beberapa masalah yang saling berhubungan. Mengapa impor carbon
> steel kena bea, sedangkan alloy steel bebas bea? Saya sih nggak ngerti soal
> steel, tapi tak dapat menghindari munculnya pertanyaan itu. Dari situ
> lantas timbul pemalsuan/kecurangan. Faktor yang harus dipertimbangkan
> adalah kebijakan pasar bebas yang menuntut pasar internal terbuka bagi
> produk luar negeri tanpa pajak. Dari situ maka timbul masalah bagaimana
> agar Indonesia bisa bersaing secara adil!
>
>  dihadapkan pada masalah daya saing rendah karena praktik eksportir baja
> asing dalam memasukkan baja ke Indonesia..
>
>  impor carbon steel dikenakan bea masuk 15%, sementara itu alloy steel
> bebas bea masuk. Dengan tidak dibebankan biaya masuk maka harga jual
> menjadi lebih murah dan merusak industri baja nasional.
>
>  praktik kecurangan ini memanfaatkan celah aturan Permendag 22 tahun 2018..
>
> Silmy Karim menjelaskan pemerintah perlu menata kembali industri baja
> dalam negeri agar bisa bersaing secara adil.
> On Tuesday, November 27, 2018, 7:21:57 PM GMT+1, kh djie [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Kalau baca artikel yang disertakan, kok masalahnya tentang pemalsuan
> document
> HS number ( Harmonized System codes). Ya. mestinya barang masuk harus
> dicheck
> dengan disediakan peralatan yang memadai atau pajak importnya yang harus
> disesuaikan ?
> pemalsuan dokument harus didenda berat.
>
> Pada tanggal Sel, 27 Nov 2018 pukul 13.27 Tatiana Lukman
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>
>
>
> Ingat tidak Jokowi pernah bilang supaya perdagangan bebas segera
> dilaksanakan. Ormas-ormas progresif Indonesia sudah sejak lama menentang
> persetujuan perdagangan bebas yang disetujui pemerintah dengan berbagai
> pemerintah termasuk Tiongkok yang getol sekali mengkampanyekan perdagangan
> bebas. Ya, jelas Tkk berkepentingan sekali perdagangan bebas, dengan
> demikian produknya bisa masuk dengan bebas ke negeri-negeri ASEAN. Produk
> asing yang sudah berlebihan memerlukan pasar. Makanya Jokowi selalu dipuji
> IMF-Bank dunia karena dengan senang menkalankan dikte-diktenya, termasuk
> perdagangan bebas. Saya tahu, si Chan akan dengan girang mengambil
> pernyataan saya ini dengan mengatakan:" O nenek dalam tempurung itu
> anteknya AS, etc. Tidak heran, seperti dalam urusan pemilu, kalau tidak
> dukung Jokowi, kontan orang dituduh, kamu pro Prabowo. Kalau tidak dukung
> Tkk, maka kamu dukung AS!! Mereka sangat meremehkan rakyat.. Dianggap
> sesuautu yang tak masuk akal kalau ada orang yang mendukung rakyat dan
> memilih rakyat.
> Banyak Pabrik Terancam Kolaps, RI Dikepung Baja Impor
> NEWS - Roy Franedya, CNBC Indonesia
>
> 24 November 2018 12:17
>
>
>
>
> [image: Banyak Pabrik Terancam Kolaps, RI Dikepung Baja Impor]Foto:
> REUTERS/Rebecca Cook
> *Jakarta, CNBC Indonesia* - Industri baja nasional sedang menghadapi
> cobaan yang berat. Pasalnya industri baja tanah air
> <https://www.cnbcindonesia.com/search?query=industri+baja> sedang
> dihadapkan pada masalah daya saing rendah karena praktik eksportir baja
> asing dalam memasukkan baja ke Indonesia..
>
> Bara eksportir Baja luar negeri ini melakukan praktik circumvention dengan
> mengalihkan harmonized number (HS Number). Mereka memasukkan baja karbon
> (carbon steel) namun menggunakan HS number baja paduan (alloy steel).
> <https://www.cnbcindonesia.com/search?query=baja+paduan>
> 
> Seperti diketahui, impor carbon steel dikenakan bea masuk 15%, sementara
> itu alloy steel bebas bea masuk. Dengan tidak dibebankan biaya masuk maka
> harga jual menjadi lebih murah dan merusak industri baja nasional.
>
> Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan praktik kecurangan
> ini memanfaatkan celah aturan Permendag 22 tahun 2018.. Aturan ini dibuat
> untuk menurunkan dueling time tetapi jadi celah untuk pengalihan HS number.
>
> "Artinya itu banyak masuk alloy steel padahal sebenarnya itu digunakan
> untuk pembangunan konstruksi yang sebenarnya itu carbon steel, jadi
> pengalihan HS number untuk menghindari bea masuk dan ini kerugian buat
> negara," ujar Silmy Karim dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat
> (23/11/2018).
>
> "Terus kemudian praktik ini menimbulkan kerugian buat industri baja, nah
> ini yang tidak pernah diukur, karena industri itu akan sangat kurang baik
> buat Indonesia."
>
> Silmy Karim menjelaskan pemerintah perlu menata kembali industri baja
> dalam negeri agar bisa bersaing secara adil. Saat ini Indonesia punya
> masalah dengan konteks industri baja nasional sementara industri baja
> merupakan *mother of industry*.
>
> "Jadi sangat penting bagi suatau negara, kalau kita lihat China, India
> yang saat ini sedang gencar melakukan pembangunan ekonomi kita melihat
> bahwa mereka concern dengan industri baja karena ini menyangkut kepada daya
> saing nasional atau daya saing industri," tambahnya.
>
> 
>

Kirim email ke