Bung Jo,
Dulu di Tiongkok hanya boleh anak satu. Terbukti sekarang menimbulkan
persoalan,
karena % generasi muda yang harus menanggung pensiun generasi tua terlalu
sedikit,
juga untuk kebutuhan tenaga kerja. Sebagian diatasi dengan automatisering,
sebagian
dengan robot, sebagian dikerjakan di negeri lain.
Tetapi peraturan satu anak dulu, tidak berlaku untuk suku minoritas. Ada
satu guide yang
ayahnya orang Han, ibunya suku minoritas. Dia boleh pilih, mau didaftar
orang Han atau
orang suku minoritas. Dia pilih terdaftar sebagai suku minoritas, karena
boleh punya anak
banyak, dan kans masuk perguruan tinggi lebih besar, karena ada jatah untuk
suku minoritas
(positieve discriminatie).
Sekarang dibolehkan 2-3 anak, sampai2 postzegels di tahun babi, tergambar 3
anak babi......
untuk mengatasi kekurangan generasi muda di generasi yang akan datang. Hal
ini dimungkinkan
karena ekonomi Tiongkok jauh lebih maju dibandingkan zaman waktu pernah
terjadi bahaya kelaparan.
Tante saya baru sekarang berani menulis dalam autobiografie nya tentang
pengalamannya waktu
revolusi kebudayaan, waktu ada bahaya kelaparan. Juga ada pengalaman waktu
sudah punya anak,
lalu berhenti haid. Langsung ke dokter, didiagnose kekurangan protein. Lalu
dapat surat keterangan
dokter, dapat jatah daging ayam dan susu. Baru saja autobiografie nya
minggu yang lalu saya terima.
Ternyata banyak sekali yang dulu dia tidak mau ceritakan, sekarang dia
cerita.
Tetapi susahnya orang2 di Tiongkok, suami istri kerja, dan penitipan anak
mesti bayar. Jadi
mereka sekarang enggan punya anak banyak. Repot ngurusnya. Apalagi kalau
anak2
kebetulan tidak satu sekolah. Mungkin perlu stimulatie seperti di Singapore
sekarang ?
Salam,
KH


Pada tanggal Sen, 18 Feb 2019 pukul 23.34 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> menulis:

> Kutipan: Kalau jumlah penduduk naik cepat,
> pemerintah apapun bisa kewalahan.
>
> Bung Djie, apa betul dalil tsb diatas? Tiongkok mempunyai penduduk 1.3
> milyard tetapi malah bisa berguna utk kemajuan. Malahan peraturan 1 anak
> dari 1 keluarga sekarang di cabut sebab akan mengurangi tenaga kerja yg ada
> (in the aging population) dan kurang utk membiayai welfare social system.
> India juga mempunyai penduduk yg setara dgn Tiongkok tetapi juga berguna
> utk kemajuan. Kanada penduduknya 35 juta tetapi akan menaikkan jumlah
> pendiduknya dgn menaikkan jumlah imigran sampai 350.ribu setahunnya utk
> meng support welfare system yg ada krn kekuramgan tenaga kerja dan adanya
> aging population.
>
> Salam,
> BH Jo
>
>

Kirim email ke