*Kemajuan teknologi mesti diimbangi dengan pertumbuhan demografi atau
sebaliknya, agar supaya tidak terjadi pengguran masa*l.

On Mon, Mar 11, 2019 at 9:30 PM Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
>
> Pada dasarnya Andrew Yang tidak anti technology seperti automation, robot,
> self driving car/truck, drone, dan AI itu tetapi melihat dampaknya yg
> mengurangi drastis lapangan kerja, policy yg diajukan untuk mengurangi
> sebagian dari dampak itu. Beberapa jenis pekerjaan yg terancam seperti
> Insurance Underwriter 99% jobs at risk, farm laborer 97%, fast food cook
> 97%, construction laborer 88%, truck driver 79%, mail carrier 68% dll.
> (sumber futurism). Sudah tentu akan timbul juga pekerjaan2 baru, tetapi
> masalahnya apakah bisa mereka2 yg kena lay-off itu pindah kepekerjaan baru
> yg bukan field of expertise-nya, kelihatannya kok sukar sekali.
>
> Salah satu contoh yg dikemukakan Yang adalah Alaska yg memberi oil
> dividend USD 2000 pada seluruh penduduknya, saya kok jadi terpikir bisa
> juga diterapkan di Indonesia yg banyak hasil alamnya seperti misalnya hasil
> pertambangan di Papua dibagikan untuk rakyat Papua juga, demikian juga
> Kalimantan untuk rakyat Kalimantan, dlsb., sehingga Pasal 33 UUD 45 bisa
> dipenuhi.
>
> Oh ya, Bernie Sanders juga mencalonkan diri jadi presiden.
>
>
> ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
>
> Iyalah, setiap kelompok masyarakat butuh pemikiran subur yang bisa menyega
> rkan sekitarnya, seperti obrolan Steph & Andrew ini bagi publik AS. Terus
> terang saya malas membandingkan Andrew Yang dengan Donald Trump. Lebih enak
> Yang vs Jokowi, hahaha... Saya nggak bilang seperti bumi dan langit, tapi
> cukup seperti kolam ikan dan comberan.
>
> Kenapa begitu. Karena sekalipun pengusaha tamatan sekolah hukum, Yang bisa
>  melihat sekelilingnya dari sisi etika lebih dulu. Pasti timbul perang ba
> tin dalam dirinya, tapi itulah yang membentuk kemantapan sikap untuk 
> mengongkek-ongkek
> kebobrokan masyarakatnya (baru ngeh tentang nasib komunitas sopir truk
> -tulang punggung perekonomian Amerika- jika peng-peng berpihak kepada
>  robot/otomat). Yang tidak panik, apalagi ketakutan disebut pesimis membay
> angkan kemajuan sejauh itu. Beda dengan petruk yang sok optimis tapi kerja
> nya menutup-nutupi realita terutama kepanikannya soal kursi. Tanpa etika
>  ditipunyalah diri sendiri dan para pengikut.
>
> Semua resep dan jurus yang dibeberkan Yang barangkali ideal untuk publik AS
> masakini. Tapi tidak bisa dibantah bahwa sepanjang masa dunia menjadi saksi
> dan korban agresivitas politik luar negeri AS. Bahkan Trump saja kewalahan
> menghadapi NDS / Pentagon. Belum terlihat kartu etika Yang soal polugri maupun
> domestik partai kalau Sanders nyapres juga. Orang dengan pemikiran segar
> seperti Steph & Yang pasti lebih berguna dengan berkiprah langsung di teng
> ah masyarakat, ketimbang terpencil di istana.
>
> 
>

Kirim email ke