Mesti ada keputusan pemerintah atau atas tuntutan dari DPR untuk membatasi penggunaan hutan di Indonesia untuk ditanami kelapa sawit atau melarang perluasan penanaman kelapa sawit dari sekarang yang sudah ada. Tanah ex perkebunan kelapa sawit yang HGUnya habis, tidak boleh diperpanjang, ditanami pohon2 yang cocok untuk dihutankan kembali, atau dijadikan wilayah transmigrasi untuk dijadikan sawah, ladang, perkebunan , peternakan. Pada suatu saat kebutuhan fuel dari kelapa sawit bisa berkurang, kalau penggunaan tenaga angin, air terjun, geothermal, , solar cell, gas alam dapat dibiayai dari hasil export, antara lain dari minyak kelapa sawit sekarang. Pengalihan sebagian export untuk biofuel dalam negeri juga berguna agar Indonesia tidak terlalu tergantung pada export minyak kelapa sawit, yang harganya bisa tiba-tiba rusak, atau dirusak. Tergantung sama sekali pada export sangat berbahaya. Ekonomi bisa hancur seperti Venezuela. Tidak tahu apa keluarga berencana masih dijalankan sekarang di Indonesia. Kalau jumlah penduduk naik cepat, pemerintah apapun bisa kewalahan. Bisa saja terjadi seperti di Malaysia nanti ada pengusaha Indonesia yang terpaksa buka perkebunan kelapa sawit di papua Nugini. Lihat juga kemungkinan penjualan listrik, barang2 kelontong dari Papua (Indonesia) ke Papua Nugini : https://kumparan.com/hari-yulianto/taipan-dan-celah-ekonomi-indonesia-di-negeri-matahari-terbenam-sandaun-png-1540771390420251986 Mungkin ada idee-idee dari anggota milis tentang kelapa sawit ini ?
Pada tanggal Sen, 18 Feb 2019 pukul 20.46 [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > hutan berubah jadi perkebunan kelapa sawit > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Kalau Indonesia sudah berhasil menjadikan minyak kelapa sawit jadi > bermacam fuel, > maka Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan export minyak kelapa > sawitnya,yang > dengan berbagai cara dari luar harganya bisa dirusak. Dengan itu juga bisa > mengurangi > import BBM. Kalau perlu Indonesia bisa tiru Malaysia, tanam kelapa sawit > misalnya di > Papua Nugini. > > Pada tanggal Sen, 18 Feb 2019 pukul 05.20 jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected]> menulis: > > > > > "Jangka panjang itu akan menimbulkan masalah kebutuhan akan lahan untuk > program B100, atau B30 pun, dalam 50 tahun ke depan dengan seiring > meningkatnya kebutuhan akan energi, tentu akan juga meningkatkan kebutuhan > bahan bakunya yaitu sawit, sawit juga butuh lahan untuk berkembang," kata > Yuyun saat ditemui di kantor WALHI, Minggu (17/2/2019) malam. > > "Ketika butuh lahan tentu akan menimbulkan persoalan baru, misalnya alih > fungsi hutan untuk sawit, konflik dengan masyarakat, *land grabbing > *(perampasan > tanah), konflik agraria. Itu akan lebih masif terjadi," lanjutnya. > > ... > WALHI Kritik Wacana Jokowi yang Akan Jalankan B100 dari Sawit > <https://tirto.id/walhi-kritik-wacana-jokowi-yang-akan-jalankan-b100-dari-sawit-dhf5> > > [image: Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat > debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). > tirto.id/Andrey Gromico] > <https://tirto.id/walhi-kritik-wacana-jokowi-yang-akan-jalankan-b100-dari-sawit-dhf5> > Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat debat > capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). tirto.id/Andrey > Gromico > Oleh: Haris Prabowo - 18 Februari 2019 > Dibaca Normal 1 menit > > *WALHI mengkritik wacana capres nomo urut 01 Joko Widodo yang mengandalkan > sawit sebagai sumber energi dan memungkinkan menaikkan B20 hingga B100 > dalam debat kedua capres Pilpres 2019.* > tirto.id - Manajer Kampanye Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup > (WALHI) Yuyun Harmono mengkritik wacana capres 01 Joko Widodo yang ingin > tetap mengandalkan sawit sebagai sumber energi dan memungkinkan menaikkan > B20 hingga B100. > > "Kita telah memulai B20 dan sudah berproduksi 98 persen yang kita > harapkan. Kita ini menuju ke B100 sehingga kita harapkan total produksi > biofuel," kata Jokowi saat debat capres kedua Pilpres 2019 yang digelar di > Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/2/2019) malam . > > Namun, Yuyun menilai Jokowi tak melihat hal tersebut secara komprehensif. > Ia menilai pemakaian energi B20 hanya efektif solusi jangka pendek, bukan > jangka panjang. > > "Jangka panjang itu akan menimbulkan masalah kebutuhan akan lahan untuk > program B100, atau B30 pun, dalam 50 tahun ke depan dengan seiring > meningkatnya kebutuhan akan energi, tentu akan juga meningkatkan kebutuhan > bahan bakunya yaitu sawit, sawit juga butuh lahan untuk berkembang," kata > Yuyun saat ditemui di kantor WALHI, Minggu (17/2/2019) malam. > > "Ketika butuh lahan tentu akan menimbulkan persoalan baru, misalnya alih > fungsi hutan untuk sawit, konflik dengan masyarakat, *land grabbing > *(perampasan > tanah), konflik agraria. Itu akan lebih masif terjadi," lanjutnya. > > > Selain itu, Yuyun juga mengkritisi moratorium sawit yang hanya berlaku > tiga tahun saja. Ia menilai setelah tiga tahun berarti akan diperbolehkan > melakukan ekspansi perkebunan sawit kembali. > > "Ada moratorium sawit, tapi itu hanya tiga tahun, tuntutan kita adalah 25 > tahun. Supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi ketika mereka punya > strategi untuk mengganti bahan bakar fosil menjadi B20. Jadi kalau Cuma > tiga moratorium sawit, berarti setelah tiga tahun boleh ada ekspansi dong?" > katanya. > > Baca juga: Debat Pilpres, Jokowi: Penilaian Infrastruktur Prabowo Salah > Besar > <https://tirto.id/debat-pilpres-jokowi-penilaian-infrastruktur-prabowo-salah-besar-dhdV> > > Debat capres kedua mengambil tema energi dan pangan, sumber daya alam dan > lingkungan hidup, serta infrastruktur. > > Debat tersebut dipandu oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai > moderator, sementara tujuh panelis berasal dari kalangan akademisi dan para > pakar dari berbagai bidang. > > Tujuh panelis tersebut, yakni Rektor ITS Profesor Joni Hermana, Direktur > Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati, Rektor > IPB Arif Satria, juga ahli pertambangan ITB Profesor Irwandy Arif. > > Lalu ada Pakar Energi Ahmad Agustiawan, Pakar Lingkungan Undip Sudharto P. > Hadi, dan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi Kartika > juga terlibat sebagai panelis. > > Debat disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi yaitu RCTI, > GTV, MNC TV, dan INews TV, serta bisa disaksikan secara > > *live streaming.* > Baca juga: > > - Hasil Debat Kedua: Jokowi Salah Klaim, Prabowo Sekadar Jargon > > <https://tirto.id/hasil-debat-kedua-jokowi-salah-klaim-prabowo-sekadar-jargon-dhf1> > - Hasil Debat Kedua: Jokowi dan Prabowo Gagal Membahas Isu Krusial > > <https://tirto.id/hasil-debat-kedua-jokowi-dan-prabowo-gagal-membahas-isu-krusial-dhfz> > > > Baca juga artikel terkait DEBAT KEDUA CAPRES 2019 > <https://tirto.id/q/debat-kedua-capres-2019-tTo?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowkeyword> > atau > tulisan menarik lainnyaHaris Prabowo > <https://tirto.id/author/harisprabowo?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowauthor> > (tirto.id - Ekonomi) > > Reporter: Haris Prabowo > Penulis: Haris Prabowo > Editor: Dewi Adhitya S. Koesno > >
