Rupanya mengumandangkan supaya orang Golput baru modis di Indonesia, Seingat saya, propaganda seperti ini, saya belum pernah mengalami di LN.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Saya jadi bingung salahnya apa megawati, Mahfud md, frans magnis dll yg mengumandangkan: jangan golput? Sedangkan si ajeg yg mengumandangkan golput boleh disini. Gak ada bedanya megawati, Mahfud md, frans magnis dan siajeg. GAK ADA! Kalau hanya teriak golput buat diri sendiri ya gak apa2 krn itu memang hak koq. Hanya saja kalau sudah ngajak orang jadi golput dan menghalangi orang lain utk coblos apalagi nakut2in orang utk ikut pemilu itu salah secara hukum dan bisa kena sangsi hukum. Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Thursday, April 18, 2019 1:13 PM To: ajeg ajegilelu@... [GELORA45] <[email protected]>; GELORA_In <[email protected]>; [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Pidato Jokowi soal Quick Count: Tunggu Hasil KPU Nah kalau golput diumpat oleh Mega itu sbg pengecut, lalu apa namanya kalau kemudian sesudah dirinya sendiri sudah sempat jadi presiden tapi tokh tidak juga punya nyali merehabilitasi status tahanan Sang Proklamator Negara Republik Indonesia yang juga sekaligus bapak biologisnya sendiri. Am Thu, 18 Apr 2019 06:17:50 +0000 (UTC) schrieb "ajeg ajegilelu@... mailto:ajegilelu@... [GELORA45]" <[email protected] mailto:[email protected]>: > Baru kali ini Golput dibenci habis-habisan oleh penguasa. Sampai > diancam pidana segala. > > Takut kalah itu normal, apalagi dihantui hilangnya kursi ketua > partai. Yang tidak normal itu takut untuk jujur. Seperti, > memperjuangkan kepentingan pribadi dengan menjual nama Rakyat, > demokrasi, dan nama bapak sendiri. Lupa bahwa jabatan (ketua partai) > itu fana. Tidak abadi. > > Pasti berakhir. > > --- ilmesengero@... wrote: > Menurut Megawati Soekarnoputri Golput adalah pengecut tidak punya > harga diri, dan Golput pengecut tak usah jadi WNI. > > >
