hari libur resmi+cuti bersama (wajib) th 2018 mencapai 25 hari kerja, itu belum termasuk hari kejepit nasional.https://publicholidays.co.id/id/2018-dates/
yg lain saya masih belum sempat merespon. ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Kutipan :Anda tidak bisa melihat "underlying problem" dan lebih cenderung membohongi diri sendiri, anggap saja petunjuk kerja sudah sedemikian bagusnya dan alat2 juga sudah, tetap saja terlalu banyak berhenti/break kerja dan terlalu banyak libur tidak bisa diatasi, produktifitas tetap lebih rendah dibanding Vietnam. Contoh orang Maroko di Belanda tidak bisa dibandingkan, orang Maroko cuman sedikit sekali dgn mudah bisa di-cover pekerja yang lain. Sedang di Indonesia jelas boleh dibilang hampir semua-nya begitu. Selain break2 utk kegiatan agama, juga dalam setahun ada sedikitnya 1 bulan tidak optimal karena puasa, belum lagi ditambah libur lebaran dan cuti bersama (yg harus) juga sekitar sebulan. Dus mana bisa pabrik jalan. 1. Anda sudah tulis probleemnya. Tetapi tetap anda tidak ajukan solusinya atau kemungkinan solusinya.2. Dengan mengatakan : Dus mana pabrik bisa jalan, apa artinya. Pasti segera semuanya gulung tikar ?3. Apa benar waktu bulan puasa produktivitas orang puasa di Indonesia menurun ? Dulu, saya lihat, pada operator2 orang Marokko normal-normal saja. Saya tanya apa tidak lapar, capai ? Mereka bilang hanya pada hari pertama dan kedua puasa, setelah itu perut dan badan bisa menyesuaikan diri. Tetapi waktu bulan puasa, memang diusahakan selalu tidak ada kerja lembur. Jauh sebelumnya kami sudah siap2 dengan memproduksi lebih awal.4. Jumlah hari libur resmi Indonesia + libur bersama adalah 20 hari.bukan sebulan : https://nasional.kompas.com/read/2018/11/13/16324931/ada-20-hari-libur-pada-tahun-2019-catat-tanggalnyaJumlah ini sama dengan Malaysia, tetapi jauh lebih besar dari Vietnam yang hanya 11 hari. Jadi ada beda hari produksi 9 hari.https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/negara-asia-tenggara-dengan-hari-libur-terbanyak-di-2019/ar-BBR68li Kalau dilakukan perbaikan cara kerja, produktivitas bisa naik 10% -20%, beda kehilangan hari produksi 9 hari dalam setahun bisa terkejar dengan mudah. 5. Gaji buruh Vietnam ( 2 - .3 juta rupiah). Gaji buruh Indonesia ( 1.45 - 3.9 juta)Ada beberapa daerah industri di Jawa Barat yang gaji buruhnya menyamai Vietnam : http://www.gajiumr.com/gaji-umr-jawa-barat/Jadi pilih lokasi itu penting sekali.6. Upah Buruh Vietnam Setara 546 Kilogram Beras, Upah di RI Hanya 237 kgDaya beli upah buruh di Indonesia dinilai jauh lebih rendah dibandingkan dengan upah buruh di Vietnam yang setara dengan 546 kilogram beras, sedangkan upah buruh di indonesia setara dengan 237 kilogram beras. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan upah rata-rata buruh Vietnam mencapai angka US$ 181 per bulan, sementara buruh lokal hanya mendapatkan upah per bulan sekitar US$ 171 per bulan. Menurutnya, dengan upah sebesar US$181 per bulan, para buruh asal Vietnam dapat membeli beras dengan harga yang telah dirupiahkan sekitar Rp4.600 per kilogram, sementara itu buruh asal Indonesia dengan upah sekitar US$171 per bulan, dipaksa membeli beras sebesar Rp10.000-Rp12.000 per kilogram. "Ini kan tidak masuk akal. Kami mendesak pemerintah agar menurunkan harga beras. Masa buruh Indonesia harus membeli beras dengan harga 3 kali lipat lebih mahal daripada Vietnam," tuturnya, Selasa (1/5). Jika meggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia (30/4/2018) Rp13.877, maka upah buruh di Vietnam sebesar US$182 besarannya sekitar Rp2,5 juta setahun, sedangkan upah buruh Indonesia US$171 setara dengan Rp2,37 juta. https://ekonomi.bisnis.com/read/20180501/12/790240/upah-buruh-vietnam-setara-546-kilogram-beras-upah-di-ri-hanya-237-kg 7. Saya sependapat bahwa pertanian, peternakan, perikanan harus cepat dibikin maju, agar petani bisa hidup lebih baik, dan harga kebutuhan pangan bisa turun. Bagaimana caranya, sudah diuraikan sebelumnya. Apa anda tetap berpendapat itu jelek untuk ekonomi, akan terjadi deflatie. Kok bisa deflatie kalau produksi pangan tidak berlebih-lebihan ? Probleemnya buruh mnganggap gajinya terlalu mepet untuk hidup, sedangkan perusahaan menganggap terlalu mahal. Sebenarnya yang bikin soal adalah harga pangan yang mahal.Karena itu harus cepat diusahakan perbaikan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. 8.Saya tidak tahu, apa perlu hari libur di Indonesia dikurangi ? Mungkin hari libur nasional, sebagian diubah jadi fakultatif. Jadi yang beragama Hindu dapat libur pada hari2 Hindu, yang Buddha juga. Yang di Bali lain lagi. Itu terjadi di Malaysia, tiap negara bagian bisa lain.Yang tidak, ya bekerja? 9.Di satu pabrik metal, 90 % pekerjanya orang Marokko. Mereka minta pekerjaan dihentikan waktu jam2 salat. Kepala perusahaannya bingung, beri tahu teman saya yang jadi kepala personalia. Teman saya bilang, ah, tidak apa-apa. Nanti dia temui. Teman saya cerita pada mereka, dia sarjana hukum dari Indonesia, dan dia juga harus mengikuti kuliah agama Islam. Lalu dia tanya mereka, kan kalau sedang bekerja, salatnya boleh ditunda, dilakukan nanti di rumah. Betul tidak. Mereka jawab, ya, betul. Terus dia bilang, ya seperti biasa saja, tetapi kalau ada usul2 lain untuk perbaiki kondisi kerja silahkan ajukan. Hanya kalau sudah jadi kebiasaan yang diijinkan perusahaan, untuk diubah, mungkin sulit, karena mereka merasa hak2nya dikurangi? Mungkin Gabungan perusahaan Industri punya idee untuk diajukan ke MUI? Shalat bergantian ?Waktu Shalat dihitung sebagai waktu istirahat minum kopi? Biasanya kalau ada rundingan soal kenaikan gaji, lebih mudah dirundingkan soal beginian ? Ada take and give? Pada tanggal Sen, 22 Apr 2019 pukul 17.48 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...> menulis: (kesemuanya asumsi)
