Dari dulu saya menganggap pembangunan infrastruktur besar seperti jalan tol
bukan untuk kepentingan rakyat jelata, melainkan, antara lain, untuk
melancarkan transportasi pengurasan kekayaan alam dari daerah pedalaman ke
pelabuhan, transportasi barang konsumen ke daerah-daerah dalam rangka terus
menggencarkan masyarakat konsumsi. Saya selalu bilang dengan sinis emangnya
rakyat jelata punya mobil untuk jalan-jalan melalui jalan tol!!! Nah, bahkan
kaum pengusaha menengah kecil dan menengah juga nggak bisa bayar tol yang
memang sumber untuk mendapatkan "incredible profit" yang dijanjikan PYM Widodo.
On Thursday, February 7, 2019, 2:25:08 PM GMT+1, ajeg [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
"Dengan infrastruktur dapat membuatuntung loh," katanya
menirukan gerakan Presiden saat mengundang investor asing
Kwik Kian Gie Bongkar Faktor Penyebab Banyaknya KendaraanEnggan Lewat Jalan Tol
Rabu, 6 Februari 201917:06
Sosok ekonom Indonesia, KwikKian Gie membongkar tarif jalan tol mahal, yang
dampaknya sangatdirasakan masyarakat bukan terjadi tanpa sebab.
Tarif jalan tol itu mahal terjadikarena baru di pemerintahan ini investor asing
diundang sebesar-besarnya untukmelakukan investasi.
"Pak Jokowi, PresidenIndonesia kan mengundang foreign investor, come to
Indonesia, Anda bisa membuatuntung di Indonesia," katanya dalam dialog Jaya
Suprana Show yang diunggahdi YouTube dan sejumlah media sosial.
Video ini pun menjadi salah satuvideo viral yang banyak disaksikan masyarakat
dan mendapatkan banyak komentar.
Menurut Kwik Kian Gie, para investorasing itu akan bisa membuat untung di
Indonesia.
"Dengan infrastruktur dapat membuatuntung loh," katanya, menirukan gerakan
mengajak yang dilakukan saatPresiden mengundang investor asing masuk ke
Indonesia untuk melakukaninvestasi.
Kegiatan itu, dinilai Kwik Kian Gie,memang berdampak terhadap investor untuk
melakukan investasi yangsebesar-besarnya di Indonesia.
Karena investasi itu harusmenghasilkan untung, otomatis harus cepat, maka yang
terjadi kemudian dampaknyasangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Akibatnya, sebagian besar pengemuditruk dan kendaraan berat enggan menggunakan
jalan tol, khususnya jalan tolterpanjang di Pulau Jawa yang menghubungkan
Jakarta sampai Surabaya.
Dampaknya, banyak kendaraan,khususnya kendaraan berat, yang kemudian memilih
untuk tidak menggunakan jalantol.
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
On Thursday, February 7, 2019, 2:25:25 PM GMT+7, ajeg wrote:
Kerja-kerja-kerja, toh dana proyek kereta-cepat terlambat juga.
Proyek kereta pun mangkrak.
Begitu dana (utang) cair, proyek kereta segera diperpanjang mangkraknya,
eh ditunda kelanjutannya, dan tadaaa.... tol transjawa.
Sekarang panik cari recehan buat bayar bunga utang kereta?
Rapopo. Cari terus mas. Lebaran biasanya tol panen.
Lumayan buat cicilan bunga.
-
Truk Tolak Masuk Tol Trans Jawa, Tarif Mahal, SopirMinta Kaji Ulang
Ignatius Ferdian - Sabtu, 26 Januari 2019 | 12:25 WIB
Otomotifnet.com -Dengan dibangunnya tol Trans Jawa memang bikin mobilitas antar
kota di PulauJawa jadi makin cepat.
Namun beberapa pengendara kendaraanroda empat kini mulai beralih menggunakan
Jalan pantai utara(Pantura) Jawa dikarenakan mahalnya tarif Ruas Tol Trans Jawa.
Seperti diketahui, tarif tol untukkendaraan Golongan I dari Jakarta menuju
Semarang mencapai Rp 334 ribu, danuntuk kendaraan berat, 2 kali tarif Golongan
I.
Dan bagi mereka, tarif tersebutterlalu membebani.
Terutama bagi sopir kendaraanangkutan barang seperti truk yang harus menanggung
biaya perjalanan.
Hasanudin(43) contohnya, sopir truk asal Kabupaten Kendal lebih memilih
menggunakanjalur reguler karena tidak kuat membayar tarif jika harus masuk tol..
“DariSemarang ke Jakarta berjarak tempuh 3 hari untuk pergi-pulang, paling uang
sakuyang diberikan perusahaan tinggal Rp 400 ribu,” jelasnya di Jalan
PanturaPekalongan-Batang (25/1/2019).
Diamenjelaskan, uang saku yang diberikan perusahaan mencapai Rp 3,6 juta
untukjalur Semarang-Jakarta.
“Solar Rp1,6 juta, biaya bongkar Rp 300 ribu, dan membayar kernet Rp 600 ribu.
Kalauditotal sudah Rp 2,5 juta, itu belum termasuk makan bersama kernet selama
3hari,” jelasnya.
Hasanudinberucap, adanya Tol Trans Jawa sebenarnya memang mempercepat waktu,
tetapitarifnya terlalu memberatkan bagi sopir.
“Kalautarifnya mahal nanti keluarga saya makan apa, karenanya saya lebih
memilihlewat Pantura. Walaupun lebih lama,” ujarnya.
Sama halnyaHasanudin, Ugik Setiawan, sopir truk asal Cirebon Jawa Barat pun
mengeluhkanmahalnya tarif tol yang diberlakukan mulai 21 Januari 2019 itu.
“Kalauterlalu mahal ya ditinggalkan, karena banyak yang beralih melewati
Pantura.Kami berharap tarif dikaji ulang agar kebih murah,” tambahnya.
Editor: PanjiNugraha
#yiv9405810837 #yiv9405810837 -- #yiv9405810837ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-mkp #yiv9405810837hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mkp #yiv9405810837ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mkp .yiv9405810837ad
{padding:0 0;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mkp .yiv9405810837ad p
{margin:0;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mkp .yiv9405810837ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-sponsor
#yiv9405810837ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-sponsor #yiv9405810837ygrp-lc #yiv9405810837hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-sponsor #yiv9405810837ygrp-lc .yiv9405810837ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9405810837 #yiv9405810837actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9405810837
#yiv9405810837activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9405810837
#yiv9405810837activity span {font-weight:700;}#yiv9405810837
#yiv9405810837activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv9405810837 #yiv9405810837activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9405810837 #yiv9405810837activity span
span {color:#ff7900;}#yiv9405810837 #yiv9405810837activity span
.yiv9405810837underline {text-decoration:underline;}#yiv9405810837
.yiv9405810837attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv9405810837 .yiv9405810837attach div a
{text-decoration:none;}#yiv9405810837 .yiv9405810837attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9405810837 .yiv9405810837attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9405810837 .yiv9405810837attach label a
{text-decoration:none;}#yiv9405810837 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv9405810837 .yiv9405810837bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9405810837
.yiv9405810837bold a {text-decoration:none;}#yiv9405810837 dd.yiv9405810837last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9405810837 dd.yiv9405810837last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9405810837
dd.yiv9405810837last p span.yiv9405810837yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv9405810837 div.yiv9405810837attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv9405810837 div.yiv9405810837attach-table
{width:400px;}#yiv9405810837 div.yiv9405810837file-title a, #yiv9405810837
div.yiv9405810837file-title a:active, #yiv9405810837
div.yiv9405810837file-title a:hover, #yiv9405810837 div.yiv9405810837file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9405810837 div.yiv9405810837photo-title a,
#yiv9405810837 div.yiv9405810837photo-title a:active, #yiv9405810837
div.yiv9405810837photo-title a:hover, #yiv9405810837
div.yiv9405810837photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9405810837
div#yiv9405810837ygrp-mlmsg #yiv9405810837ygrp-msg p a
span.yiv9405810837yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9405810837
.yiv9405810837green {color:#628c2a;}#yiv9405810837 .yiv9405810837MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv9405810837 o {font-size:0;}#yiv9405810837
#yiv9405810837photos div {float:left;width:72px;}#yiv9405810837
#yiv9405810837photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9405810837
#yiv9405810837photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9405810837
#yiv9405810837reco-category {font-size:77%;}#yiv9405810837
#yiv9405810837reco-desc {font-size:77%;}#yiv9405810837 .yiv9405810837replbq
{margin:4px;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-mlmsg select, #yiv9405810837 input, #yiv9405810837 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-mlmsg pre, #yiv9405810837 code {font:115%
monospace;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-mlmsg #yiv9405810837logo
{padding-bottom:10px;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-msg
p#yiv9405810837attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-reco #yiv9405810837reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-sponsor
#yiv9405810837ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-sponsor #yiv9405810837ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-sponsor #yiv9405810837ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv9405810837 #yiv9405810837ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9405810837
#yiv9405810837ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv9405810837