Pada dasarnya Andrew Yang tidak anti technology seperti automation, robot, self 
driving car/truck, drone, dan AI itu tetapi melihat dampaknya yg mengurangi 
drastis lapangan kerja, policy yg diajukan untuk mengurangi sebagian dari 
dampak itu. Beberapa jenis pekerjaan yg terancam seperti Insurance Underwriter 
99% jobs at risk, farm laborer 97%, fast food cook 97%, construction laborer 
88%, truck driver 79%, mail carrier 68% dll. (sumber futurism). Sudah tentu 
akan timbul juga pekerjaan2 baru, tetapi masalahnya apakah bisa mereka2 yg kena 
lay-off itu pindah kepekerjaan baru yg bukan field of expertise-nya, 
kelihatannya kok sukar sekali.
Salah satu contoh yg dikemukakan Yang adalah Alaska yg memberi oil dividend USD 
2000 pada seluruh penduduknya, saya kok jadi terpikir bisa juga diterapkan di 
Indonesia yg banyak hasil alamnya seperti misalnya hasil pertambangan di Papua 
dibagikan untuk rakyat Papua juga, demikian juga Kalimantan untuk rakyat 
Kalimantan, dlsb., sehingga Pasal 33 UUD 45 bisa dipenuhi.
Oh ya, Bernie Sanders juga mencalonkan diri jadi presiden.

 ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Iyalah, setiap kelompok masyarakat butuh pemikiran subur yang bisa menyegarkan 
sekitarnya, seperti obrolan Steph & Andrew ini bagi publik AS. Terus terang 
saya malas membandingkan Andrew Yang dengan Donald Trump. Lebih enak Yang vs 
Jokowi, hahaha... Saya nggak bilang seperti bumi dan langit, tapi cukup seperti 
kolam ikan dan comberan.
Kenapa begitu. Karena sekalipun pengusaha tamatan sekolah hukum, Yang bisa 
melihat sekelilingnya dari sisi etika lebih dulu. Pasti timbul perang batin 
dalam dirinya, tapi itulah yang membentuk kemantapan sikap untuk 
mengongkek-ongkek kebobrokan masyarakatnya (baru ngeh tentang nasib komunitas 
sopir truk -tulang punggung perekonomian Amerika- jika peng-peng berpihak 
kepada robot/otomat). Yang tidak panik, apalagi ketakutan disebut pesimis 
membayangkan kemajuan sejauh itu. Beda dengan petruk yang sok optimis tapi 
kerjanya menutup-nutupi realita terutama kepanikannya soal kursi. Tanpa etika 
ditipunyalah diri sendiri dan para pengikut..
Semua resep dan jurus yang dibeberkan Yang barangkali ideal untuk publik AS 
masakini. Tapi tidak bisa dibantah bahwa sepanjang masa dunia menjadi saksi dan 
korban agresivitas politik luar negeri AS. Bahkan Trump saja kewalahan 
menghadapi NDS / Pentagon. Belum terlihat kartu etika Yang soal polugri maupun 
domestik partai kalau Sanders nyapres juga. Orang dengan pemikiran segar 
seperti Steph & Yang pasti lebih berguna dengan berkiprah langsung di tengah 
masyarakat, ketimbang terpencil di istana.

Kirim email ke