Di awal kekuasaannya PYM Joko Widodo pernah berjanji kepada Presiden Toyota 
Int'l akan meningkatkan produksi merk tsb sebesar 30%. Entah kepada merk apa 
saja dia berjanji. Yang jelas Jokowi grasa-grusu membangun ratusan kilometer 
jalan (bukan cuma tol katanya) dengan kode proyek: "infrastruktur". Tentu untuk 
menampung luberan mobil produk asing. Tanpa sebiji pun produk Esemka, ehe.. 

Sekarang, mana keahlian "infrastruktur"nya itu ketika TNI mengalami luberan 
perwira? Kenapa malah meningkatkan "produksi" tamtama-bintaraǃ? 
Lalu, luberan perwira mau ditampung di lembaga pemerintahan dan lembaga 
negara?ǃ?
Ha kok dikira empang limpahan banjir ...

--- jetaimemucho1@... wrote:
Dari dulu saya menganggap pembangunan infrastruktur besar seperti jalan tol 
bukan untuk kepentingan rakyat jelata, melainkan, antara lain, untuk 
melancarkan transportasi pengurasan kekayaan alam dari daerah pedalaman ke 
pelabuhan, transportasi barang konsumen ke daerah-daerah dalam rangka terus 
menggencarkan masyarakat konsumsi. Saya selalu bilang dengan sinis emangnya 
rakyat jelata punya mobil untuk jalan-jalan melalui jalan tol!!! Nah, bahkan 
kaum pengusaha menengah kecil dan menengah juga nggak bisa bayar tol yang 
memang sumber untuk mendapatkan "incredible profit" yang dijanjikan PYM Widodo. 
  
On Thursday, February 7, 2019, 2:25:08 PM GMT+1, ajeg:

"Dengan infrastruktur dapat membuatuntung loh," katanya 
menirukan gerakan Presiden saat mengundang investor asing

Kwik Kian Gie Bongkar Faktor Penyebab Banyaknya KendaraanEnggan Lewat Jalan Tol


Rabu, 6 Februari 201917:06





Sosok ekonom Indonesia, KwikKian Gie membongkar tarif jalan tol mahal, yang 
dampaknya sangatdirasakan masyarakat bukan terjadi tanpa sebab.




Tarif jalan tol itu mahal terjadikarena baru di pemerintahan ini investor asing 
diundang sebesar-besarnya untukmelakukan investasi.




"Pak Jokowi, PresidenIndonesia kan mengundang foreign investor, come to 
Indonesia, Anda bisa membuatuntung di Indonesia," katanya dalam dialog Jaya 
Suprana Show yang diunggahdi YouTube dan sejumlah media sosial.




Video ini pun menjadi salah satuvideo viral yang banyak disaksikan masyarakat 
dan mendapatkan banyak komentar.




Menurut Kwik Kian Gie, para investorasing itu akan bisa membuat untung di 
Indonesia.




"Dengan infrastruktur dapat membuatuntung loh," katanya, menirukan gerakan 
mengajak yang dilakukan saatPresiden mengundang investor asing masuk ke 
Indonesia untuk melakukaninvestasi.




Kegiatan itu, dinilai Kwik Kian Gie,memang berdampak terhadap investor untuk 
melakukan investasi yangsebesar-besarnya di Indonesia.




Karena investasi itu harusmenghasilkan untung, otomatis harus cepat, maka yang 
terjadi kemudian dampaknyasangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.




Akibatnya, sebagian besar pengemuditruk dan kendaraan berat enggan menggunakan 
jalan tol, khususnya jalan tolterpanjang di Pulau Jawa yang menghubungkan 
Jakarta sampai Surabaya.




Dampaknya, banyak kendaraan,khususnya kendaraan berat, yang kemudian memilih 
untuk tidak menggunakan jalantol.

Penulis: Gede Moenanto Soekowati 
Editor: Gede Moenanto


   On Thursday, February 7, 2019, 2:25:25 PM GMT+7, ajeg wrote:

Kerja-kerja-kerja, toh dana proyek kereta-cepat terlambat juga. 
Proyek kereta pun mangkrak. 
Begitu dana (utang) cair, proyek kereta segera diperpanjang mangkraknya, 
eh ditunda kelanjutannya, dan tadaaa..... tol transjawa. 
Sekarang panik cari recehan buat bayar bunga utang kereta?

Rapopo. Cari terus mas. Lebaran biasanya tol panen.
Lumayan buat cicilan bunga.

-

Truk Tolak Masuk Tol Trans Jawa, Tarif Mahal, SopirMinta Kaji Ulang

Ignatius Ferdian - Sabtu, 26 Januari 2019 | 12:25 WIB

Otomotifnet.com -Dengan dibangunnya tol Trans Jawa memang bikin mobilitas antar 
kota di PulauJawa jadi makin cepat.

Namun beberapa pengendara kendaraanroda empat kini mulai beralih menggunakan 
Jalan pantai utara(Pantura) Jawa dikarenakan mahalnya tarif Ruas Tol Trans Jawa.

Seperti diketahui, tarif tol untukkendaraan Golongan I dari Jakarta menuju 
Semarang mencapai Rp 334 ribu, danuntuk kendaraan berat, 2 kali tarif Golongan 
I.

Dan bagi mereka, tarif tersebutterlalu membebani.


Terutama bagi sopir kendaraanangkutan barang seperti truk yang harus menanggung 
biaya perjalanan.


Hasanudin(43) contohnya, sopir truk asal Kabupaten Kendal lebih memilih 
menggunakanjalur reguler karena tidak kuat membayar tarif jika harus masuk tol..


“DariSemarang ke Jakarta berjarak tempuh 3 hari untuk pergi-pulang, paling uang 
sakuyang diberikan perusahaan tinggal Rp 400 ribu,” jelasnya di Jalan 
PanturaPekalongan-Batang (25/1/2019).

Diamenjelaskan, uang saku yang diberikan perusahaan mencapai Rp 3,6 juta 
untukjalur Semarang-Jakarta.


“Solar Rp1,6 juta, biaya bongkar Rp 300 ribu, dan membayar kernet Rp 600 ribu. 
Kalauditotal sudah Rp 2,5 juta, itu belum termasuk makan bersama kernet selama 
3hari,” jelasnya.


Hasanudinberucap, adanya Tol Trans Jawa sebenarnya memang mempercepat waktu, 
tetapitarifnya terlalu memberatkan bagi sopir.

“Kalautarifnya mahal nanti keluarga saya makan apa, karenanya saya lebih 
memilihlewat Pantura. Walaupun lebih lama,” ujarnya.

Sama halnyaHasanudin, Ugik Setiawan, sopir truk asal Cirebon Jawa Barat pun 
mengeluhkanmahalnya tarif tol yang diberlakukan mulai 21 Januari 2019 itu.

“Kalauterlalu mahal ya ditinggalkan, karena banyak yang beralih melewati 
Pantura.Kami berharap tarif dikaji ulang agar kebih murah,” tambahnya.

Editor: PanjiNugraha


Kirim email ke