Makan teman saat membangun bersama, itu sering terjadi. Makan teman-baik setelah berhasil, nah itu raja tega.
--- jonathangoeij@... wrote: pengusaha yang berhasil tidak makan teman tetapi membangun kepercayaan barulah bisnis bisa berkembang --- ajegilelu@... wrote : Kejamnya si raja tega. --- djiekh@... wrote: Hopeng ciak kuping......... Telinganya dimakan teman baiknya.......Serakah...... Pada tanggal Rab, 28 Nov 2018 pukul 05.37 ajeg menulis: Resiko sudah merupakan konsekuensi dari berusahaItu sebabnya pengusaha / kapitalis akan berusaha habis-habisan untuk lolos dari resiko dan memenangkan konsekuensi. Kapitalis kecil berusaha jadi kapitalis besar, kapitalis besar berusaha jadi monopoli dst. Jangankan makan teman, makan saudara sendiri pun sering terjadi dalam "rantai makanan" di dunia usaha ini. --- SADAR@... wrote: Bung Sunny, ... untukmenjadi kapitalis berhasil disamping harus ada MODAL, duit ygcukup, juga mutlak harus ada jiwa usaha, keahlianentrepreneur! Sedang kedua unsur itu TIDAK ada pada diri saya!Apalagi terjun dibidang usaha itu seringkali harus menerjangresiko, ... bagi orang model saya yg memang tidak berjiwadagang, apalagi sudah lansia lebih dbaik tidak menerjangresiko! Biarlah hidup biasa-biasa dengan segala kesederhanaansaja, cukup untuk makan 3X/hari saja, ... TIDAK perluberambisa hidup bermewah-mewah! Yang lebih PENTING hidupsehat-sehat saja, ... sampai ajal tiba! Sunny ambon 於 28/11/2018 7:57 寫道: Setiap menit yang dimiliki adalahwaktu untuk menjadi kaya atau lebih manis istilahnya"kapitalis", jadi tidak terlambat. Jadi jangan anggap enteng kemampuan BungChan.hehehehehe
