Embargo Uni Eropa dan AS menjungkirbalikkan posisi sawit dari penyumbang devisa terbesar menjadi petaka nasional, mengancam nasib kebun, petani, pengusaha dst. Cilakanya, Jokowi punya ide cemerlang untuk mengatasi petaka ini dengan menggusur BBM fosil di Indonesia untuk diganti Biodiesel sampai takaran 100% bio (B100). Inilah yang dikritik Walhi. Sangat mungkin pemerintah butuh perluasan kebun untuk bisa terus-menerus mengisi tanki kendaraan di seluruh Indonesia.
Jelas, kecemerlangan Jokowi itu cuma menghasilkan rentetan masalah baru. Mulai dari kerusakan lingkungan, pengadaan kendaraan diesel, sampai masa depan anak buruh tani yang terpaksa dibawa ke perkebunan, karena tidak mungkin ditinggal di desa menunggu kedua orangtuanya pulang bekerja seminggu atau sebulan sekali. Jadi, seperti semua masalah, sawit ini juga butuh penanganan strategis yang meliputi segala hal di antara potensi, teknis, dan amanat menyejahterakan bangsa. Tidak bisa sok-sokan main taktis selucu B100 Jokowi (yang berpotensi menggorok unicorn ojek kebanggaannya) lebih-lebih senorak Menteri Perdagangan Enggar yang berduet dengan PM Luhut mengancam UE dan AS akan memboikot produk Boeing serta Airbus - seperti kita tahu Lionair memborong ratusan Boeing dan ratusan Airbus. Nah, inilah kesempatan baik bagi siapa saja untuk pasang kata 'goblogǃ' karena ancaman pemerintah tsb. jelas-jelas melupakan nasib ribuan sdr-i di PTDI yang asyik bikin komponen Airbus. Strategi pembangunan. Itu yang langka di kepala Jokowi. --- jonathangoeij@... wrote: Kalau berbicara tentang kebun sawit dan produknya yang sudah terlanjur ada, memang benar dalam jangka pendek memanfaatkan hasilnya yg tidak laku itu bagaimana caranya, dan moratorium sawit selamanya dalam arti stop total perkebunan baru. Tetapi dalam jangka menengah panjang sebagian dari kebun sawit yang kurang produktif itu dialih fungsikan ke perkebunan lain atau bahkan dihutankan kembali. Sedangkan menuju B100 itu konyol, hanya akan menggalakkan sawit dan menggundulkan hutan. --- ajegilelu@... wrote : Paling pokok adalah memaksimalkan manfaat dari jutaan hektar alam berupa kebun sawit jika hasilnya yang berlimpah ruah itu tidak laku / terolah secara ekonomis. Plus, menyelamatkan jutaan manusia yang terlibat industri sawit dari hulu ke hilir.
