Terdapat beberapa masalah yang saling berhubungan. Mengapa impor carbon steel
kena bea, sedangkan alloy steel bebas bea? Saya sih nggak ngerti soal steel,
tapi tak dapat menghindari munculnya pertanyaan itu. Dari situ lantas timbul
pemalsuan/kecurangan. Faktor yang harus dipertimbangkan adalah kebijakan pasar
bebas yang menuntut pasar internal terbuka bagi produk luar negeri tanpa pajak.
Dari situ maka timbul masalah bagaimana agar Indonesia bisa bersaing secara
adil!
dihadapkan pada masalah daya saing rendah karena praktik eksportir baja asing
dalam memasukkan baja ke Indonesia..
impor carbon steel dikenakan bea masuk 15%, sementara itu alloy steel bebas
bea masuk. Dengan tidak dibebankan biaya masuk maka harga jual menjadi lebih
murah dan merusak industri baja nasional.
praktik kecurangan ini memanfaatkan celah aturan Permendag 22 tahun 2018.
Silmy Karim menjelaskan pemerintah perlu menata kembali industri baja dalam
negeri agar bisa bersaing secara adil.
On Tuesday, November 27, 2018, 7:21:57 PM GMT+1, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Kalau baca artikel yang disertakan, kok masalahnya tentang pemalsuan documentHS
number ( Harmonized System codes). Ya. mestinya barang masuk harus
dicheckdengan disediakan peralatan yang memadai atau pajak importnya yang harus
disesuaikan ?pemalsuan dokument harus didenda berat.
Pada tanggal Sel, 27 Nov 2018 pukul 13.27 Tatiana Lukman
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
Ingat tidak Jokowi pernah bilang supaya perdagangan bebas segera dilaksanakan.
Ormas-ormas progresif Indonesia sudah sejak lama menentang persetujuan
perdagangan bebas yang disetujui pemerintah dengan berbagai pemerintah termasuk
Tiongkok yang getol sekali mengkampanyekan perdagangan bebas. Ya, jelas Tkk
berkepentingan sekali perdagangan bebas, dengan demikian produknya bisa masuk
dengan bebas ke negeri-negeri ASEAN. Produk asing yang sudah berlebihan
memerlukan pasar. Makanya Jokowi selalu dipuji IMF-Bank dunia karena dengan
senang menkalankan dikte-diktenya, termasuk perdagangan bebas. Saya tahu, si
Chan akan dengan girang mengambil pernyataan saya ini dengan mengatakan:" O
nenek dalam tempurung itu anteknya AS, etc. Tidak heran, seperti dalam urusan
pemilu, kalau tidak dukung Jokowi, kontan orang dituduh, kamu pro Prabowo.
Kalau tidak dukung Tkk, maka kamu dukung AS!! Mereka sangat meremehkan rakyat..
Dianggap sesuautu yang tak masuk akal kalau ada orang yang mendukung rakyat dan
memilih rakyat.
Banyak Pabrik Terancam Kolaps, RI Dikepung Baja Impor
NEWS - Roy Franedya, CNBC Indonesia 24 November 2018 12:17
Foto: REUTERS/Rebecca CookJakarta, CNBC Indonesia - Industri baja nasional
sedang menghadapi cobaan yang berat. Pasalnya industri baja tanah air sedang
dihadapkan pada masalah daya saing rendah karena praktik eksportir baja asing
dalam memasukkan baja ke Indonesia..
Bara eksportir Baja luar negeri ini melakukan praktik circumvention dengan
mengalihkan harmonized number (HS Number). Mereka memasukkan baja karbon
(carbon steel) namun menggunakan HS number baja paduan (alloy steel).

Seperti diketahui, impor carbon steel dikenakan bea masuk 15%, sementara itu
alloy steel bebas bea masuk. Dengan tidak dibebankan biaya masuk maka harga
jual menjadi lebih murah dan merusak industri baja nasional.
Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim mengatakan praktik kecurangan ini
memanfaatkan celah aturan Permendag 22 tahun 2018.. Aturan ini dibuat untuk
menurunkan dueling time tetapi jadi celah untuk pengalihan HS number.
"Artinya itu banyak masuk alloy steel padahal sebenarnya itu digunakan untuk
pembangunan konstruksi yang sebenarnya itu carbon steel, jadi pengalihan HS
number untuk menghindari bea masuk dan ini kerugian buat negara," ujar Silmy
Karim dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat (23/11/2018).
"Terus kemudian praktik ini menimbulkan kerugian buat industri baja, nah ini
yang tidak pernah diukur, karena industri itu akan sangat kurang baik buat
Indonesia."
Silmy Karim menjelaskan pemerintah perlu menata kembali industri baja dalam
negeri agar bisa bersaing secara adil. Saat ini Indonesia punya masalah dengan
konteks industri baja nasional sementara industri baja merupakan mother of
industry.
"Jadi sangat penting bagi suatau negara, kalau kita lihat China, India yang
saat ini sedang gencar melakukan pembangunan ekonomi kita melihat bahwa mereka
concern dengan industri baja karena ini menyangkut kepada daya saing nasional
atau daya saing industri," tambahnya.
#yiv9612037894 #yiv9612037894 -- #yiv9612037894ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-mkp #yiv9612037894hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mkp #yiv9612037894ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mkp .yiv9612037894ad
{padding:0 0;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mkp .yiv9612037894ad p
{margin:0;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mkp .yiv9612037894ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-sponsor
#yiv9612037894ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-sponsor #yiv9612037894ygrp-lc #yiv9612037894hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-sponsor #yiv9612037894ygrp-lc .yiv9612037894ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9612037894 #yiv9612037894actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9612037894
#yiv9612037894activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9612037894
#yiv9612037894activity span {font-weight:700;}#yiv9612037894
#yiv9612037894activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv9612037894 #yiv9612037894activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9612037894 #yiv9612037894activity span
span {color:#ff7900;}#yiv9612037894 #yiv9612037894activity span
.yiv9612037894underline {text-decoration:underline;}#yiv9612037894
.yiv9612037894attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv9612037894 .yiv9612037894attach div a
{text-decoration:none;}#yiv9612037894 .yiv9612037894attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9612037894 .yiv9612037894attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9612037894 .yiv9612037894attach label a
{text-decoration:none;}#yiv9612037894 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv9612037894 .yiv9612037894bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9612037894
.yiv9612037894bold a {text-decoration:none;}#yiv9612037894 dd.yiv9612037894last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9612037894 dd.yiv9612037894last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9612037894
dd.yiv9612037894last p span.yiv9612037894yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv9612037894 div.yiv9612037894attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv9612037894 div.yiv9612037894attach-table
{width:400px;}#yiv9612037894 div.yiv9612037894file-title a, #yiv9612037894
div.yiv9612037894file-title a:active, #yiv9612037894
div.yiv9612037894file-title a:hover, #yiv9612037894 div.yiv9612037894file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9612037894 div.yiv9612037894photo-title a,
#yiv9612037894 div.yiv9612037894photo-title a:active, #yiv9612037894
div.yiv9612037894photo-title a:hover, #yiv9612037894
div.yiv9612037894photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9612037894
div#yiv9612037894ygrp-mlmsg #yiv9612037894ygrp-msg p a
span.yiv9612037894yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9612037894
.yiv9612037894green {color:#628c2a;}#yiv9612037894 .yiv9612037894MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv9612037894 o {font-size:0;}#yiv9612037894
#yiv9612037894photos div {float:left;width:72px;}#yiv9612037894
#yiv9612037894photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9612037894
#yiv9612037894photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9612037894
#yiv9612037894reco-category {font-size:77%;}#yiv9612037894
#yiv9612037894reco-desc {font-size:77%;}#yiv9612037894 .yiv9612037894replbq
{margin:4px;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-mlmsg select, #yiv9612037894 input, #yiv9612037894 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-mlmsg pre, #yiv9612037894 code {font:115%
monospace;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-mlmsg #yiv9612037894logo
{padding-bottom:10px;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-msg
p#yiv9612037894attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-reco #yiv9612037894reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-sponsor
#yiv9612037894ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-sponsor #yiv9612037894ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-sponsor #yiv9612037894ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv9612037894 #yiv9612037894ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9612037894
#yiv9612037894ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv9612037894