*Kalau punya anak itu dibilang berkat Tuhan. Bukankah itu Tuhan maha kasih
jadi kalau banyak anak*
* banyak berkat.*

*Bagi yang mau lebih tahu tentang berkat dipersilahkan berkonsultasi dengan
wakil 01. *
*Jangan ragu-ragu, karena **kalau malu bertanya bisa sesat dalam hidup.
hehehehehehehe*

On Mon, Feb 18, 2019 at 11:02 PM kh djie [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Mesti ada keputusan pemerintah atau atas tuntutan dari DPR untuk membatasi
> penggunaan hutan di Indonesia
> untuk ditanami kelapa sawit atau melarang perluasan penanaman kelapa sawit
> dari sekarang yang sudah ada.
> Tanah ex perkebunan kelapa sawit yang HGUnya habis, tidak boleh
> diperpanjang, ditanami pohon2 yang cocok
> untuk dihutankan kembali, atau dijadikan wilayah transmigrasi untuk
> dijadikan sawah, ladang, perkebunan , peternakan.
> Pada suatu saat kebutuhan fuel dari kelapa sawit bisa berkurang, kalau
> penggunaan tenaga angin, air terjun, geothermal,
> , solar cell, gas alam dapat dibiayai dari hasil export, antara lain dari
> minyak kelapa sawit sekarang. Pengalihan sebagian
> export untuk biofuel dalam negeri juga berguna agar Indonesia tidak
> terlalu tergantung pada export minyak kelapa sawit,
> yang harganya bisa tiba-tiba rusak, atau dirusak. Tergantung sama sekali
> pada export sangat berbahaya. Ekonomi bisa
> hancur seperti Venezuela.
> Tidak tahu apa keluarga berencana masih dijalankan sekarang di Indonesia.
> Kalau jumlah penduduk naik cepat,
> pemerintah apapun bisa kewalahan.
> Bisa saja terjadi seperti di Malaysia nanti ada pengusaha Indonesia yang
> terpaksa buka perkebunan kelapa sawit di papua
> Nugini. Lihat juga kemungkinan penjualan listrik, barang2 kelontong dari
> Papua (Indonesia) ke Papua Nugini :
>
> https://kumparan.com/hari-yulianto/taipan-dan-celah-ekonomi-indonesia-di-negeri-matahari-terbenam-sandaun-png-1540771390420251986
> Mungkin ada idee-idee dari anggota milis tentang kelapa sawit ini ?
>
>
>
> Pada tanggal Sen, 18 Feb 2019 pukul 20.46 [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>
>>
>>
>> hutan berubah jadi perkebunan kelapa sawit
>>
>>
>> ---In [email protected], <djiekh@...> wrote :
>>
>> Kalau Indonesia sudah berhasil menjadikan minyak kelapa sawit jadi
>> bermacam fuel,
>> maka Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan export minyak kelapa
>> sawitnya,yang
>> dengan berbagai cara dari luar harganya bisa dirusak. Dengan itu juga
>> bisa mengurangi
>> import BBM. Kalau perlu Indonesia bisa tiru Malaysia, tanam kelapa sawit
>> misalnya di
>> Papua Nugini.
>>
>> Pada tanggal Sen, 18 Feb 2019 pukul 05.20 jonathangoeij@....
>> <jonathangoeij@...> [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>>
>>
>>
>>
>> "Jangka panjang itu akan menimbulkan masalah kebutuhan akan lahan untuk
>> program B100, atau B30 pun, dalam 50 tahun ke depan dengan seiring
>> meningkatnya kebutuhan akan energi, tentu akan juga meningkatkan kebutuhan
>> bahan bakunya yaitu sawit, sawit juga butuh lahan untuk berkembang," kata
>> Yuyun saat ditemui di kantor WALHI, Minggu (17/2/2019) malam.
>>
>> "Ketika butuh lahan tentu akan menimbulkan persoalan baru, misalnya alih
>> fungsi hutan untuk sawit, konflik dengan masyarakat, *land grabbing 
>> *(perampasan
>> tanah), konflik agraria. Itu akan lebih masif terjadi," lanjutnya.
>>
>> ...
>> WALHI Kritik Wacana Jokowi yang Akan Jalankan B100 dari Sawit
>> <https://tirto.id/walhi-kritik-wacana-jokowi-yang-akan-jalankan-b100-dari-sawit-dhf5>
>>
>> [image: Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat
>> debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
>> tirto.id/Andrey Gromico]
>> <https://tirto.id/walhi-kritik-wacana-jokowi-yang-akan-jalankan-b100-dari-sawit-dhf5>
>> Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat debat
>> capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). tirto.id/Andrey
>> Gromico
>> Oleh: Haris Prabowo - 18 Februari 2019
>> Dibaca Normal 1 menit
>>
>> *WALHI mengkritik wacana capres nomo urut 01 Joko Widodo yang
>> mengandalkan sawit sebagai sumber energi dan memungkinkan menaikkan B20
>> hingga B100 dalam debat kedua capres Pilpres 2019.*
>> tirto.id - Manajer Kampanye Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup
>> (WALHI) Yuyun Harmono mengkritik wacana capres 01 Joko Widodo yang ingin
>> tetap mengandalkan sawit sebagai sumber energi dan memungkinkan menaikkan
>> B20 hingga B100.
>>
>> "Kita telah memulai B20 dan sudah berproduksi 98 persen yang kita
>> harapkan. Kita ini menuju ke B100 sehingga kita harapkan total produksi
>> biofuel," kata Jokowi saat debat capres kedua Pilpres 2019 yang digelar di
>> Hotel Sultan, Jakarta pada Minggu (17/2/2019) malam .
>>
>> Namun, Yuyun menilai Jokowi tak melihat hal tersebut secara komprehensif..
>> Ia menilai pemakaian energi B20 hanya efektif solusi jangka pendek, bukan
>> jangka panjang.
>>
>> "Jangka panjang itu akan menimbulkan masalah kebutuhan akan lahan untuk
>> program B100, atau B30 pun, dalam 50 tahun ke depan dengan seiring
>> meningkatnya kebutuhan akan energi, tentu akan juga meningkatkan kebutuhan
>> bahan bakunya yaitu sawit, sawit juga butuh lahan untuk berkembang," kata
>> Yuyun saat ditemui di kantor WALHI, Minggu (17/2/2019) malam.
>>
>> "Ketika butuh lahan tentu akan menimbulkan persoalan baru, misalnya alih
>> fungsi hutan untuk sawit, konflik dengan masyarakat, *land grabbing 
>> *(perampasan
>> tanah), konflik agraria. Itu akan lebih masif terjadi," lanjutnya.
>>
>>
>> Selain itu, Yuyun juga mengkritisi moratorium sawit yang hanya berlaku
>> tiga tahun saja. Ia menilai setelah tiga tahun berarti akan diperbolehkan
>> melakukan ekspansi perkebunan sawit kembali.
>>
>> "Ada moratorium sawit, tapi itu hanya tiga tahun, tuntutan kita adalah 25
>> tahun. Supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi ketika mereka punya
>> strategi untuk mengganti bahan bakar fosil menjadi B20. Jadi kalau Cuma
>> tiga moratorium sawit, berarti setelah tiga tahun boleh ada ekspansi dong?"
>> katanya.
>>
>> Baca juga: Debat Pilpres, Jokowi: Penilaian Infrastruktur Prabowo Salah
>> Besar
>> <https://tirto.id/debat-pilpres-jokowi-penilaian-infrastruktur-prabowo-salah-besar-dhdV>
>>
>> Debat capres kedua mengambil tema energi dan pangan, sumber daya alam dan
>> lingkungan hidup, serta infrastruktur.
>>
>> Debat tersebut dipandu oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai
>> moderator, sementara tujuh panelis berasal dari kalangan akademisi dan para
>> pakar dari berbagai bidang.
>>
>> Tujuh panelis tersebut, yakni Rektor ITS Profesor Joni Hermana, Direktur
>> Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati, Rektor
>> IPB Arif Satria, juga ahli pertambangan ITB Profesor Irwandy Arif.
>>
>> Lalu ada Pakar Energi Ahmad Agustiawan, Pakar Lingkungan Undip Sudharto
>> P. Hadi, dan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi
>> Kartika juga terlibat sebagai panelis.
>>
>> Debat disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi yaitu
>> RCTI, GTV, MNC TV, dan INews TV, serta bisa disaksikan secara
>>
>> *live streaming.*
>> Baca juga:
>>
>>    - Hasil Debat Kedua: Jokowi Salah Klaim, Prabowo Sekadar Jargon
>>    
>> <https://tirto.id/hasil-debat-kedua-jokowi-salah-klaim-prabowo-sekadar-jargon-dhf1>
>>    - Hasil Debat Kedua: Jokowi dan Prabowo Gagal Membahas Isu Krusial
>>    
>> <https://tirto.id/hasil-debat-kedua-jokowi-dan-prabowo-gagal-membahas-isu-krusial-dhfz>
>>
>>
>> Baca juga artikel terkait DEBAT KEDUA CAPRES 2019
>> <https://tirto.id/q/debat-kedua-capres-2019-tTo?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowkeyword>
>>  atau
>> tulisan menarik lainnyaHaris Prabowo
>> <https://tirto.id/author/harisprabowo?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Lowauthor>
>> (tirto.id - Ekonomi)
>>
>> Reporter: Haris Prabowo
>> Penulis: Haris Prabowo
>> Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
>>
>> 
>

Kirim email ke